
Saat mendengar kata clonenya Clue terkejut dan berkata. "Aku setuju, tapi kerajaan Ustamiyah tidak harus ikut campur, saat aku menguasasi beberapa akademi dan sekte entah itu tingkat menengah dan tinggi." Clone Clue berkata seperti yang disampaikan Clue. Pria paruh baya terkejut mendengar kata Clue, lalu mengambil sebuah token dan bergumam. Pria paruh baya menghancurkan batu setelah selesai bergumam.
Di sebuah ruangan pria paruh baya yang sedang memakai mahkota mendengar sebuah suara dipikirannya dan terkejut. "Hoo, menarik. Ambisi dia besar sekali, dia tidak omong kosong untuk menguasai dunia ini cepat atau lambat." Kata pria paruh baya mulai mengambil sebuah token dan bergumam lalu menghancunkan token.
Detik berikutnya pria paruh baya yang di depan Clue berkata. "Baik, kerajaan Ustamiyah setuju untuk tidak campur tangan. Jika kerajaan kami menemui masalah kami meminta bantuanmu." Kata pria paruh baya.
Clone mulai menyampaikan pesan kepada Clue. Clue pun membalas pesan clonenya. "Baiklah aku setuju." Kata Clone. Saat mendengar Clone Clue setuju, pria paruh baya mengangguk, sedangkan kedua pria disampingnya menghela nafas. "Kenalkan nama saya Hersek ahli kerajaan Ustamiyah." Kata pria paruh baya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. "Clue." Clone Clue menjabat tangan Hersek. Setelah berjabat tangan Clone Clue berubah menjadi asap yang membuat Hersek dan kedua pria disampingnya terkejut.
"Ahh, dia menghilang." Kata pria paruh baya disamping Hersek. "Tuan Hersek, apakah kita tetap akan berkunjung ke sekte." Kata pria paruh baya lainnya disamping Hersek. "Tidak perlu, aku hanya merasakan ahli terkuat di dalam sekte hanya peringkat sss level 5, dan aku tidak tahu apakah dia berada di dalam sekte atau tidak. Sedangkan dia sudah setuju untuk bersekutu dengan kerajaan kita." Balas Hersek. "Lalu tuan Hersek, apakah kita akan kembali." Balas pria paruh baya disampingnya. "Kita pergi." Hersek terbang ke langit. Kedua pria paruh baya mengikuti Hersek.
Saat ini Clue yang berada di sebuah ruangan bersama Hana dan Milea yang disampingnya menghela nafas dan bergumam. "Peringkat raja level 10 memiliki12 ribu poin, apakah penambahan poin saat menerobos ke peringkat raja berbeda lagi. Jika begitu aku setidaknya harus mencapai peringkat 850 lebih untuk melawan peringkat raja."
"Baiklah, aku telah kehilangan nafsuku. Ayo keluar." Kata Clue keluar dari ruangan diikuti Hana dan Milea. Clue berjalan pergi ke ruangan Santorio. "Kalian berdua tunggu disini." Kata Clue. "Baik sayang." "Baik tuan." Kata Hana dan Milea berhenti di depan pintu ruangan. Clue pun berjalan masuk sendiri ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan seorang pria paruh baya sedang duduk, saat melihat Clue masuk ke dalam ruangannya. Pria paruh baya berdiri lalu berkata dengan hormat. "Tuan." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Santorio.
Clue melihat Santorio dan berkata. "Aku akan pergi dan mungkin kembali satu tahun kemudian, kuharap kamu bisa melindungi para ahli lainnya yang menjadi budakku, saat aku pergi." Mendengar kata Clue Santorio berkata. "Baik tuan, Hamba akan melindungi yang lainnya." "Baiklah, tapi jangan paksakan dirimu, jika kamu lebih lemah dari musuh. Larilah, selamatkan diri sendiri lebih penting." Kata Clue. "Baik tuan." Balas Santorio.
