Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Pergi Bersama Grace



"Kamu bisa melihatnya, tapi jangan mengambilnya." Grace memberikan tombak kayu kepada Clue. Saat memegang tombak kayu pemberitahuan muncul di depan Clue. "Soul spear, sebuah tombak yang di buat dari pohon kehidupan berusia 1 miliar tahun. Soul spear memiliki kemampuan untuk mengunci targetnya. Yang membuat target tidak bisa melarikan diri."


"Tombak yang sangat bagus." Clue terkejut melihat info tombak. "Baiklah, kembalikan tombak itu padaku." Grace melihat Clue. Clue kemudian memberikan tombak pada Grace. "Dari mana kamu mendapatkan tombak itu." Clue penasaran. "Guardian yang memberikan tombak ini padaku. Dia memberikan tombak ini padaku sebagai hadiah aku mendapakatan peringkat 6 besar." balas Grace.


"Guardian planetmu sangat baik hati, tidak seperti guardian planetku." Clue menghela nafas. "Memang apa yang guardian planetmu berikan. Seharusnya guardian planetmu memberikan barang bagus. Karena kamu mendapatkan nomor 1." "Guardian planetku tidak memberikan apapun karena aku membunuhnya." Balas Clue. "Heh, kamu tidak mungkin membunuh guardian." Grace tidak percaya.


"Kamu memiliki skill pendeteksi kebohongan. Jadi kamu tahu kamu bahwa aku berbohong atau tidak." balas Clue. Grace kemudian terkejut saat tahu Clue tidak berbohong. "Bagaimana bisa kamu membunuh guardian." "Itu rahasia." Clue tersenyum. "Baiklah, ayo kita kembali." Clue menepuk pundak Grace kemudian menghilang.


Clue dan Grace kemudian kembali ke tenda. "Kemampuanmu dalam hukum ruang pasti sangat tinggi. Aku saja hanya bisa teleportasi sejauh 400 meter." Grace melihat Clue. "Teruslah berusaha untuk memahami hukum ruang. Suatu saat kamu pasti bisa teleportasi sejauh diriku." Clue tersenyum.


"Baiklah, aku akan tidur. Apa kamu mau ikut tidur bersamaku." Clue tersenyum. "Jangan bermimpi. Siapa yang mau tidur denganmu." Grace mencibir. "Baiklah, kalau begitu aku akan tidur. Selamat malam." Kata Clue masuk ke dalam tenda.


Melihat Clue masuk ke dalam tenda Grace bergumam. "Dia sangat aneh padahal demi god tidak perlu tidur." Grace duduk kemudian mulai memejamkan matanya. Clue yang berada di dalam tenda bergumam. "Dia justru berlatih dan tidak tidur. Tidak buruk."


Keesokan harinya Clue, Grace dan Rapunsel melayang di langit. "Apa itu desa tempat tinggal Rapunsel." "Benar." Clue mengangguk kemudian melayang turun bersama Grace. Saat Clue melayang turun semua penduduk desa berkumpul.


Saat hendak menyapa Clue, semua penduduk terkejut melihat Grace. "Salam yang mulia." Semua penduduk bersujud kepada Grace. "Berdirilah, saat ini aku bukanlah ratu elf." Semua penduduk kemudian berdiri. "Ahh, apa kakak Grace adalah ratu elf. Pantas saja kakak sangat cantik." Rapunsel melihat Grace. Grace tersenyum mendengar pujian Rapunsel.


"Baiklah Rapunsel. Kamu bisa kembali ke desa. Paman akan pergi." Clue melihat Rapunsel. "Ahh, tapi Rapunsel ingin pergi bersama paman." Rapunsel memeluk Clue. "Hei Grace. Bantu aku memisahkan anak ini." Clue berkomunikasi lewat pikiran dengan Grace.


"Rapunsel. Hanya ahli demi god yang dapat bertahan hidup di luar angkasa." Grace melihat Rapunsel. "Tapi kemarin paman berjanji ingin mengajakku berkeliling alam semesta." Rapunsel menatap Clue dengan mata berkaca-kaca.


Melihat tatapan memohon Rapunsel Clue menghela nafas. "Baiklah, aku akan mengajakmu berkeliling alam semesta. Tapi sebelum pergi, ucapkan salam perpisahan pada semua orang." Clue melihat Rapunsel. "Horee, paman kucing memang yang terbaik." Rapunsel melompat dengan senang.


30 menit kemudian Clue sedang duduk di bawah pohon dan melihat Grace berjalan ke arahnya. "Apa kamu serius ingin mengajaknya pergi menjelajahi alam semesta." Tanya Grace, "Ya, aku kasihan dengannya." Clue mengangguk. "Apa kamu juga mau ikut berkeliling alam semesta denganku." Clue menatap Grace. "Awalnya aku ingin menjelajahi alam semesta seorang diri, Karena kamu membawa salah satu rasku. Maka aku akan pergi denganmu. Tapi jangan berpikir macam-macam. Aku pergi denganmu, karena ingin melindungi Rapunsel."


