Rebirth With System

Rebirth With System
Menjadikan Nana Budak



1 jam kemudian Clue dan Felicia berjalan keluar dari kamar mandi. "Mandilah, setelah itu kita makan di restoran." Kata Clue. 30 menit kemudian Clue, Felicia dan Fitria tiba di sebuah restoran dan mulai memesan makanan.


"Eh kedua anjing itu sangat imut." Kata seorang perempuan berjalan menuju Clue. "Halo adik, apakah kedua anjingmu di jual." Kata wanita berumur 30an. Clue menatap wanita yang tidak kalah cantik dengan Felicia dan berkata. "Maaf tidak jual." "Tawarkan harga, aku akan membelinya." Kata wanita. "Apakah kamu mendengar kata sayangku, si putih dan si hitam tidak dijual." Kata Felicia membentak kepada perempuan. "Heh, baiklah kalau begitu." wanita menatap Fitria dengan tajam sebelum meninggalkan restoran.


Setelah wanita pergi, seorang pemuda berjalan ke arah Clue. "Halo saudara, pacarmu telah menyinggung Nana, sebaiknya kalian meninggalkan kota ini." "Kenapa kami harus meninggalkan kota ini." tanya Clue heran. "Nana adalah anak walikota Samuel dan dia selalu cemburu kepada perempuan yang lebih cantik darinya, kekasihmu telah menyinggung dirinya. Dia akan memanggil ayahnya untuk melakukan sesuatu yang buruk pada kekasihmu." Kata pemuda. "Oh, ini semakin menjadi menarik." Clue menyeringai.


"Terimakasih saudara telah mengingatkan." Kata Clue berterimakasih. "Sama-sama saudara. Banyak orang di kota ini juga tidak suka dengan dirinya, tapi dia anak walikota dan ibunya adalah salah satu elder dalam di akademi paladin. Jadi orang-orang tidak berani menyinggungnya. Jangan lupa untuk segera pergi" kata pemuda meninggalkan restoran.


"Felicia, Fitria kembalilah ke penginapan. Aku akan pergi kerumah Samuel seorang diri." Kata Clue. "Baiklah, cepatlah kembali." kata Felicia. Felicia dan Fitria pergi dengan membawa siputih, si hitam dan pipit yang duduk di bahu Felicia. Clue juga meninggalkan restoran dan berjalan menuju ke rumah Samuel.


Di dalam sebuah ruangan seorang pria paruh baya dan wanita sedang duduk dan mengobrol. "Oh, jadi ada perempuan yang menyinggung putriku." Kata pria setengah baya yang tidak lain adalah Samuel. "Benar ayah. beri dia sebuah pelajaran." Kata perempuan yang tidak lain Nana mendengus.


Sementara itu Clue sudah sampai di depan rumah Samuel. "Hei berhenti." Kata 2 penjaga melihat Clue semakin mendekat. Clue mencibir lalu memukul kedua penjaga. "paa. Paa." Penjaga pingsan terkena pukulan Clue. Clue membuka pintu dan masuk kedalam rumah.


"Wah, rumah ini bagus sekali." Kata Clue sambil berjalan ke ruang tamu. "Hmm, siapa yang berani memasuki rumahku tanpa ijin. Eh, bukankah itu kamu." Samuel terkejut melihat Clue. "Eh, Ayah kenal dia." Kata Nana menatap Clue. "Benar, aku memiliki permusuhan dengannya." Kata Samuel menatap Clue. "Syukurlah, kukira dia teman ayah. Dia adalah kekasih perempuan yang menyinggungku." Balas Nana.


"Oh, jadi begitu. Kebetulan sekali karena kamu sudah disini aku tidak akan membiarkanmu pergi. Mati.!!" Samuel melesat ke arah Clue. Melihat Samuel melesat ke arahnya Clue mencibir dan menampar Samuel. "Paa." Samuel melesat mundur terkena tamparan Clue. Samuel meludahkan darah dan sepotong gigi lalu menatap Clue dengan ketakutan. "Bagaimana mungkin kamu bisa sekuat ini." "Heh, kamu tidak perlu tahu, yang harus kamu tahu. Kamu bisa mati." Clue menyeringai.