Clue mengangguk lalu menghilang dari ruangan, Clue muncul di sebuah hutan dekat dengan sekte. "Saat ini aku harus meningkatkan levelku. Dengan levelku sekarang tidak aman jika bertemu dengan ahli peringkat raja" Clue menggeleng. "Kali ini aku tidak akan mengajak Hana dan Milea untuk berburu. Karena aku sudah mulai bosan dengan mereka berdua." Clue menghela nafas.
"Namun aku akan mengajak Osilda pergi berburu, karna dia tidak terlalu buruk." Clue menyeringai lalu memegang sebuah token. Beberapa detik kemudian tubuh Clue bersinar dan menghilang.
Di suatu rumah ada seorang perempuan berusia 20 tahun yang sedang duduk menatap cendela. "Mengapa dia belum kembali." kata perempuan lalu menghela nafas. Perempuan berdiri lalu terkejut bahwa ada seorang pemuda berambut putih yang muncul di dekatnya. Pemuda berambut putih itu yang tidak lain adalah Clue.
"Ahh. siapa kamu." Teriak perempuan yang tidak lain adalah Osilda. Clue terkejut melihat Osilda berteriak. Lalu Clue paham, dia sekarang tidak menggunakan wujud dirinya saat berada di benua barat yang Osilda kenal.
Clue berjalan ke arah Osilda dan berkata. "Hehe, kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang harus kamu tahu. Aku akan memperkosamu." Clue menjilati bibirnya. Badan Osilda gemetar mendengar kata Clue. "Dasar berengsek." Osilda marah dan menyerang Clue.
Clue tersenyum lalu menghindari serangan Osilda dan memukul perutnya dengan pelan. "Uhh." Osilda mundur memegangi perutnya. "Hehe, percuma saja kamu melawan." Kata Clue. "Lebih baik aku mati dari pada di perkosa olehmu." Osilda mengigit bibirnya lalu mengeluarkan pedang dan melesat ke arah Clue.
Clue menyeringai lalu menghilang dan berada di samping Osilda. Clue melempar pedang Osilda lalu merobek baju dan Armornya. "Ahhh." Osilda terkejut Clue dengan mudahnya melempar pedang serta merobek armor dan bajunya.
"Tubuhmu begitu indah." Clue menjilati bibirnya lalu berjalan ke arah Osilda. "Jangan mendekat." Osilda ketakutan. Baru kali ini sadar bahwa pemuda di depannya bukan lawannya. Dia mengingat kata Clue, bahwa pemuda di dunia ini kebanyakan sudah menerobos ke peringkat A level 1 dalam umur 15 tahun, sedangkan dirinya hanya peringkat B level 5.
Clue mulai meremas payudara Osilda. Osilda yang tidak bisa melawan hanya bisa pasrah melihat Clue meremas payudaranya. "Tuan, maafkan aku. Osilda tidak bisa menemui tuan." Kata Osilda.
"Ahhh." Osilda terkejut pemuda berambut putih tiba-tiba berubah menjadi orang yang dia kenal. "Kenapa kamu tidak bunuh diri." Kata Clue tersenyum. "Apakah kamu tuan Clue." tanya Osilda. Clue mengangguk. Melihat Clue mengangguk Osilda tiba-tiba menangis dan berkata. "Tuan, kenapa anda melakukan itu kepada Osilda. Apakah Tuan sudah bosan dengan Osilda" Osilda menangis.
Melihat Osilda menangis Clue mencium bibir Osilda dan memeluknya. "ermm" "Haha, maaf. Tadi aku hanya main-main dan aku tidak akan pernah bosan denganmu." Kata Clue membelai pipi Osilda. "Apakah itu benar tuan." Tanya Osilda. "Benar." Clue mengangguk. Osilda tersenyum bahagia mendengar jawaban Clue.
Sementara itu di sebuah sekte Milea panik saat diberitahu oleh Santorio bahwa Clue pergi, dan akan kembali 1 tahun kembali. "Kenapa, kenapa kamu meninggalkanku." Milea menangis dan berteriak.
