Rebirth With System

Rebirth With System
Lari



Melihat Clue semakin cepat Aren mengutuk "Sialan, kenapa pemuda ini bertambah cepat." "Dia pasti menggunakan sesuatu yang meningkatkan kecepatannya secara paksa, aku akan terus mengikutinya." Aren terus mengikuti Clue. Melihat jaraknya dengan Aren semakin menjauh Clue tersenyum kecut. "Jika aku mengkonsumsi pil poin lebih awal Angel, Bunga dan Cindy tidak akan mati." Clue bersedih. "Memang, penyesalan selalu datang di akhir." Clue bersedih dan mulai membeli pil mana dan stamina level 3, dan mulai menelannya.


1 jam kemudian jarak Clue dan Aren semakin menjauh. "Sialan, jika ini terus berlanjut mungkin 1 jam lagi aku akan kehilangan jejak dia. Bila aku mempelajari skill menambahkan kecepatan pemuda itu pasti tidak akan lolos" Aren menggertakan gigi dan terus mengikuti Clue. Sementara Clue mencibir melihat Aren tetap mengejarnya dan mulai mengkonsumsi pil mana dan stamina level 3.


1 jam kemudian Clue menoleh kebalakang dan tidak bisa lagi merasakan Aren dalam jarak 500 meter dan bergumam "Untung saja dia tidak mempelajari skill penambah kecepatan, jika dia mempelajari aku pasti akan mati." Clue menonaktifkan skill transformasi serigala dan mulai mencari gua untuk bersembunyi. Sementara itu Aren melayang di udara dan tersenyum kecut. "Sialan, aku benar-benar kehilangan dirinya. Jika ada yang mengetahui bahwa aku Aren ahli peringkat B level 5 tidak dapat mengejar ahli peringkat B level 1 aku akan di tertawakan." Aren tersenyum kecut. Aren tahu meski Clue mempunyai kekuatan peringkat B level 1 tapi kekuatan aslinya setara peringkat B level 3.


"Sialan, aku harus waspada di masa depan." Aren tersenyum kecut dan mulai kembali. 2 jam kemudian Aren tiba di perbatasan ibukota dan melihat Pria tua dan pria paruh baya sedang berdiri yang tidak lain adalah Fernando dan Samuel. "Kenapa kamu kembai sendiri." Tanya Fernando dan Samuel. "Dia lolos dariku." Balas Aren. "Apa.!! Bagaimana bisa dia lolos darimu." Fernando dan Samuel terkejut. Aren mulai menceritakan tentang badan Clue mulai diselimuti cahaya putih dan kecepatannya bertambah.


"Sebaiknya kita berhati-hati di masa depan." Samuel berkata dengan serius. Aren dan Fernando mengangguk. "Fernando apakah kita akan pergi ke akademi knight dan mulai membantai, sekarang dia adalah patriack baru mereka." Kata Samuel. "Tidak perlu, menurut informasi para temannya sudah hadir di acara pernikahan kecuali Felicia kakaknya dia." Balas Fernando.


"Lalu apakah kita akan membunuhnya." Aren menjawab. "Tidak perlu, menurut rumor dia membuat kakaknya sendiri jadi budak. Jadi kita tidak perlu membunuhnya" balas Fernando. "Baiklah. Kalau begitu ayo kita kembali ke kerajaan Golden swing." Kata Aren. Aren, Fernando dan Samuel mulai terbang di langit.


Sementara itu Clue sedang duduk di sebuah gua dan melihat lengannya yang terpotong sedang diselimuti cahaya putih dan ada sebuah notifikasi (Regenerasi lengan kanan akan selesai dalam 68 jam) Clue mulai mengambil sepotong daging dari tabel penyimpanan dan mulai makan. "Ehh. kenapa aku masih merasakan koneksi budak, apakah Pupy masih hidup." Kata Clue terkejut. "Tidak, Pupy pasti sudah mati, itu pasti Felicia." Clue tahu bahwa Felicia sedang sakit dan tidak hadir di acara pernikahan.


"Shit. Nasib Felicia sangat baik." Clue menggeleng. "Angel,Bunga, Cindy dan kalian yang telah mengorbankan nyawanya untukku. Aku akan membalaskan dendam kalian secepatnya" Clue menggertakan gigi.


"Apakah aku harus kembali ke tempat Angel, Bunga dan Cindy meninggal." Gumam Clue. "Mereka mungkin menungguku disana. Meski mereka disana mereka tidak bisa mengejarku." Clue keluar gua dan kembali di tempat Angel, Bunga dan Cindy terbunuh. Setelah sampai di tempat Clue hanya melihat potongan pakaian, dan bercak darah di tanah. "Sialan, aku akan membunuh kalian bertiga." Clue meraung ke langit saat mengetahui tidak ada yang tersisa dari mayat tiga istrinya, kecuali pakaian yang mereka gunukan.


"Setelah regenerasi lenganku selesai, aku akan kembali ke kerajaan pentagon dengan topeng yang diberikan Fitria, dengan begitu tidak ada seseorangp pun yang mengenalku." Clue mulai mencari tempat untuk beristirahat.


3 hari kemudian Clue tiba di sebuah penginapan. Saat ini Clue sedang menggunakan topeng dan wajahnya berubah derastis, wajah Clue yang tampan menjadi biasa saja. Clue mulai masuk ke sebuah kamar penginapan dan melihat seorang perempuan cantik yang sedang duduk di dekat jendela menatap langit. Merasakan seseorang yang memasuki kamarnya perempuan menoleh dan berkata "Siapa kamu beraninya memasuki kamarku.". "Ini aku." Clue mulai melepaskan topeng dan menunjukan wajah aslinya.


