
Semua orang di dalam ruangan tidak setuju dengan yang dikatakan wanita berambut coklat. "Meskipun aku juga tidak ingin menghapus namaku. Tapi bertahan hidup jauh lebih penting dari segalanya." Wanita berambut coklat melihat semua orang. Semua orang mengigit bibir mereka saat mendengarkan kata wanita berambut coklat. "Aku akan memberikan waktu pada kalian untuk berpikir sampai besok. Saat ini kucing pembunuh itu sudah berada di lantai 90." Kata wanita berambut coklat berjalan pergi. Semua orang di dalam ruangan mencengkram tinju mereka.
Saat ini wanita berambut coklat berada di sebuah ruangan kemudian berteriak. "Ahhhh, mengapa aku membawa kehancuran pada keluargaku." Wanita berambut coklat meneteskan air matanya. "Wanita berambut coklat melihat sebuah lukisan wajah di ruangannya dan berkata. Kakek, maafkan cucumu ini yang menghancurkan keluarga yang telah kamu jaga selama ribuan tahun." wanita berambut coklat menangis.
5 Hari telah berlalu, saat ini Clue berada di lantai 91 dan melihat sebuah villa yang begitu besar. "Lantai 91 adalah tempat tinggal keluarga Smith, karena mereka berani melawanku. Maka aku akan menghancurkan keluarga mereka." Clue menyeringai kemudian berjalan ke arah Villa dengan bentuk kucingnya.
Sementara itu di sebuah ruangan. "Kucing itu sudah naik ke lantai 91." Kata seorang pria. Semua orang di dalam ruangan memiliki ekspresi buruk mendengar kata pria. "Booom!." Semua orang mendengar suara ledakan. "Keluarga Smith, kalian semua keluarlah. Aku Clue ingin membuat perhitungan kepada kalian semua." "Semuanya jangan takut padanya. Lebih baik kita mati dari pada menghapus nama kita." Teriak seorang pria. "Benar, ayo kita lawan kucing itu." Semua orang yang berada di dalam ruang berjalan pergi.
Clue yang berdiri di depan villa melihat puluhan ahli tingkat kaisar muncul. "Apa kalian semua sudah siap untuk mati." aura hitam keluar dari tubuh Clue dan membentuk tengkorak hitam raksasa. "Woaarrr." Tengkorak hitam menjerit.
Puluhan ahli tingkat kaisar gemetar ketakutan saat mendengar teriakan tengkorak hitam. "Apa kucing itu sebenarnya dewa kematian." Seorang pria ketakutan saat menatap tengkorak hitam. "Baiklah, karena keluarga kalian berani mengirim demi god untuk membunuhku. Maka aku akan membunuh kalian semua." Clue menyeringai.
"Tunggu." Clue mendengar teriakan dan melihat 1 wanita serta dua pria yang melayang turun dari langit. "Pemimpin." Semua orang berteriak melihat wanita berambut coklat. "Pemimpin bukankah kamu sudah pergi." seorang pria bertanya. "Aku tidak bisa pergi, jika kalian masih berada di lantai ini. Terlebih lagi aku Mary Smith pemimpin keluarga Smith generasi ketiga." Wanita berambut coklat tersenyum. "Pemimpin." Semua ahli tingkat kaisar menahan air mata mereka yang hendak mengalir turun.
"Hahaha, jadi kamu pemimpin keluarga Smith." Clue tertawa kemudian berubah menjadi manusia. "Benar, aku pemimpin keluarga Smith." Wanita berambut coklat menatap Clue. "Sayang sekali kamu telah memilih jalan yang salah. Kamu telah menyinggung diriku yang membuat keluargamu akan terhapus dari menara ini selamanya." "Woaarr." Tongkorak hitam meraung kemudian menebaskan pedang hitam ke arah puluhan ahli tingkat kaisar.
"Jaden, Sam bantu aku tahan serangan ini." teriak wanita berambut coklat. "Baik pemimpin." "Booomm." Ledakan besar terjadi. Clue melihat 3 demi god berhasil menahan serangannya. "Pemimpin apa kamu baik-baik saja." tanya seorang wanita. "Aku baik-baik saja. Kalian cepat lari disini." Wanita berambut coklat mengusap darah di bibirnya.
Semua puluhan ahli tingkat kaisar mencengkram tinju mereka. "Pemimpin, ketua Jaden, ketua Sam pergilah dari sini. Kami akan menahan kucing ini." puluhan ahli tingkat kaisar berdiri di depan Mary, Sam dan Jaden. "Kalian." Mary mengigit bibirnya melihat tindakan semua orang.
Clue yang melihat sikap puluhan ahli tingkat kaisar berkata. "Jika kalian setuju untuk menjadi budakku selama seratus tahun, maka kalian bisa hidup." "Berengsek, aku tidak ingin menjadi budakmu." Teriak seorang pria. "Kalau begitu kau bisa mati." Clue menggerakan jarinya kemudian tubuh pria tiba-tiba terbakar. "Ahhhh." Pria berteriak saat api hitam membakar tubuhnya. Beberapa detik kemudian tubuh pria menghilang seutuhnya tanpa menyisahkan sedikitpun tulang.
