Rebirth With System

Rebirth With System
Pendaftaran Tournament



Dinda tersenyum dan berjalan di samping Clue. Sudah lima hari Clue berada di istana dan Dinda selalu berusaha untuk mendekati Clue. Namun saat Dinda mendekati Clue, ketiga kekasih Clue selalu mengusir Dinda dengan berbagai alasan.


Tidak lama kemudian Clue bertemu dengan tiga kekasihnya. "Huh, mengapa kamu selalu mendekati kekasih kita." Dengus Fitria saat melihat Dinda. "Hmm, pangeran Clue saja tidak melarangku, kenapa kamu yang sinis." Dinda mengejek.


"Baiklah, Pendaftaran Turnament akan segera dimulai ayo kita berangkat." Kata Clue kepada ketiga kekasihnya. Mereka bertiga mengangguk dan berjalan di samping Clue. Felicia mendorong Dinda dan memegang lengan Clue. "Huhh." Dinda hanya mendengus dan mengikuti Clue dari belakang. Clue yang melihat sikap Felicia hanya bisa menggeleng dan terus berjalan.


"Halo bro Clue. Apakah kamu akan pergi ke alun-alun kota." Clue melihat dua pria berumur 30an di depannya. "benar, Aku akan pergi ke alun-alun kota pangeran Ken." Clue membalas. Selama 5 hari di kerajaan tiger, Clue sudah mengetahui semua silsilah kerajaan Tiger. Kedua pria di depannya adalah anak Raja Beni dan kakak Dinda. Meski umur mereka terlihat 30an mereka berdua sudah berumur 100 lebih. Terutama yang disebut Ken. Hampir berumur 200 tahun.


"Hehe, baiklah ayo kita berangkat bersama." Kata pria disebelah pangeran Ken. "Baiklah, ayo pergi." Balas Clue lalu mengikuti kedua pria di depannya.


Tidak lama kemudian Clue sampai di alun-alun dan terkejut dengan yang dilihatnya. Alun-alun yang 5 hari kosong sekarang telah menjadi colloseum seperti di roma. "Ahli di dunia ini sangat menarik." Gumam Clue. Dia tahu bahwa ahli yang mengusai elemen tanah bisa membuat colloseum dengan sangat mudah.


"Pangeran, Tuan putri." Saat Clue dan rombongan tiba di colloseum dia disambut oleh beberapa penjaga yang menjaga pintu masuk. "Apakah pendaftaran turnament sudah dimulai." Tanya pria disebalah pangeran Ken. "Belum pangeran Kane. Tuan Dika masih menunggu pangeran untuk memulai pendaftaran." Balas penjaga. "baiklah kalau begitu." Balas pangeran Kane lalu memasuki colloseum.


Clue, kekasihnya serta Dinda mengikuti kedua pria memasuki colloseum. Clue melihat Ken dan Kane berjalan ke sebuah panggung yang tersedia 10 kursi untuk duduk. Clue berjalan menuju panggung.


"Ah, lihat itu pangeran Ken, Kane dan putri Dinda." Teriak salah satu penonton melihat Ken, Kane dan Dinda berjalan ke panggung. "Benar, apakah pemuda yang bersama mereka adalah anak ratu Rapunsel si jenius yang sudah mencapai peringkat A level 1 di usia 27 tahun." Teriak orang lain. "Benar, kurasa itu dia, menurut rumor dia mempunyai ketiga kekasih, dan salah satunya seorang elf, dan wanita yang bersamanya adalah seorang elf."


Tidak lama kemudian Clue dan kekasihnya sudah duduk di atas panggung. Clue melihat arena berbentuk persegi seluas 20x20 meter dan terdapat 11 sebelas orang di tengahnya. Sementara di samping 10 orang terdapat 10 bola kristal bewarna putih. Clue sangat penasaran dengan bola kristal itu.


