
30 menit kemudian Clue mandi bersama Vina. Clue melihat leher serta dada Vina memiliki banyak tanda gigitan darinya. "Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku." Kata Clue memeluk Vina. "Kamu seperti hewan buas." Vina berbalik dan melihat Clue. "Tapi aku tidak pernah meresakan kenikmatan seperti tadi saat bersama mantan suamiku." Vina tersenyum. Clue dan Vina kemudian berciuman.
Beberapa menit kemudian Clue dan Vina keluar dari kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi Clue melihat ibu Vina menatap aneh ke arahnya. "Ah, ibu sudah bangun." Kata Vina. "Apa hubungan kalian berdua." Tanya Ibu Vina. "Aku kekasih Vina, tapi karena aku tidak ingin memberikan uang secara gratis. Aku menjadikan Vina menjadi pembantu rumahku." Balas Clue.
"Apakah itu betul Vin." Tanya ibu Vina. "Itu betul bu." Vina mengangguk. "Kapan kalian mulai menjadi sepasah kekasih." Tanya ibu Vina. "Baru saja." balas Clue. Ibu Vina terkejut kemudian menghela nafas. "Kumohon, jangan kecewakan Vina. Dia sudah pernah dikecewakan oleh mantan suaminya." Kata ibu Vina. "Ibu." Vina berkata dengan ekspresi sedih.
"Tenanglah, jika Vina hamil aku akan tanggung jawab." Kata Clue. "Tapi aku tidak bisa hamil." Balas Vina. "Ehhh." Clue terkejut. Kemudian Vina mulai bercerita tentang masa lalunya dan bagaimana ayahnya meninggal serta dirinya ditinggalkan suaminya.
"Kamu masih beruntung ditinggalkan seorang ayah saat dewasa. Aku ditinggalkan ibuku saat masih kecil. Saat itu aku hidup bersama ayah dan kakekku. Namun saat aku bangun dari koma, ayahku dipenjara karena kasus korupsi." Kata Clue. Vina dan Ibunya terkejut mendengar kata Clue.
"Jangan menatapku dengan ekspresi seperti itu. Hidupmu lebih menyedihkan dibandingkan diriku. Aku masih hidup dengan ekonomi yang cukup." Kata Clue. Vina dan Ibunya tersenyum kecut mendengar kata Clue. "Baiklah, aku akan pergi. besok aku akan kemari lagi." kata Clue mencium bibir Vina di depan ibunya. Vina tersipu malu saat Clue mencium bibirnya. Clue kemudian keluar dari kamar.
Melihat Clue pergi Ibu Vina berkata. "Apa kamu akan serius dengannya. Meski dia orang yang penuh nafsu, dia bukan orang yang buruk." "Aku masih tidak yakin. Tapi aku merasa nyaman bersamanya." Vina tersipu malu. Ibu Vina tidak tahu bahwa Clue adalah orang terburuk. Clue pembunuh, dan suka bermain dengan perempuan.
Clue berjalan keluar rumah sakit dan melihat langit sudah gelap. Clue melihat smartphonenya kemudian mulai memesan taxi online. Tidak lama kemudian Clue melihat mobil xenia bewarna putih berhenti di depannya. Clue kemudian memasuki mobil. "Langsung pergi ke hotel 69." Kata Clue. "Baik." Balas pengemudi.
30 menit kemudian Clue tiba di hotel tempatnya menginap. Clue turun dari taxi kemudian berjalan memasuki hotel. Resepsionis mengangguk saat melihat Clue. Clue kemudian berjalan menuju kamarnya.
Clue masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di kasur. Clue mengingat kejadian saat dirinya tidak berdaya oleh seorang wanita dan berteriak. "Sialan, mengapa aku sangat lemah." Clue bangkit dari tempat tidur dan mengambil tas kecil. Clue mengambil satu kristal putih kemudian menghancurkannya.
"Wusss." Merasakan udara begitu sejuk dan energi alam bergitu padat Clue berkata. "Aku harus menjadi kuat dengan cepat." Clue kemudian duduk memejamkan matanya dan berkultivasi.
Keesokan harinya Clue berdiri dan menyentuh sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 40 yang muncul. "Kekuatanku saat ini setara puncak hunter tingkat d." gumam Clue. "Tapi aku tidak boleh puas hanya dengan kekuatanku saat ini."Clue mengingat dirinya tidak berdaya saat dihadapan wanita.
Clue kemudian memakai sebuah jaket lalu berjalan keluar kamar. Saat keluar hotel Clue melihat sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul. "Sepertinya aku harus menunda untuk pergi ke penjara." Kata Clue menyeringai.