"Berengsek, berani kamu membunuh suamiku." Teriak seorang wanita melesat ke arah Clue. "Lemah." Clue menjentikan jarinya kemudian hembusan angin muncul. "Crash." "Crash." Tubuh wanita menjadi beberapa potongan.
Badan puluhan ahli tingkat kaisar gemetar saat melihat tubuh wanita menjadi beberapa potongan. "Ayo kita bunuh kucing itu." Teriak seorang pria. "Karna kalian sangat ingin mati, aku akan mengabulkan permintaan kalian."Clue menyeringai. "Kalian semua berhenti." Teriak Mary wanita berambut coklat.
"Bisakah kamu berhenti untuk membunuh anggota keluargaku." Mary mencengkram tinjunya. "Jika keluargamu tidak menyerangku di lantai 70. Hal ini tidak akan terjadi pada keluargamu sekarang." Clue menatap pria yang berdiri di samping wanita berambut coklat.
Pria melihat Clue menatap dirinya dan berkata. "Jika kamu membunuhku, apa kamu akan mengampuni keluarga Smithku." "Paman." "Ketua Jaden." Mary dan semua orang menjerit. "Tidak, aku tidak akan mengampuni keluarga Smithmu. Jika aku lebih lemah dari kalian, mungkin kalian tidak akan bersikap seperti ini." Clue melihat semua orang.
Mary dan semua ahli tingkat kaisar terdiam. Yang Clue katakan adalah kebenaran, jika mereka tahu bahwa Clue adalah demi god. Mereka tidak akan berani menyerang Clue. Terlebih lagi Clue mempunyai benda yang dapat menyegel kekuatan demi god.
"Di dunia manapun yang lemah selalu di tindas dan yang kuat selalu berkuasa." Clue melihat semua ahli di depannya. "Baiklah, aku akan memberikan kalian waktu 10 detik untuk berpikir. Jika kalian tidak setuju menjadi budakku. Aku akan membunuh kalian semua." Clue menyeringai.
"Aku setuju untuk menjadi budakmu." Mary melihat Clue. "Pemimpin." Puluhan ahli tingkat kaisar terkejut pemimpin mereka begitu mudahnya setuju untuk menjadi budak Clue. "Aku juga setuju untuk menjadi budakmu. Demi god dapat hidup selama 1 juta tahun, 100 tahun menjadi budakmu tidak masalah." kata pria yang tidak lain Sam Smith. "Aku juga setuju menjadi budakmu." Kata Jaden Smith.
"Baiklah, aku setuju untuk menjadi budakmu." Teriak seorang pria. "Aku juga setuju untuk menjadi budakmu." Kata pria lain. "Maaf, aku tidak tertarik memiliki budak lemah seperti kalian." Clue melihat semua ahli tingkat kaisar. "Kamu." Semua ahli tingkat kaisar menatap Clue.
"Apa yang kamu inginkan, mereka semua sudah setuju untuk menjadi budakmu. Apa kamu berencana membunuh mereka semua." Mary berteriak kepada Clue. "Kalian semua hanya perlu bersumpah untuk setia padaku, beda dengan kalian bertiga. Aku akan memberikan segel jiwa pada kalian." Clue melihat Mary, Sam dan Jaden.
"Baiklah, kalian bersumpahlah untuk setia padanya." Teriak Mary. "Aku bersumpah untuk setia terhadap tuan kucing." teriak seorang pria. "Namaku Clue bajingan. Aku memiliki nama." Clue menatap pria. "Ahh, aku bersumpah setia terhadap tuan Clue." "Aku juga bersumpah setia terhadap tuan Clue." semua ahli kemudian mulai bersumpah untuk setia kepada Clue.
Melihat semua ahli tingkat kaisar sudah bersumpah setia kepadanya Clue melihat 3 demi god. "Kalian bertiga kemarilah." Mary, Sam dan Jaden berjalan ke arah Clue. Clue melukai jarinya kemudian menyentuh dahi Mary, Sam dan Jaden. "Kontrak budak aktifkan." "Uuhh." 3 demi god memegangi kepala mereka.
"Baiklah, kalian bertiga saat ini sudah menjadi budakku. 100 tahun lagi, aku akan melepaskan segel itu." Clue melihat Mary, Sam dan Jaden. "Baiklah, karena kalian semua sudah menjadi pengikutku, cepat keluarkan semua barang beharga kalian. Jika aku menemukan satu buah jarum yang bahkan kalian sembunyikan. Aku akan menghukum kalian." Clue menyeringai. Semua ahli tingkat kaisar memiliki ekspresi buruk mendengar kata Clue.
3 demi god kemudian mulai mengeluarkan barang-barang mereka. melihat 3 demi god mengeluarkan barang beharga mereka. Semua ahli tingkat kaisar juga mengeluarkan barang-barang mereka. "Apa di rumah kalian masih menyimpan barang berharga." Tanya Clue. "Tidak ada, aku telah membagi kepada semua orang." Mary melihat Clue.