"Jangan bunuh ayahku." Nana berteriak dan berdiri di depan Samuel. "Jika kamu membunuhku kamu akan diburu oleh kerajaan Golden swing." Kata Samuel menakut-nakuti Clue. "Oh, aku sudah membunuh walikota di wilayah kota besar, jadi aku pasti akan di buru oleh kerajaan golden swing." Kata Clue mengejek. "Apaa.!! Kamu sudah membunuh walikota lain." Kata Samuel terkejut.


"Hehe benar." Clue menyeringai. "Jika kamu membunuh ayahku, aku akan berkata kepada kekasihku dan kamu akan di buru kemanapun kamu pergi." Kata Nana menggertakan gigi. Mata Samuel bersinar terang dan berkata "Benar nak, apa kamu tahu kekasih putriku adalah pangeran ke 2. Yang telah memberikan posisi walikota kepadaku, dan tidak lama lagi putriku akan menikah dengannya.". "Oh, jadi itu alasannya karna kamu peringkat B level 4 bisa menjadi walikota. Tapi aku akan tetap membunuhmu." Clue menyeringai dan melesat ke arah Samuel.


Clue menampar Nana yang berdiri di depannya dan menebas lengan Samuel. "Crash.' "Argh." "Ayah.". "Hehe, sepertinya aku punya ide." Clue menusuk dantian Samuel. "Cepp." "Tidak.!!" Saat dantiannya ditusuk Samuel menjerit putus asa lalu mengeluarkan seteguk darah dan pingsan "Ayah, kamu telah melumpuhkan dantian ayahku. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Kata Nana memeganggi pipinya. "Hehe, aku juga tidak akan membiarkan kamu pergi." Kata Clue. Badan Nana bergetar mendengar kata Clue.


Clue mengikat kaki Samuel dengan tali lalu memberikan pil pemulihan level 2. Pendaharan di lengan dan dantian Samuel berhenti dan tidak lama kemudian Samuel sadarkan diri. Samuel menatap Clue dengan penuh kebencian dan berkata "Kerajaan golden swing tidak akan membiarkanmu pergi dengan mudah." "Heh, baiklah, aku akan tunjukan sesuatu pertunjukan yang bagus." Clue mulai berjalan ke Nana.


"Jangan mendekat." Nana menjerit saat Clue mendekat ke arahnya. "Sialan, jangan sentuh anakku." Samuel meraung marah. "Jangan" Nana menjerit saat pakaian di robek oleh Clue. Nana hanya seorang peringkat C level 4 jadi tidak berdaya oleh Clue. "********, jangan sentuh anakku." Samuel berteriak. Clue menyeringai dan mulai merobek pakaian Nana. "******** berhenti." Samuel berteriak melihat anaknya akan diperkosa oleh Clue.


Melihat Anaknya pingsan Samuel menjerit. "********, kamu apakan anakku. Cepat bunuh saja aku. Biarkan anakku pergi." "Hehe, sebentar lagi aku akan menunjukan sesuatu yang menarik." Clue menyeringai.


Tidak lama kemudian Nana menatap Clue dan berkata. "Tuan." Samuel terkejut mendengar Nana dan berteriak. "******** kamu apakan anakku." "Hehe, dia sudah menjadi budakku." Clue menyeringai. "Nana kemarilah duduk di pangkuanku." Kata Clue. "Baik tuan." Nana kemudian duduk di pangkuan Clue. "******** sialan, aku bersumpah untuk membunuhmu." Samuel meraung putus asa.


