
Tidak lama setelah Clue menghilang sesesok mahluk hitam keluar dari bayangan dan berkata dengan nada serak. "Dia memiliki barang yang sangat istimewa." Mahluk hitam menyatu dengan bayangan lalu menghilang.
Di sebuah ruangan iblis tua yang sedang duduk membuka matanya. "Akhirnya aku tau cara dia sampai disini." Kata iblis tua. "Aku harus memberi tahu ini kepada yang lain." Iblis tua lalu berjalan meninggalkan ruangan.
Sementara itu Clue sudah berada di sekte bersama Haruka. "Apakah tuan ingin mandi bersama Haruka, atau melakukan hubungan badan dengan Haruka." Haruka tersenyum. "Duduklah di pangkuanku." Kata Clue. "Baik tuan." Haruka lalu duduk di pangkuan Clue.
Clue lalu mencium dan memeluk Haruka. "Emm. Tuan sangat agresif." Haruka menjawab dan mencium Clue lebih agresif. "Itu karna aku menahannya selama 7 hari." Clue menjilati leher Haruka kemudian menggendongnya ke kamar mandi.
"Bruak." Clue melihat bahwa pintu terbuka dan melihat sosok Gin, Karen, Syifa dan Rapunsel. "Huh, saat kamu kembali. Kamu tidak menemui kamu dulu, dan malah bersenang-senang dengan Haruka." Gin berkata. "Haha, maaf. Kemarilah kalian semua, ayo kita bermain bersama." Ke empat wanita tersipu lalu melepas pakaian mereka dan memasuki kamar mandi. Mereka sudah terbiasa mandi bersama dan melakukan hubungan badan bersama dengan Clue.
Keesokan harinya Clue sedang berada di ruangan dan melihat Rizky. "Patriack." Kata Rizky. "Ada apa." Balas Clue. "Apakah anda tertarik menghadiri pasar budak bersamaku." Balas Rizky. "Baiklah, aku juga belum pernah kesana." Balas Clue.
"Dimana lokasinya." Tanya Clue. "Zona bebas benua tengah perbatasan wilayah akademi hundred." Clue memegang pundak Rizky. Beberapa detik kemudian Clue dan Rizky menghilang. Tidak lama kemudian Clue dan Rizky muncul di tengah keramaian. Rizky tidak terkejut muncul di tengah keramaian, karna dia tahu skill teleportasi Clue.
"Baiklah, dimana tempatnya." Tanya Clue. "Ikuti saya patriack." Rizky mengangguk lalu berjalan diikuti Clue. Tidak lama kemudian Clue dan Rizky tiba di sebuah rumah mewah. "Hehe, selamat datang. Oh bukankah ini tuan Clue." Pria paruh baya gemuk tersenyum menyambut Clue dan Rizky.
"Aku ingin melihat budak yang kamu jual." Pria paruh baya tersenyum lalu berkata. "Ikuti saya." Tidak lama kemudian Clue melihat perempuan, elf perempuan, monster perempuan, pria, elf pria serta monster pria sedang duduk dan mengenakan kalung di lehernya. "Silakan pilih." Clue setidaknya menghitung bahwa ada 50 budak yang dijual.
"Apakah para orang tua di asosiasi tahu kamu menjual mereka." Tanya Clue. "Hehe, mereka sudah tahu dari dulu tuan Clue." Pria paruh baya gemuk tersenyum. "Apakah kamu membayar mereka." Balas Clue. "Hehe, tebakan anda benar tuan Clue. Aku memberikan upeti setiap tahun. Para budak disini juga seseorang yang baru tiba di dunia ini dan tidak mempunyai koneksi. Jadi aku berani menjualnya." Balas pria paruh baya gemuk. "Jadi begitu." Clue mengangguk lalu mulai berkeliling dan melihat budak.
"Tuan, belilah saya, saya bisa melayani anda." "Belilah saya tuan." Clue melihat semua budak berbicara ingin dibeli olehnya. "Mengapa kalian ingin ku beli." Tanya Clue. "Karna saya suka tuan." balas seorang perempuan tersipu. "Entah mengapa jika saya dibeli tuan, saya akan merasa senang." Kata pria.
