
"Duar, duar." Semua hunter mendengar suara dan melihat ke langit. "Naga petir." "Woarr." Naga petir melesat ke arah semua hunter dengan cepat. "Booom." Ledakan besar terjadi. Tidak lama kemudian Clue berjalan dari kumpulan asap dan melihat tanah yang hangus. "Ratusan nyawa terbuang sia-sia." Kata Clue melihat ratusan mayat yang tergeletak hangus di tanah.
"Jika ada seseorang yang tahu kejadian ini dan menyebarkan berita. Maka aku akan di cap sebagai pembunuh berantai tingkat dunia." Clue menggeleng kemudian berjalan. Tidak lama setelah berjalan Clue merasakan seseorang yang berlari menuju arahnya. "Apakah dia berlari kemari setelah mendengar suara ledakan."
Saat ini di dalam dungeon yang berjarak 1000 meter dari lokasi Clue. "Apakah kalian tahu suara ledakan apa itu barusan." Kata seorang pria. "Bukankah wakil ketua Prasetyo sudah pergi barusan untuk memeriksa apa yang terjadi disana." Balas seorang pria.
"Lalu bagaimana jika itu suara ledakan yang di buat oleh hunter Fernando. Bukankah suara itu mirip seperti ledakan naga petir kemarin." Kata seorang pria. "Sial, jika itu Fernando. Semua orang akan dalam bahaya." Kata Deni panik kemudian menghilang. "Semuanya ayo kita periksa secara bersama." Kata pria berkacamata.
Clue yang saat ini berjalan melihat pria berotot berhenti di depannya. "Dimana semua hunter tingkat b yang sedang beritirahat." Kata pria berotot melotot kepada Clue. "Maksud kamu mereka." Clue menunjuk mayat ratusan hunter yang hangus tergeletak di tanah. Pria berotot terkejut melihat mayat ratusan hunter yang persis dengan warna tanah dan berteriak.
"Bajingan, aku akan membunuhmu." Pria bertotot tiba-tiba berubah menjadi beruang bewarna putih. "Kemampuan transformasinya sama seperti di mimpiku." "Wushh." Clue melihat beruang muncul di depannya dan memukul dirinya. Clue menangkis pukulan beruang dengan tangannya. Namun Clue tetap terlempar sejauh 10 meter."
"Sungguh pukulan yang kuat." Clue merasakan tangannya kesakitan akibat menahan pukulan beruang. "Mati bajingan." Beruang muncul di depan Clue dan sekali lagi memukul Clue. "Aku tidak akan meremehkanmu." Tangan Clue diselimuti tanah dan menangkis pukulan beruang. "Crakk." Tanah hancur dan Clue berjalan mundur 2 meter.
"Prasetyo apa yang terjadi." Clue melihat Deni muncul di dekat Prasetyo. "Lihatlah, dia membunuh ratusan hunter tingkat b." Prasetyo menunjuk ratusan mayat di tanah. Deni melihat tanah dan terkejut bahwa ada ratusan mayat di tanah. "Bajingan. Kamu sungguh pembunuh berdarah dingin. Aku tidak akan memafkanmu. Aku akan membunuhmu." Deni mengeluarkan belati kemudian menghilang.
"Huh." Clue mencibir kemudian berbalik dan memukul kebelakang. "Crashh." "Bukk." Deni berhasil melukai tangan Clue. Namun Deni juga terpukul tepat di wajah. "Sial." Deni muncul di samping Prasetyo dan menyentuh mulutnya yang berdarah.
"Kalian berdua apa yang terjadi." Semua orang tiba. "Lihat, dia membunuh ratusan hunter." Deni berteriak dan menunjuk ratusan mayat di tanah. Semua orang melihat mayat di tanah dan terkejut. "Bajingan. Semua orang ayo bunuh dia." Teriak wanita.
"Hahaha. Apa kalian bisa berpikir untuk membunuhku." Clue tertawa. "Mungkin kalian yang akan mati disini. Aku sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan kalian." Clue menyeringai Kemudian tubuhnya diselimuti api, air, angin, petir dan tanah.
"Duar, duar." Semua hunter mendengar suara dan melihat naga petir yang muncul di langit. "Kemampuan ini lagi." kata pria berkacamata jengkel. "Haha, kali ini bukan cuma satu naga. Melainkan dua." Satu naga petir lagi muncul dari langit. "Sialan. Deni, Robert serang dia. gagalkan serangannya." Teriak pria berkacamata. Dia tahu seberapa kuat serangan naga petir.
Clue melihat dua pria muncul dan hendak menyerangnya dengan belati. "Huh." Clue menyelimuti dirinya dengan dinding tanah. "Crashh." Deni dan Robert mengores dinding tanah Clue.