Badan perempuan mulai gemetar dan berlari ke arah Clue lalu memeluknya "Tuan, syukurlah kamu baik-baik saja." Perempuan cantik itu tidak lain adalah Felicia budak Clue. Clue tersenyum melihat Felicia sangat khawatir kepadanya. Clue mulai memeluk Felicia dan mengelus rambutnya. "Tuan selama 3 hari Felicia sangat mengkhawatirkan dirimu." Felicia menangis di pelukan Clue. "Jangan menangis, aku sekarang baik-baik saja."


Felicia perlahan tenang dan mulai berkata. "Tuan, apakah Nona Angel, Bunga dan Cindy baik-baik saja" tanya Felicia "Mereka sudah meninggal." Clue tersenyum kecut. "maafkan aku tuan." Kata Felicia sedih.


"Aku punya satu permintaan. Apa kamu bisa mengabulkannya." Kata Felicia kepada Clue. "apa itu.!! jika tidak mustahil aku akan mengabulkannya." Balas Clue "Ijinkan aku selalu berada disampingmu." Kata Felicia tersipu.


Clue terkejut mendengar kata Felicia. "Kenapa kamu masih ingin bersamaku, aku sudah membunuh ******** tua,Romeo serta suamimu" balas Clue. "Mereka berdua pantas mendapatkannya. Mereka berdua selalu memperlakukanmu dengan buruk dan terlebih lagi ayah, bukan ayah kandungmu. Sementara aku juga dipaksa menikah dengan Guntur" Balas Felicia.


"Ceritakan yang sebenarnya tentang aku bukan anak ******** tua." Tanya Clue. "Ayah mengetahui ibumu selingkuh dengan seorang ahli yang tidak diketahui, dan setelah kamu lahir, ayah melihat kamu tidak mirip dengannya. Dia membunuh pria selingkuhan ibumu dan membuat dantianmu rusak, yang membuatmu cacat."


"Lalu kenapa dia tidak membunuhku." Clue bingung. "Jika dia membunuhmu ibumu pasti akan bersedih dan meninggalkan ayah. Kamu tahu ayah sangat mencintai ibumu dibanding ibu Romeo dan ibuku. Meski ayah tahu ibumu telah berselingkuh." Balas Felicia. "Dari mana kamu tahu." "Romeo yang bercerita kepadaku." Balas Felicia.


"Dengan begitu kita bukanlah saudara." Tanya Clue. "Benar." Felicia tersenyum mengangguk. "Apakah aku bisa selalu berada di sampingmu." Felicia bertanya sekali lagi. "Aku takut kamu akan merencanakan hal buruk padaku suatu saat." Clue menggeleng. "Tidak. Aku bersumpah tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu." Felicia menjawab Clue dengan panik.


Sementara Clue masih terdiam. "Jika kamu tidak percaya, jadikan aku budakmu lagi." Kata Felicia menatap Clue. Clue menghela nafas saat melihat Felicia tidak berbohong. Clue juga tahu Felicia menyukai dirinya.


"Aku akan pergi ke pegunungan zona menengah apa kamu tetap ingin bersamaku." Clue bertanya. Felicia terkejut mendengar Clue akan pergi ke pegunungan zona menengah. "Aku ikut." Felicia menjawab. Clue juga terkejut saat Felicia setuju mengikutinya. "Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi." "sekarang." Tanya Felicia, Clue mengangguk.


Felicia tersenyum dan mulai memeluk lengan Clue. "Hehe. aku bukan kakakmu, dan kita sudah melakukan hubungan badan. Jadi wajar jika aku memeluk lenganmu." Felicia tertawa. Clue hanya bisa tersenyum kecut melihat Felicia.


Clue mulai mengenakan topeng dan meninggalkan penginapan dengan Felicia. Setelah beberapa menit Clue meninggalkan ibukota. "Apakah kita akan berjalan menuju pegunungan zona menengah." Tanya Felicia. Clue memeluk Felicia dan terbang ke langit. Wajah Felicia memerah dan memeluk Clue dengan erat.


"Kumohon jangan tinggalkan aku, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." Kata Felicia. "Aku juga tidak mempunyai siapa-siapa lagi." Balas Clue datar. Felicia terdiam. "Jangan bersedih, meski kamu kehilangan Angel, Bunga Cindy dan Rosita kamu masih mempunyaiku." Kata Felicia. Clue melihat Felicia tersenyum. Wajah Felicia memerah dan menanamkan wajahnya di dada Clue. Clue terus terbang ke arah barat.


7 hari kemudian di sebuah hutan. Ada seorang pemuda yang memeluk perempuan dan sedang mengejar seekor gagak sebesar 10 meter. "quak." Gagak berteriak dan melesat menjauh. "Lambat." Kata pemuda yang sedang mengejar gagak yang tidak lain adalah Clue. Clue berhasil menyusul gagak dalam 10 detik dan memukul kepalanya. "bukk." Gagak melesat ke bawah. "boom."


Clue turun ke gagak yang hampir sekarat karena pukulannya dan mengaktifkan skill perbudakan. Clue kemudian meneteskan darahnya ke arah kepala gagak. Setelah merasakan koneksi dirinya dengan gagak hitam, Clue menaruh sebuah pil di paruh gagak. Gagak menelan pil. 10 menit kemudian "quak." Gagak terbangun dan menjerit kemudian membungkuk ke arah Clue. "Hebat." Felicia kagum dengan pemuda yang berdiri disampingnya.