
"Tunjukan dimana lokasi ayah dan kakekku berada. Sebagai imbalannya aku akan membantumu keluar dari penjara ini." kata Clue. "Benarkah." Napi terkejut mendengar kata Clue. "Aku tidak berbohong." Balas Clue.
"Hei, jika kamu bisa membuat diriku bebas. Aku akan memberimu banyak uang." Seorang pria melihat Clue. "Aku juga akan memberimu uang. Setelah kamu mengeluarkanku dari penjara." Kata pria paruh baya lain. "Aku tidak kekurangan uang." kata Clue. "Maka katakanlah yang kamu mau. Aku akan mengabulkan apapun yang kamu mau." Balas pria paruh baya.
Semua penjaga sipir gugup saat mendengar kata pria paruh baya. Mereka takut Clue membebaskan semua napi yang berada di Nusakambangan. "Maaf, aku tidak tertarik membebaskan kalian." Kata Clue. "Berengsek, jika aku tidak di borgol. Aku bisa bebas dengan mudah memukulmu." Seorang pria berotot dan bertato marah melihat Clue.
"Bodoh." beberapa penjaga sipir berkata saat melihat seorang napi berteriak kepada Clue. "Cling." Clue melambaikan tangannya dan pisau angin membelah borgol pria berotot. "Baiklah, aku sudah melepas borgolmu. Kamu sekarang bisa mencoba memukulku." Kata Clue.
Pria berotot terkejut melihat borgol miliknya terbelah dengan mudah. Pria berotot tahu dirinya terbangkitkan dengan kemampuan tingkat c. Tidak dapat menghancurkan borgol yang terbuat dari perpaduan besi dan tulang monster. Clue dengan santainya melambaikan tangan dan borgol terbelah. Pria berotot menebak Clue adalah manusia terbangkitkan dengan kemampuan tingkat b ke atas.
"Bro. Tolong jadikan aku anak buahmu." Kata pria berotot memohon kepada Clue. Semua penjaga sipir dan napi terkejut melihat pria berotot memohon menjadi anak buahku. Seorang napi tersadar kemudian berkata. "Bro tolong jadikan aku anak buahmu." "Tolong jadikan aku anak buahmu juga bro." Semua napi kemudian memohon kepada Clue.
Semua napi sadar bahwa Clue setidaknya adalah seorang terbangkitkan dengan kemampuan tingkat b keatas. Bahkan penjaga sipir yang terbangkitkan dan memegang senjata api tidak berani untuk menyerang Clue. Sebagian napi juga tahu perbuatan Clue mengalahkan hunter Robert. Tapi mereka tidak tahu bahwa berita Clue membantai ratusan hunter tingkat b.
"Baiklah, karena pemerintah mencoba membunuhku. Aku akan membebaskan kalian semua." Kata Clue melembaikan tangannya kemudian puluhan pisau angin membelah senjata api penjaga sipir. "Ahhh." Semua penjaga sipir terkejut senjata api mereka terbelah menjadi dua.
"Kalian semua tunggulah disini, dan kamu antarkan aku ke tempat ayah dan kakekku berada." Kata Clue. "Baik." Seorang napi mengangguk kemudian berjalan. Clue kemudian mulai mengikuti seorang napi.
5 menit kemudian Clue berada di depan sebuah pintu. "Ayahmu berada dikamar ini, sementara kakekmu berada di situ." Kata napi menunjuk sebuah pintu. Clue kemudian membuat pedang angin dan memotong pintu besi menjadi dua bagian. "Bruak." Pintu terbelah menjadi dua.
"Ayah." Saat pintu terbelah Clue melihat ayahnya sedang terbaring di tempat yang sangat gelap tanpa adanya satu cahaya yang menerangi. "Suara ini, apakah kamu Clue." kata sebuah suara. "Benar yah. Ini aku Clue." Clue mengigit bibirnya kemudian berjalan ke ayahnya.
Clue melihat ayahnya kurus kering dan banyak memar di tubuhnya. "Ayah, aku membuatmu seperti ini." kata Clue sedih melihat kondisi ayahnya. "Jangan khawatirkan aku nak. Khawatirkan kakekmu terlebih dulu." Clue tersadar kemudian melepaskan borgol di kaki dan tangan ayahnya. Clue kemudian merangkul ayahnya keluar.