Clue berdiri kemudian memeluk pinggang Grace dan berkata. "Kamu terlalu banyak alasan. Bilang saja kamu ingin pergi denganmu." "Lepaskan aku atau aku akan marah." Grace menatap Clue.


Tidak lama kemudian Clue mengeluarkan menara dari tabel penyimpanan dan berkata. "Masuk." Clue dan Rapunsel terhisap ke dalam menara. "Ahhh, kemana perginya mereka berdua." Grace terkejut. "Jangan bilang dia meninggalkanku." Grace mengigit bibirnya. "Apa aku terlalu bersikap kasar padanya." Grace merenung.


Saat ini Clue berada di sebuah ruangan bersama Elizabeth, Jennie dan Mary. "Tolong jaga dia." "Baik tuan kucing." "Baik dewa kucing." Clue kemudian menghilang. Clue keluar dari menara dan melihat Grace yang sedang merenung.


"Sedang apa kamu disitu." Clue menepuk pundak Grace. "Ahh, pergi kemana kamu barusan, dan dimana Rapunsel." Grace bertanya. "Rapunsel ada di dalam sini." Clue menunjukan menara di tangannya. "Apa menara itu dapat menyimpan mahluk hidup di dalamnya." Tanya Grace. "Kamu benar." Clue mengangguk.


"Kamu ingin masuk ke dalam menara dan mengobrol bersama Rapunsel, atau ingin menjelajahi alam semesta bersamaku." Tanya Clue. "Di dalam menara pasti membosankan, aku ingin menjelajahi alam semesta bersamamu." Grace melirik Clue. "Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi bersama." Clue memegang tangan Grace dan melesat ke langit.


"Hei, mengapa kamu memegang tanganku." Grace melihat Clue. "Tanganmu begitu nyaman untuk aku pegang." Balas Clue. Mendengar kata Clue, Grace tersenyum. "Baiklah, hanya kali ini saja aku membiarkanmu memegang tanganku." "Dasar pemalu." "Siapa yang pemalu." Teriak Grace.


Tidak lama kemudian Clue dan Grace berada di luar angkasa. "Clue mengambil token teleportasi dari tabel penyimpanan dan berkata. "Teleportasi sejauh 100 miliar km ke arah planet bumi berada." tubuh Clue dan Grace bersinar kemudian menghilang.


Clue dan Grace kemudian muncul 100 miliar km jauhnya dari dunia elf berada. "Apa kita teleportasi. Aku tidak merasakan ada mahluk hidup di dekat kita." Grace melihat sekeliling. "Aku menggunakan token teleportasi untuk pergi sejauh 100 miliar km." Balas Clue. "Begitu jauh." Grace terkejut. "Jika aku tidak memegang tanganmu. Kamu tidak akan ikut teleportasi." Balas Clue.


"Jadi kamu memegang tanganku untuk teleportasi." Grace melihat Clue. "Itu salah satu alasannya, alasan ke dua tetap yang aku katakan tadi. Tanganmu sangat nyaman untuk aku pegang." Clue tersenyum. Saat hendak membalas perkataan Clue. Grace melihat Clue sekali lagi menghancurkan token teleportasi. Sekali lagi dirinya dan Clue teleportasi sejauh 100 miliar km.


"Berapa banyak token teleportasi yang kamu punya." Grace terkejut. "Sangat banyak, tapi aku akan menggunakan 10 kali dalam sehari. Jadi kita akan teleportasi sebanyak 10 kali." Kata Clue menghancurkan token teleportasi sekali lagi.


3 Jam telah berlalu setelah Clue menggunakan token teleportasi sebanyak 10 kali. "Apa kamu tidak bosan memegang tanganku." Clue melihat Grace. "Huh, bukankah kamu yang ingin kita berpegangan tangan. Apa kamu sudah bosan memegang tanganku." Grace melihat Clue. "Aku tidak pernah bosan memegang tangan wanita cantik." Clue tersenyum. "Kamu pandai merayu." Balas Grace.


4 Hari telah berlalu setelah Clue meninggalkan dunia elf bersama Grace. "Clue, apa kamu tidak ingin berhenti ke sebuah planet yang berpenghuni. Selama 4 hari kita sudah menemukan beberapa planet yang berpenghuni." Grace menatap Clue. "Tidak, berhenti ke planet berpenghuni hanya membuang-buang waktu." balas Clue.


"Lalu mengapa kamu berhenti ke planet tempat tinggalku." Grace bertanya. "Aku berhenti karena ingin melihat-lihat planetmu. Karena aku merasakan energi kehidupan yang begitu kuat." Balas Clue. "Sepertinya takdir yang membawamu untuk bertemu denganku." Grace memegang erat tangan Clue. "Takdir ya." Clue merenung.


3 Hari sekali lagi telah berlalu, Clue dan Grace tetap berada di luar angkasa. "Clue, aku ingin masuk ke dalam menara." "Baiklah." Clue mengambil menara dari tabel penyimpanan dan berkata. "Masuk." Clue dan Grace terhisap ke dalam menara.