Beberapa menit kemudian Clue melihat Samuel yang sudah putus asa dan berkata. "Nana bunuh ayahmu." Kata Clue. Nana mengangguk lalu berjalan ke arah Samuel. Wajah Samuel sudah terlihat puluhan tahun lebih tua setelah dantiannya ditusuk, dan rambutnya memutih. Saat Nana mendekat ke arahnya Samuel berkata. "Tidak kusangka aku akan mati di tangan anakku sendiri." Kata Samuel bersedih dan air mata mengalir di wajahnya. "Ayah maafkan aku." Kata Nana menangis lalu menusuk jantung Samuel. Samuel meludahkan darah dan mati.


Clue berjalan ke arah Nana dan berkata. "Jangan menangis, kamu sekarang budakku. Tidak akan ada yang akan menyakitimu." "Baik tuan, Nana sangat berterimakasih." Nana menghapus air matanya dan tersenyum. "Baiklah, Aku masih ingin bermain-main dengamu. Ayo ke kamar." Kata Clue setelah mengambil cincin penyimpanan di jari Samuel. "Baik tuan." Nana mengangguk dan menuju ke kamar diikuti Clue.


Sementara itu disebuah kamar penginapan. "Felicia kenapa dia belum juga kembali apa sesuatu terjadi padanya." Tanya Fitria khawatir. "Tenanglah, mungkin dia lagi menyiksa Samuel sekarang." Kata Felicia. Mendengar kata Felicia Fitria mengangguk. Cara menyiksa kekasihnya terlalu kejam.


1 jam kemudian Clue berdir di sebuah kasur dan mulai memakai pakaian serta armornya. "Apakah kamu puas." Tanya Clue kepada Nana yang juga mulai memakai pakaian dan armor. "Sangat puas tuan." Nana menjawab dengan tersipu. "Dimasa depan semua kebutuhan seksualmu pasti akan terpenuhi." Kata Clue. Nana mengangguk dengan wajah merah.


Beberapa menit kemudian Clue kembali ke penginapan diikuti oleh Nana. "Bukankah itu anak walikota mengapa mengikutimu sayang." Tanya Fitria heran. "Sayang apakah kamu menjadikannya budak." Tanya Felicia. "Benar, dia budakku mulai sekarang." Balas Clue.


Saat Felicia hendak mengatakan sesuatu Clue berkata. "Tenang, dia selamanya akan menjadi budak." Kata Clue menambahkan. "Syukurlah kalau begitu." Felicia tersenyum. Sementara Fitria diam, dia tahu Felicia dulunya juga budak oleh Clue dan sekarang menjadi kekasihnya.


"Baiklah, mari pergi meninggalkan kota ini." Kata Clue. Clue Felicia, Fitria dan Nana mulai meninggalkan penginapan. Setelah sampai di luar kota Clue mengendarai Pipit dan menyuruh Pipit pergi sekte angin puyuh. "Aku akan menyusup di sekte angin puyuh sendiri kalian bertiga menungguku di perbatasan kerajaan golden swing bersama si putih dan si hitam." "Baik tuan." Kata Clue. Sementara Felicia dan Fitria mengangguk.


Beberapa jam kemudian Clue tiba di dekat sekte angin puyuh. "Pipit kamu tunggu disini, si putih dan si hitam jagalah mereka bertiga." "Baik tuan." Kata Pipit, si hitam dan si putih. "Sayang berhati-hatilah." Kata Felicia dan Fitria. "Tuan, tolong berhati-hati." Kata Nana. Clue mengangguk.


Clue melihat si putih dan si hitam membesar lalu terbang di langit dengan membawa Felicia, Fitria dan Nana di atas tubuh mereka. Sementara Pipit mengecil dan mendarat di pohon. Clue pun mulai mendekat ke arah sekte angin puyuh.


Clue tiba di luar sekte angin puyuh dan melihat para murid yang keluar masuk sekte. Clue melihat seorang pemuda yang keluar seorang diri dan mulai mengikutinya. Tidak lama kemudian Clue tiba di belakang pemuda. "Siapa kamu." Kata pemuda terkejur melihat Clue tiba-tiba muncul. "bukk." Clue memukul leher pemuda yang membuat dirinya pingsan. Clue mulai melucuti pakaian pemuda.