Clue melihat pria tua yang berada di tengah arena melihat ke arahnya. Pria tua itu adalah Dika penasehat kerajaan tiger dan juga kakak raja Beni. Karena Dika tidak berbakat di kultivasi itulah yang menyebabkan wajahnya seperti orang tua terlebih lagi dia menerobos ke peringkat A level 1 dalam umur 600 tahun dan sekarang dia berumur 1000 tahun mencapai peringkat A level 4.


"Baiklah semuanya pendaftaran Turnament antar 3 kerajaan besar yang di adakan 5 tahun sekali akan di buka. Kuberi tahu sekali lagi maximal usia pendaftar adalah 50 tahun, jika ada orang yang melanggar peraturan, dan umurnya lebih dari 50 tahun kultivasinya akan dilumpuhkan." Kata Dika. "Menarik, dia memakai skill yang mengeraskan suaranya." Clue mengangguk saat mendengar suara Dika yang keras.


"Baiklah, jika kalian ingin mendaftar tournament naiklah ke arena. Tapi ingat kalian harus naik secara bergantian dan hanya sepuluh orang yang bisa naik ke arena. Jika kalian melangar akan ada konsekkuensi yang serius." Kata Dika.


Setelah Dika selesai berbicara lalu ada beberapa orang yeng melesat ke arena. Kemudian semakin banyak yang melesat "Ahh, sudah 10 aku akan menunggu di luar arena." Kata pemuda melihat slot sudah pass lalu menunggu di luar arena. "Baiklah, kalian semua taruh tangan kelian di bola kristal." Kata Dika.


10 ahli yang ingin mendaftar tournament menaruh tangannya di bola kristal. Lalu ahli yang berdiri di samping bola kristal berteriak satu persatu. Umur 27 lolos, umur 49 lolos, umur 38 lolos." Kemudian Ahli di samping bola kristal memberi kartu pada ahli yang memenuhi persyaratan pendaftaran. "Itu adalah nomor kalian, jangan sampai hilang. Pendaftar selanjutnya." Kata Dika.


Ahli yang lolos pendafataran kemudian turun dari arena dan 10 ahli lain naik ke arena dan menuju ke arah bola kristal. Kemudian mereka semua menaruh tangannya di bola kristal. "Umur 30 lolos, umur 45 lolos, umur 48 lolos.".


Clue yang melihat ahli mendaftar mengangguk dan bergumam. "Menarik, ada sebuah bola kristal yang bisa mendeteksi umur seseorang." "Hehe, bola kristal itu di buat oleh black smitt level 4 dan ahli prasasti level 4 bro Clue." kata pangeran Ken. "Tapi masih ada batasan pada bola kristal, itu hanya bisa mendeteksi ahli yang di bawah umur 100 tahun." Lanjut pangeran Ken. "Oh, jadi begitu ya." Balas Clue.


Clue melihat para ahli lain yang naik ke panggug dan menaruh tangannya di bola kristal. "Umur 51 tidak lolos." Kata ahli yang berdiri di samping bola kristal. "Ahh, mengapa umurku mencapai 51." Kata ahli yang terlihat berumur 40an berteriak ketakutan. "kamu telah melanggar aturan ini hukumannya." Kata ahli yang berdiri di dekat pemuda lalu menusuk dantian pria tersebut.


"Menarik." Kata Clue saat melihat kultivasi pria yang dilumpuhkan secara langsung tanpa pandang bulu.


"Baiklah. itulah contoh seseorang yang telah melanggar peraturan. Baiklah pendaftar selanjutnya" kata Dika.


Beberapa jam telah berlalu dan sudah lebih dari 300 pendaftar tournament dan ada 2 orang yang kultivasinya dilumpuhkan. "kalian berdua, daftarlah." Kata Clue berbicara kepada Felicia dan Fitria. "baik." Felicia dan Fitria melesat menuju arena.


"Ahh, lihat mereka berdua adalah kekasih Clue si Jenius." Teriak salah satu ahli yang melihat Felicia dan Fitria melesat ke arah arena. "Benar, wanita itu memiliki kultivasi Peringkat B level 6 paling tinggi dari pendaftar lainnya. Dia pasti yang akan menjadi juara 1." Kata ahli lain.