"Apa sebelumnya pernah ada kejadian seperti ini." kata pria paruh baya. "Pernah pak, belum lama di kota jember selama 10 hari hanya muncul dungeon tingkat e secara terus menerus." Kata pria berkumis. "Kejadian yang sangat aneh." Balas pria paruh baya.
Saat ini Clue yang berdiri di bawah pohon melihat dua pria berpakaian hitam datang dan berjalan ke arah lubang dungeon. Salah satu pria kemudian mulai memeriksa tingkat dungeon. "Tingkat d." kata pria. Clue yang mendengar kata pria kemudian berjalan ke arah dungeon. "Aku ingin memasuki dungeon." Kata Clue memberikan kartu identitas hunternya.
Pria melihat kartu identitas hunter Clue dan berkata. "Bukankah kamu pria yang kemarin." "Oh, jadi kamu yang menjaga lubang dungeon kemarin. Aku akan memasuki dungeon." Kata Clue. "Tapi kamu hunter tingkat e. bahaya jika memasuki dungeon tingkat d seorang diri." Balas pria. "Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan mati dengan mudah." Clue tersenyum.
"Baiklah, kamu bisa memasuki dungeon setelah membayar biaya masuk." Kata pria. "Haha, bagus." Clue tertawa kemudian mulai mentransfer uang 5 juta ke rekening asosiasi hunter. Beberapa menit kemudian pria menginjinkan Clue masuk. Karena kamu seorang diri, kami memberimu waktu 30 menit. Jika lewat dari 30 menit orang lain akan memasuki dungeon." Kata pria. "Aku tahu." Clue mengangguk kemudian berjalan memasuki dungeon.
Setelah memasuki dungeon, Clue berjalan menelusuri labirin dan bertemu dua hobgoblin yang membawa kapak dan pedang. "Baiklah, aku ingin lihat perkembangan elemen anginku." Kata Clue kemudian angin mulai berputar di tangannya dan membentuk sebuah busur panah yang berputar. Clue kemudian melemparkan panah ke arah hobgoblin. "Bushhh." Panah menembus kepala hobgoblin.
"Wow. Sungguh menabjubkan. Untung saja aku tidak melempar panah itu ke dinding hotel tadi malam." Kata Clue. Saat malam hari Clue berlatih elemen angin dan membuat panah berputar. Namun Clue tidak berani untuk melemparkan panah ke dinding hotel.
"Woaa." Melihat temannya mati hobgoblin berlari ke arah Clue. "Jadi kamu juga ingin mati ya." Clue menyeringai kemudian sekali lagi membuat panah dari angin dan melemparkannya ke arah hobgoblin. "Bushh." Dada hobgoblin berlubang. "Bukk." Hobgoblin kemudian terjatuh. "Sial, apakah aku juga menghancurkan kristal." Teriak Clue kemudian mendekat ke arah hobgoblin dan membelah dadanya menggunakan pedang yang dia ambil di tanah.
"Tidak buruk, aku mendapatkan 1 kristal." Kata Clue kemudian mulai berkata. "Menurut perkiraanku, aku bisa membuat 40 panah angin dalam waktu satu jam." Clue mengingat tingkat kekuatannya 40 dan berpikir dia juga memiliki mana 40 seperti ingatan di dalam mimpinya.
"Baiklah, saatnya lanjut berburu." Kata Clue berjalan menelusuri labirin. Tidak lama kemudian Clue melihat 4 hobgoblin yang membawa kapak dan pedang. "Baiklah, aku ingin melihat berapa banyak jumlah panah angin yang bisa kubuat. Kata Clue kemudian angin disekitarnya mulai berputar dan menjadi 4 panah. "Batas yang bisa kubuat saat ini hanya empat." Kata Clue kemudian mulai melemparkan 4 panah angin ke arah hobgoblin. "Bushh." "Bushh." "Bushh." 4 panah angin menembus tubuh 4 hobgoblin. "Bukk." "Bukk." "Bukk." 4 Hobgoblin terjatuh.
"Haha, jika begini bukankah perburuanku menjadi lebih mudah." Clue tertawa melihat 4 hobgoblin tewas seketika. Clue mengambil pedang yang tergeletak di tanah dan mulai membelah dada hobgoblin. Tidak lama kemudian Clue mengangguk. "Aku mendapatkan 3 kristal, jadi totalnya aku mendapat 4 kristal." Kata Clue menaruh krsital di kantong plastik lalu menaruhnya di saku jaket.
Clue kemudian mulai berjalan menelusuri dungeon. Tidak lama kemudian Clue melihat 8 hobgoblin. 7 hobgoblin memakai tombak dan 1 hobgoblin memakai panah. Tanpa basa-basi Clue membuat 4 panah angin dan mengarahkannya ke arah hobgoblin. "Bushh." "Bushh." "Woaa." 4 hobgoblin yang melihat temannya mati marah dan melesat ke arah Clue.