Pria baruh baya terkejut mendengar kata para budak. "Clue memang ahli yang harus diwaspadai, para budak saja bahkan ingin di beli olehnya." Gumam pria paruh baya. "Para orang tua sialan di asosiasi sangat pintar, mereka tidak berani menyinggungnya. Meski tahu bahwa Clue adalah dalang dibaliknya hilangnya harta para ahli." Gumam pria paruh baya.
"Rizky apa kamu sudah memilih budak." Tanya Clue. "Sudah tuan, aku memilihnya." Rizky memilih pria kekar. Clue tahu Rizky juga seorang blacksmith dan Clue menebak pria kekar tersebut akan disuruh untuk bekerja secara gratis oleh Rizky.
"Bos berapa harga dia." Tanya Rizky. "10 batu alam tingkat menengah." Pria paruh baya tersenyum. Rizky lalu memberikan 10 batu alam tingkat menengah. "Apa kamu ingin menggunakan kontrak budak." Kata Pria paruh baya melepas borgol pria kekar. "Terimakasih. Tapi tidak perlu, jika dia menghianatiku. aku akan membunuhnya" Rizky menjawab.
"Hehe, lalu apakah tuan Clue ingin membeli budak." Tanya Pria paruh baya gemuk. "Tidak perlu, aku bisa mengambil perempuan acak di jalan." Balas Clue. "Hahaha, aku sangat suka dengan anda tuan Clue." Pria paruh baya tertawa.
"Baiklah, kami pergi." Clue Rizky dan pria kekar yang dibeli di pasar budak pergi. Melihat kepergian Clue dan Rizky pria paruh baya bergumam. "Dia sepertiku, dan aku lebih menyukainya." Pria paruh baya tersenyum.
"Rizky kamu kembalilah ke sekte, aku akan pergi melakukan sesuatu." Kata Clue. "Baik patriack." Rizky mengangguk lalu terbang membawa pria kekar. Melihat Rizky terbang Clue memegang rambut panjangnya. "Sudah waktunya aku potong rambut." Clue lalu mencari tempat potong rambut.
Tidak lama kemudian Clue menemukan tempat potong rambut dan masuk ke dalam. "Selamat datang pelanggan." Clue disambut oleh seorang wanita dewasa berambut coklat. "Aku ingin kamu memotong sedikit rambutku." Clue tersenyum. "Deg, deg." Jantung wanita berdetak kencang. "Baik, silakan duduk." Wanita menjawab dengan senyum.
Clue mengabaikan ekspresi wanita lalu duduk. Melihat Clue duduk, wanita mengkunci pintu dan menutup tirai. Clue tidak terlalu peduli dengan wanita mengkunci pintu dan menutup tirai. Clue melihat bahwa wanita mulai memotong rambutnya.
Saat memotong rambut Clue terkejut wanita tiba-tiba mencium bibirnya. "Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku." Wanita tersipu melihat Clue. "Selesaikan dulu memotong rambutku." Balas Clue tanpa ekspresi. "Baik." Wanita merasa bersalah lalu mulai memotong rambut Clue.
Beberapa menit kemudian Clue melihat bahwa wanita sudah selesai memotong rambutnya. "Selesai." Kata Wanita tersenyum. "Berapa." Tanya Clue. "Tidak perlu membayar, itu gratis sebagai permintaan maaf aku menciummu secara tiba-tiba." Wanita tersenyum kecut.
"Dia cukup cantik dan tubuhnya seksi." Clue bergumam lalu mencium bibir wanita dan memeluknya. "Ermm." Wanita tidak melawan Clue yang tiba-tiba mencium dan memeluknya. Wanita justru memeluk Clue dan membalas ciuman Clue.
"Aro pergi ke kamarmu." Kata Clue. "Baik." Wanita tersipu lalu berjalan ke kemar dengan mengandeng tangan Clue. Setelah tiba di kamar Clue dan wanita berciuman dengan penuh agresif. "Kamu sangat agresif." Clue meremas payudara Wanita. "Ermm, karna aku tahu. Bahwa anda sangat terkenal, dan saya tidak akan bisa mendekati anda." Balas wanita.