"Kamu jaga ayahku." Kata Clue kepada napi. "Baik." Napi mengangguk dan memegang ayah Clue. Clue kemudian membuat pedang angin dan membelah pintu lain. "Bruak." Pintu menjadi dua. Clue masuk ke dalam dan melihat kakeknya sedang terbaring di lantai.
"Kakek." Clue menjerit melihat kakeknya. "Aku sangat hafal suara ini. Apakah aku berhalusinasi bertemu cucuku." Kata kakek Clue. "Ini aku kek." Kata Clue kemudian melepaskan borgol di kaki dan tangan kakeknya dengan mudah. Clue kemudian membawa kakeknya keluar.
Clue terkejut melihat kakeknya menutup mata dan memeriksa denyut nadi serta nafasnya. Setelah memeriksa denyut nadi dan nafas kakeknya. Badan Clue tiba-tiba gemetar.
"Kakek." Clue berteriak dan menangis dengan sangat keras.
Ayah Clue terkejut melihat Clue berteriak dan menangis. "Ayah." Ayah Clue menangis dan berjalan ke arah Clue dengan napi disampingnya. "Ayah, kakek telah meninggal." Kata Clue menangis melihat ayahnya. "Aku tahu Clue." Ayah Clue mencoba untuk berhenti menangis melihat ayahnya meninggal.
5 menit kemudian Clue mengusap air matanya dan berkata. "Ayo pergi. aku akan membunuh orang yang menyiksa kakekku." Kata Clue menggendong kakeknya diikuti ayahnya dan seorang napi.
5 menit kemudian Clue kembali dan melihat ratusan napi dan puluhan penjaga sipir. "Aku tanya, siapa diantara kalian yang menyiksa ayah dan kakekku." Clue menjerit dan mengeluarkan auranya.
"Uhhh." Ratusan napi dan puluhan penjaga sipir merinding ketakutan saat merasakan aura Clue. "Jika tidak ada yang mengaku. Aku akan membunuh kalian semua." Kata Clue lalu membuat 71 panah angin. "Tunggu, 10 orang ini yang menyiksa ayah dan kakekmu." Kata seorang wanita panik menunjuk beberapa orang.
"Sialan." 10 orang yang ditunjuk wanita panik. "Apa itu benar yah, hanya 10 orang yang menyiksamu." Tanya Clue. "Aku tidak tahu, karena saat disiksa. Mataku ditutup." Ayah Clue menggeleng.
"Karena ayahku tidak tahu, kalian semua bisa mati." kata Clue. "Aku mohon jangan bunuh diriku. Aku mempunyai seorang anak yang menungguku dirumah." Wanita berlutut memohon kepada Clue. Para penjaga sipir mulai saling melihat dan mulai berlutut dan memohon. "Aku mohon jangan bunuh diriku. Aku mempunyai istri dan seorang anak yang menungguku di rumah." kata para penjaga sipir.
"Percuma kalian memohon. Kalian semua telah membuat kakekku meninggal." Clue marah kemudian mengarahkan 71 panah angin yang melayang di udara kepada para penjaga sipir. "Ahhh." "Ahhh." Semua penjaga sipir terbunuh dan menyisahkan 1 wanita yang berlutut di tanah.
"Glek." Semua napi meneguk air liur melihat Clue dengan mudahnya membantai puluhan penjaga sipir. Para napi tahu semua penjaga sipir adalah seorang yang terbangkitkan dengan kemampuan tingkat d dan c. Mereka semua terbunuh dengan mudah oleh Clue dengan panah anginnya.
"Kamu berikan kunci dan lepaskan borgol para napi." Kata Clue melihat wanita. "Ahh baik." Wanita ketakutan mengangguk dan mulai melepaskan borgol napi satu persatu. 30 menit kemudian wanita telah melepaskan semua borgol para napi. "Aku sudah melepaskan semua borgol mereka." kata wanita ketakutan melihat Clue.
Clue melirik tubuh wanita dan berkata "Jika kamu ingin hidup, sebaiknya ikuti aku." "Ahh baik." Wanita mengangguk. Clue melihat ke sebuah dinding kemudian matanya berubah menjadi hijau. Clue kemudian mengayunkan tinjunya dan hembusan angin kencang muncul. "Boomm." Dinding hancur dan berlubang oleh pukulan Clue. "Glek." Semua napi meneguk air liur melihat Clue dengan mudahnya menghancurkan dinding. "Semua ikuti aku." Kata Clue berjalan ke arah dinding yang hancur di ikuti ayahnya, wanita penjaga sipir dan ratusan para napi.