Keesokan harinya Clue sedang terbaring di sebuah kasur dengan Osilda di sampingnya. "Tuan, anda begitu menajubkan." Osilda tersenyum dan memeluk Clue. Clue melihat Osilda dan berkata. "Baiklah, pakai baju dan armormu. Kita akan meninggalkan benua ini. "Ahh. baik tuan." Kata Osilda.
Clue dan Osilda mulai mengenakan baju dan armor. "Tuan, kemana kita akan pergi." Tanya Osilda penasaran. "Benua Endles tempat dimana iblis tinggal." Balas Clue. Mendengar kata Clue Osilda terkejut. "Jika kamu takut, aku akan pergi sendiri dan mungkin akan kembali 1 tahun kemudian." Kata Clue.
"Ahh." Osilda terkejut mendengar kata Clue lalu berkata. "Osilda akan mengikuti tuan, kemanapun Tuan Clue pergi." "Bagus." Clue mengangguk lalu memegang sebuah token.
Clue memeluk Osilda dan bergumam "Menuju perbatasan benua Endles." (Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam 3 detik) Notifikasi pun muncul di depan Clue. Beberapa detik kemudian tubuh Clue dan Osilda bersinar lalu menghilang.
Di sebuah padang gurun seorang pemuda dan perempuan tiba-tiba muncul yang tidak lain adalah Clue dan Osilda. "Ehh, padang gurun ya." Clue melihat sekelilingnya hanya ada tumpukan pasir. "Aneh, disini tidak ada pepohonan sama sekali, hanya ada tumpukan pasir bewarna kuning." Kata Osilda terkejut.
Clue terdiam mendengar kata Osilda. Dia telah melihat padang gurun di daerah mesir meskipun hanya menonton lewat televisi sedangkan Osilda belum pernah melihatnya sama sekali. Karena di dunianya dulu hanya ada hutan belantara dan gurun es di benua utara.
"Baiklah, kita akan pergi ke utara." kata Clue memeluk Osilda dan terbang dengan cepat ke arah utara. "Sangat cepat." Kata Osilda yang sedang memeluk Clue.
Tidak lama kemudian Clue melihat dua mahluk bewarna ungu yang memiliki 2 tanduk di kepalanya. "Lihat, kita menemukan manusia." "Benar, beraninya manusia memasuki wilayah kita." Kata kedua iblis saat melihat kedatangan Clue dan Osilda.
"Cih, Hanya seorang manusia peringkat SS level 3 dan peringkat B level 5 berani memasuki wilayah kita." Seorang iblis mengejek saat melihat kekuatan Clue dan Osilda. "Tidak masalah meski mereka hanyalah sampah, sudah lama aku tidak makan dan minum daging manusia." Iblis lain menjilati bibirnya.
"Baiklah, cepat bunuh dia, lalu kita akan memakan kedua manusia itu, aku juga ingin makan daging manusia." Kata iblis disebalahnya. Namun detik berikutnya kepala iblis yang beribicara sudah terpotong dan jatuh di tanah. Sementara iblis disampingnya terkejut menyadari apa yang dilihatnya.
"Kalian para iblis rendahan terlalu banyak bicara." Kata Clue menebas pedangnya ke arah iblis yang masih tercengang. Iblis kembali sadar dan ingin menghindari serangan Clue. Namun sudah terlambat dan tubuhnya terbelah menjadi dua. Membuat organ dalamnya berceceran keluar.
Osilda yang melihat Clue betapa mudahnya membunuh ke dua iblis terkejut dan berkata. "Kuat." Clue kembali ke sisi Osilda dan berkata. "Mereka tidak ada apa-apanya bagiku . Ayo pergi." Osilda mengangguk dan memeluk Clue. Clue mulai terbang ke arah utara dengan memeluk Osilda.
Clue yang saat ini terbang menuju utara melihat seseorang yang mendekat ke arahnya sementara ada 3 iblis yang mengikuti dibelakangnya. "Ehhh, bukankah dia terlihat mirip seperti Knight." Kata Clue melihat seseorang yang mendekatinya adalah pria tua.