Felicia dan Fitria berdiri di samping bola kristal dan menaruh tangannya di atas bola kristal. "Umur 32 lolos, Umur 27 lolos." Teriak ahli yang berdiri di samping bola kristal. Kemudian ahli memberikan nomor kepada pendaftar termasuk Felicia dan Fitria.


Felicia dan Fitria lalu kembali ke arah panggung lalu duduk di samping Clue. "kalian dapat nomor berapa." Tanya Clue kepada kedua wanita. "305, 310." Balas Felicia dan Fitria. Clue mengangguk dan mulai melihat para pendaftar di arena.


Beberapa jam kemudian. "Baiklah, jika tidak ada yang ingin mendaftar lagi. Maka pendaftaran akan di tutup." Kata Dika yang berdiri di tengah Arena. "Pertempuran besok akan dimulai pagi hari, dimohon para peserta agar tidak terlambat. Jika nomor yang di panggil tidak muncul kalian akan didiskualifikasi." Lanjut Dika.


"Baiklah, cukup untuk hari ini. kita akan bertemu besok lagi." Kata Dika lalu meninggalkan Arena. Para penonton dan peserta tournament yang sudah mendaftar juga mulai meninggalkan colloseum.


"Baiklah, ayo kita juga pergi." Kata Clue kepada tiga kekasihnya. Ketiga perempuan mengangguk dan mulai mengikuti Clue. "Pangeran Clue tunggu aku." Kata Dinda mengejar Clue.


Kane dan Ken yang melihat Dinda mengejar Clue menggeleng. "Jika aku menjadi wanita, aku pasti akan mengejar dia juga." Kane menghela nafas. "Benar, tidak ada orang sejenius dia, kata ayah serta paman Dika. Dia bukan ahli peringkat A level 1 lagi, melainkan A peringkat 4." Balas Ken. "Mungkin hanya butuh 10 tahun untuk dia menerobos ke peringkat S." Kata Kane.


Sementara itu Clue berjalan ke arah istana bersama tiga kekasihnya dan Dinda. "Sayang, apa tingkat ahli paling kuat yang mengikuti tournament." Tanya Fitria. "Ahli peringkat B level 3." Balas Clue santai. "Berarti kakak Felicia yang akan jadi juara 1." Balas Fitria. "Benar. Felicia yang akan jadi juara 1 jika semuanya berjalan lancar." Balas Clue.


"Hehe, jika sayangku ikut, aku tidak akan menjadi juara 1." Felicia terseyum kepada Clue. Dinda yang mengikuti dibelakang Clue hanya bisa mendegus, melihat Clue mengobrol dengan kekasihnya di jalan.


Tidak lama kemudian Clue beserta tiga kekasihnya dan juga Dinda sampai di istana. "Baiklah, kalian berdua istirahatlah untuk persiapan besok." Kata Clue melihat Felicia dan Fitria. "Emm." Kedua wanita mengangguk dan mulai menuju kamar.


Clue dan Ratna berjalan ke arah kamar diikuti oleh Dinda. "Ehh. apakah putri Dinda ingin ikut bersenang-senang juga." Kata Clue tersenyum. "Ahh. apakah boleh." Wajah Dinda memerah. "Huhh, sayangku hanya bercanda dan kamu bahkan tidak lebih cantik dariku, jadi jangan bermimpi untuk bersama sayangku." Ratna mendengus dan menarik lengan Clue menuju kamar.


Dinda melihat Clue dan Ratna memasuki kamar dan mendegus "Huhh, apapun caranya aku harus bisa menjadi kekasihnya." Kata Dinda lalu pergi.


Clue dan Ratna memasuki kamar. "Hehe, kenapa kamu begitu cemburu." Kata Clue mengelus wajah Ratna. "Huh, kamu sudah mempunyai ketiga kekasih dan tiga pelayan pribadi, apakah kamu masih kurang." Ratna cemberut. "Tidak, selama kamu ada disisiku, aku tidak akan mencari wanita lain." Clue tersenyum. "Kalau begitu aku akan selalu ada di sisimu." Ratna tersenyum dan mencium bibir Clue.