Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bertemu Fitria Dan Rosita



1 Bulan telah berlalu, saat ini Fernando dan Clue sedang berada di sebuah restoran. "Tidak buruk Clue, selama 1 bulan kamu meningkat 5 level." Kata Fernando. "Hehe, ini semua berkat kakak. Tanpa kakak aku sekarang pasti sudah mati." Clue tertawa.


Fernando melihat seorang perempuan yang memasuki restoran dan bergumam. 'Sepertinya aku mengenalnya.' Fernando mulai mengingat kenangan dan bergumam. 'Ternyata dia adalah salah satu pelayanku yang terbunuh di hari pernikahan sama seperti Angel, Bunga dan Cindy.'


Fernando bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah perempuan. "Halo." Kata Fernando. Perempuan melihat ke arah Fernando dan berkata. "Apa ada yang ingin kamu bicarakan." Perempuan waspada karena tidak bisa melihat kekuatan Fernando.


"Kalau boleh tau siapa namamu." "Aku Rosita." Balas perempuan. "Kamu mengingatkanku pada orang yang kukenal, dan aku memiliki hutang padanya. Jadi ambilah ini." Fernando melemparkan cincin penyimpanan kepada Rosita. "Hei, kenapa kamu memberikannya padaku." Rosita bingung. "Orang yang kukenal sudah mati. jadi aku memberikannya padamu." Fernando tersenyum.


"Clue, ayo pergi." kata Fernando. "Baik kak." Clue mengangguk kemudian mengikuti Fernando meninggalkan restoran. Melihat Fernando pergi Rosita berkata. "Orang yang aneh." Saat melihat isi di dalam cincin Rosita terkejut. "Ribuan pil level 1 dan ratusan pil level 2. Orang yang mirip diriku pasti wanita kaya."


"Kemana kita akan pergi kak." Tanya Clue. "Tentu saja pergi untuk membunuh monster. aku akan membuat dirimu bertambah kuat dengan cepat." balas Fernando. "Terimakasih kak." Clue tersenyum.


1 Bulan lagi telah berlalu saat ini Fernando sedang duduk di sebuah batu dan melihat Clue yang bermeditasi. "Buzzz." Angin kencang berhembus dari tubuh Clue. "Kak, akhirnya aku menerobos peringkat B." kata Clue senang. "Bagus, tidak lama lagi kamu bisa membalasakan dendammu Clue." Fernando tersenyum. "Krekkk." Clue mengepalkan tangannya dan berkata. "Aku tidak akan mengampuninya."


"Tenangkan dirimu." Fernando menepuk bahu Clue. "Maaf kak, aku terbawa emosi." Clue menghela nafas. "Baiklah, ayo kita pergi." "Baik kak." Balas Clue.


20 menit kemudian Fernando dan Clue tiba di sebuah kota. Fernando masuk ke dalam toko diikuti oleh Clue. "Halo, apa ada yang bisa saya bantu." Kata seorang perempuan melihat Fernando dan Clue. Fernando melihat perempuan dan bergumam. "Fitria akhirnya aku bisa melihatmu kembali."


Fernando berjalan ke arah perempuan dan berkata. "Aku ingin membeli seratus pil level 3." "1 Pil level 3 seharga seribu coin emas. Jadi 1 juta coin emas untuk 100 pil level 3." Balas perempuan. "Ini." Fernando memberikan cincin. Perempuan memeriksa cincin dan berkata. "Baiklah, tunggu sebentar." Perempuan masuk ke dalam toko. Melihat perempuan masuk ke dalam toko Fernando bergumam. "Aku berharap kamu menemukan pria yang lebih baik dariku." Fernando menepuk pundak Clue dan menghilang. Perempuan kembali dan melihat Fernando dan Clue tidak ada. "Kemana mereka berdua pergi."


20 menit kemudian seorang pria mengecek kondisi Ye Jin dan berkata. "Dia keguguran." "Ahhh." Fiona dan Indah terkejut. "Aku harap Clue tidak akan marah mengetahui dia keguguran." Daus menghela nafas. "Clue tidak akan terlalu peduli meski dia keguguran." Kata Adrian melihat Ye Jin. "Di masa lalu mantan pacar Clue selalu menggugurkan kandungan mereka. Karena Clue tidak ingin mempunyai anak." Fiona dan Indah menghela nafas mendengar kata Adiran. Mereka berdua sudah tau perbuatan Clue dimasa lalu.


Keesokan harinya Fernando telah kembali ke Jakarta dan melihat Ye Jin sedang berbaring di ranjang. "Ada apa denganmu. Kamu tidak seperti biasanya tidur di siang hari." kata Clue duduk dan melihat Ye Jin. "Hiks, hiks." Ye Jin menangis melihat Clue. "Mengapa kamu menangis." Tanya Clue. "Aku keguguran." Balas Ye Jin.


"Oh, keguguran. Aku pikir kenapa. Tidak perlu bersedih, kita cukup berhubungan badan lagi. lalu kamu akan hamil lagi." kata Clue mengelus pipi Ye Jin. Ye Jin berhenti menangis mendengar kata Clue. Melihat Ye Jin yang berhenti menangis Clue berkata. "Kalau begitu ayo kita buat anak lagi." Clue mencium bibir Ye Jin. "Emmm." Ye Jin mengerang dan memeluk Clue.


1 Bulan telah berlalu saat ini Fernando sedang berada bersama Clue di sebuah restoran. Saat hendak makan Fernando melihat 3 pria paruh baya memasuki restoran. Saat melihat 3 pria Fernando bergumam. "Aku tidak menyangka akan bertemu mereka bertiga yang telah membunuh Angel, Bunga dan Cindy."


"Sigh, aku tidak boleh terbawa emosi. Aku telah membunuh mereka bertiga di dalam mimpi. Terlebih lagi mereka saat ini mereka tidak mengenaliku." Fernando menghela nafas. "Hei, apa kamu punya masalah dengan kami. Aku lihat kamu dari tadi melihat ke arah kita." Kata seorang pria paruh baya berjalan ke arah Fernando.


"Tenang Clue, kendalikan amarahmu." Fernando bergumam. "Paman, kita mempunyai mata. Kita berhak melihat kemana saja." kata Clue. "Berengsek, aku tidak bertanya padamu." Pria melayangkan tinjunya ke arah Clue. Namun di tangkap oleh Fernando.


"Awalnya aku tidak ingin membunuh kalian, tapi sepertinya itu tidak mungkin." Fernando jengkel kemudian melambaikan tangannya. "Crashhh." Kepala pria terpotong. "Ahhhh." Seorang wanita menjerit melihat Fernando membunuh pria.


"Berengsek, kamu membunuh Aren." Teriak dua pria paruh baya. "Tidak perlu berteriak, kalian berdua juga akan mati." Fernando muncul di depan dua pria dan mencengkram leher mereka. "Krakkk." "Krakkk." Dua pria mati dengan leher yang patah.


"Ayo pergi Clue, ***** makanku sudah hilang." Kata Fernando "Baik kak." Clue mengangguk. Fernando dan Clue kemudian berjalan keluar dari restoran. Melihat Fernando pergi pelayan restoran berkata dengan gugup. "Dia dengan mudah membunuh 3 ahli peringkat A level 5, seberapa kuat dirinya."