1 jam kemudian Clue duduk dan melihat Vina terbaring dengan pantat dan pipi merah karna tamparannya. "Aku akan pergi. Ini bayaranmu." Clue memberikan 1 batu alam tingkat menengah. "Ahh, kumohon bisakah aku bersama tuan. Aku tidak peduli, apakah aku hanya dijadikan objek pelampiasan nafsu dan amarah tuan." Vina memegang kaki Clue.
Clue menyeringai lalu berkata. "Aku akan pergi ke benua sunyi, jika kamu setuju menjadi objek pelampiasan nafsuku, kamu akan ikut aku meninggalkan dunia ini." "Tuan, aku bersedia menjadi pelayanmu dan akan ikut dimana pun kamu pergi." Vina menjawab penuh semangat.
"Baiklah, kenakan pakaianmu. Lalu kita pergi." Kata Clue. "Baik tuan." Vina mulai mengenakan armor dan pakainnya. Melihat Vina selesai berpakaian Clue memegang token teleportasi dan menepuk pundak Vina. "Teleportasi menuju dunia sunyi." Gumam Clue. (Teleportasi akan dilakukan dalam hitungan 3,2,1) Detik berikutnya badan Clue dan Vina bercahaya dan menghilang.
Beberapa detik kemudian Clue dan Vina tiba di sebuah kota yang tidak berpenghuni. "Tuan, apakah ini dunia sunyi." Kata Vina terkejut melihat langit bewarna orange dan matahari bewarna merah. "Benar, ini adalah dunia sunyi." Clue mengangguk.
3 bulan telah berlalu saat ini Clue bersama Vina melihat sebuah ruangan bawa tanah. "Mengapa ada ruangan bawah tanah disini, dan dijaga oleh peringkat kaisar." Gumam Vina melihat mayat iblis yang baru saja di bunuh oleh Clue. "Mungkin ada yang mereka sembunyikan." Clue memasuki ruangan bawah tanah diikuti Vina.
Tidak lama kemudian Clue melihat seorang wanita tua yang diikat dengan rantai. Clue melihat level wanita tua 700 dan bergumam. "Status Justina."
Nama : Justina
Umur : 4028 Tahun
Level : 700
Job : -
Ras : Vampir Elite Tingkat Tinggi yang terakhir
Kekuatan : 81000
Agility : 81000
Vitalitas : 81000
Stamina : 10/81000
Mana : 1/81000
Sifat : Sombong
"Vampir dan dia adalah satu-satunya yang tersisa." Kata Clue melihat tabel status. "Ahh, apa dia vampir tuan." Vina terkejut mendengar kata Clue, dia tahu ras vampir setelah membaca buku sejarah. "Benar, dia vampir dan peringkat kaisar level 6." Kata Clue. "Ahh." Vina terkejut mendengar kata Clue. "Tapi dia sangat lemah, bahkan kamu bisa membunuhnya." Balas Clue. Vina terdiam mendengar kata Clue.
Clue mengambil pil pemulih stamina dan mana level 2 lalu memberikan di mulut Justina. Clue melihat bahwa Justina menelan pil dan perlahan membuka matanya. "Uhuk, apakah kamu manusia." Justina berkata dengan serak. "Benar, aku manusia." Balas Clue.
"Manusia bisakah kamu menolongku." Justina menatap Clue. "Apa imbalan aku menolongmu." Balas Clue. "Aku akan menjadi pelayanmu." Balas Justina. "Menarik, bagaimana aku bia menolongmu." Tanya Clue. Meski memiliki skill healing hands yang bisa menyembuhkan Justina. Clue berpura-pura bodoh dan ingin tahu bagaimana balasan Justina.
"Ijinkan aku menghisap darah wanitamu." Balas Justina. "Ahh." Vina terkejut. "Apakah kamu akan membunuhnya." Tanya Clue. "Aku tidak akan membunuhnya, tapi jika kamu ingin memberikan nyawa wanita itu kepadaku, aku bersedia kontrak darah denganmu." Balas Justina. "Tuan, jangan dengarkan dia." Vina ketakutan.