Tidak lama kemudian Clue berjalan terengah-engah dan berkata. "Kalian sungguh bodoh karena melawanku." Clue berlari dengan cepat ke arah lubang dungeon. "Uhuk-uhuk." Semua hunter terluka parah akibat dampak ledakan. "Sial, kita terlalu meremehkannya." Kata Prasestyo kembali ke bentuk aslinya dan melihat badannya terluka. "Kemampuannya sungguh hebat. mungkin dia hunter tingkat s puncak." Kata pria berkacamata dengan wajah pucat.
"Ughh, aku tidak menyangka dia akan sekuat ini." kata Deni. "Kalian yang terluka jangan bergerak. Aku akan menyembuhkan kalian." Kata wanita. "Apa kita akan keluar dungeon dan mencarinya." Kata seorang pria. "Kita harus mencarinya. Dia lebih berbahaya dari pada monster dungeon ini. Kita juga perlu melaporkan dia telah membunuh semua hunter tingkat b." kata Robert. "Aku setuju dengannya." Kata pria berkacamata.
Saat ini Clue telah keluar dari dungeon dan bersembunyi di sebuah rumah kosong. "Baiklah, aku akan memulihkan manaku. Tanpa menyerap energy alam di dalam kristal." Kata Clue memejamkan mata dan berkultivasi.
6 jam telah berlalu saat ini seluruh Indonesia dikejutkan oleh Clue yang membantai ratusan hunter tingkat b. "Bajingan dia membunuh ratusan hunter tingkat b tanpa ragu." kata pria paruh baya. "Kita harus menemukan dirinya dan membunuhnya." Kata pria berbaju hijau. "Dia bahkan dapat mengalahkan 4 hunter tingkat s dan 50 hunter tingkat a. Bagaimana kita bisa membunuhnya." Kata wanita paruh baya. "Bagaimana jika kita membunuhnya dengan bom nuklir." Kata seorang pria. "Kamu bodoh. Kota Jember akan hancur jika terkena nuklir." Kata wanita paruh baya.
"Hmm, suruh semua warga di Jember. Untuk meninggalkan kota Jember. Bilang kepada mereka kita tidak bisa menyelesaikan dungeon tingkat s. Lalu kemungkinan dia akan memasuki dungeon. Setelah dia memasuki dungeon dan melihat dirinya keluar. Kita serang dia dengan nuklir." Kata pria berjaz hitam. "Apa tidak masalah mengorbankan kota Jember presiden." Kata pria paruh baya.
"Bukankah kamu sudah dengar kemarin bahwa 4 hunter tingkat s mengatakan hanya bisa menyelesaikan sampai di tahap 2. Mereka bertarung mati-matian di tahap ke dua. Dan melarikan diri saat bertarung melawan 40 monster tingkat s di tahap ketiga. Saat monster keluar dari dungeon, kota Jember pasti akan hancur." Kata pria yang di panggil Presiden.
Pria paruh baya teridam mendengar kata Presiden. "Terlebih lagi aku mendengar Hunter Daus baru saja tiba di bandara dan hendak pergi ke luar negeri." Kata Presiden. "Apa." Semua orang di dalam ruangan terkejut mendengar kata presiden. "Sialan, dia tidak tahu terimakasih. Dia tidak peduli dengan negaranya sendiri." Pria paruh baya marah.
"Baiklah, sebentar lagi aku akan mengumumkan secara live bahwa dungeon tingkat s tidak bisa diselesaikan karena Fernando membunuh ratusan hunter tingkat b dan hunter Daus yang tidak ingin berpatisipasi dalam menjelajahi dungeon." kata Pria yang di panggil presiden. "Baik pak." Balas semua orang di dalam ruangan.
Saat ini Clue melayang di udara dengan membawa tas di punggungnya. Clue melihat lubang dungeon tidak dijaga sama sekali dan berkata. "Apa mereka sudah menyerah dalam menyelesaikan dungeon." Clue berpikir. "Heh, aku tidak peduli. Tujuankau hanyalah berburu monster dan bertambah kuat." Kata Clue memasuki dungeon.
Waktu perlahan berlalu sudah 3 hari Clue berada di dalam dungeon. Clue duduk di sebuah batu dan menyentuh sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 450 yang muncul." Aku telah membunuh 40 shadow di tahap ketiga dan mendapatkan 32 kristal. "Aku sudah menyerap 22 kristal. Kekuatanku saat ini adalah 450. Aku juga bisa berteleportasi dalam jarak 30 meter." Kata Clue tersenyum.
"Apa aku perlu menyelesaikan dungeon ini. Atau membiarkan monster keluar dari dungeon." Clue berpikir. "Banyak manusia tidak bersalah di kota Jember. Aku tidak boleh melibatkan manusia tidak bersalah. Tapi prinsipku tetap satu, aku akan membunuh. Siapapun yang berani menyerangku." Kata Clue.