Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Kembali Ke Indonesia



"Apa kamu mau sarapan juga Clue." kata Samuel melihat Clue. "Kamu bertanya pertanyaan bodoh. Jika aku tidak ingin makan, mengapa aku kemari." Balas Clue melihat Samuel. "Clue." Jasmine berteriak melihat Clue. "Apa." Balas Clue melihat Jasmine.


"Mengapa kamu begitu kasar kepada ayahku. Ayahku hanya bertanya." Kata Jasmine melihat Clue. "Aku tidak kasar. Hanya saja ayahmu bertanya pertanyaan yang sudah pasti semua orang tahu jawabannya. Aku ke café untuk makan, bukan untuk buang air besar." balas Clue. "Kamu." Jasmine jengkel mendengar jawaban Clue.


"Sudah Clue, jangan diteruskan lagi." kata Adrian melihat Clue. "Ayo pergi memesan makanan Ye Jin." Kata Clue berbicara bahasa inggris. "Okay." Balas Ye Jin. Clue dan Ye Jin pergi memesan makanan secara langsung ke dapur.


Melihat Clue pergi Samuel dan Indah tersenyum kecut. "Maafkan sikap anakku. Dia memang begitu sejak muda." Kata Adrian mencoba menghibur Samuel dan Indah. "Tidak apa-apa pak. Aku memang yang salah." Samuel tersenyum.


Sementara itu di Indonesia beberapa orang sedang berkumpul. "Bagaimana ini, Fernando akan mendatangi kita setelah dirinya kembali ke Indonesia." Kata pria paruh baya yang mengenakan kemeja putih. "Apa kita perlu untuk mengumpulkan semua hunter ranking s buat melawan dirinya." Kata Seorang wanita paruh baya. "Hunter Prasetyo mengatakan dirinya bertarung dengan Fernando dan kalah hanya dalam beberapa detik. Jika kita mengirimkan semua hunter ranking s ke atas untuk melawan dirinya. Berarti kita sama saja mengirim semua hunter untuk mengakhiri hidup mereka." balas pria paruh baya berseragam hijau.


"Jadi bagaimana kita untuk melawan dirinya. Bom nuklir saja tidak bisa membunuhnya." Balas seorang pria berjaz hitam. "Mengapa kita tidak meminta bantuan negara lain saja, mungkin ada beberapa negara yang mau mengirim hunter terkuat mereka untuk melawan Fernando." Kata seorang pria. "Jika disituasi normal, mungkin mereka bisa mengirim hunter mereka. tapi saat ini monster terus bermunculan ke dunia nyata. Tapi aku akan mencoba saranmu." Balas pria paruh baya berkemeja putih.


6 jam kemudian di Seoul, Korea Selatan. Saat ini Clue bersama Adrian, Ye Jin, Jasmine dan kedua orang tuanya sedang berada di bandara. Clue melihat sebuah jet dan berkata. "Aku, ayah dan Ye Jin akan naik jet itu. Kalian bertiga naik pesawat." Mendengar kata Clue Jasmine tiba-tiba berteriak. "Ternyata sifatmu seburuk ini. Setelah kamu menemukan wanita yang lebih cantik dariku. Kamu melupakan janjimu dan mencampakkan diriku." "Jasmine." Samuel dan Indah gugup melihat anaknya memarahi Clue.


"Benar, aku sudah bosan dengan dirimu. Dirimu tidak secantik dirinya." Clue memeluk Ye Jin dan menyeringai. "Kamu." Mendengar kata Clue Jasmine marah dan berlari menuju pesawat. Samuel dan Indah melihat Clue kemudian berlari mengikuti Jasmine.


"Clue. bukankah tindakanmu barusan keterlaluan." Kata Adrian melihat Clue. "Wanita sepertinya pantas dibuang. Dia pikir aku akan jadi budak cintanya selamanya." Clue memeluk Ye Jin dan berjalan menuju jet. Adrian menghela nafas dan mengikuti Clue.


Saat masuk ke dalam jet seorang pilot berjalan ke arah Clue dan membungkuk. "Nama Saya Park Jin woo. Mulai saat ini dan seterusnya, saya akan melayani anda tuan Clue." Mendengar kata pilot Clue terkejut.


"Tidak kusangka Seong Jin juga memberikanku pilot gratis. Dari kekuatannya dia setidaknya hunter tingkat b." gumam Clue. "Baiklah, tapi saat berada di Indonesia aku tidak punya kewajiban untuk melindungimu." Balas Clue dengan berbicara bahasa inggris. Jin Woo terkejut saat mendengar kata Clue.


"Saat tiba di kota Indonesia kamu harus memburu monster untuk bertambah kuat. Sebagai seorang pria kamu harus bergantung pada dirimu sendiri." kata Clue. "Saya mengerti tuan." Jin Woo mengangguk. "Baiklah, sekarang kendalikan jet ini dan pergi menuju Indonesia." Kata Clue. "Baik tuan." Jin Woo mengangguk.


Clue merangkul Ye Jin kemudian terbang. "Ahhh." Ye Jin berteriak saat dirinya dibawah terbang oleh Clue. Clue melihat kawanan monster ular hijau sebesar 10 meter dibawahnya dan berkata. "Ular ini adalah monster tingkat b, racunnya sangat mematikan bagi hunter tingkat b. Tapi bagiku yang telah menghadapi hukum alam dan menjadi manusia elite tingkat rendah. Racun seperti itu tidak ada artinya."


Clue mengingat kejadian dirinya bertarung dengan Sakata dan berkata. "Tapi beda lagi jika racun itu dapat membunuh dan melumpuhkan ahli sepertiku. Saat ini kekurangan diriku, adalah lemah terhadap racun. Jadi aku harus mengatasi kelemahanku." Kata Clue.


Clue melihat Ye Jin dan berkata. "Karena dia bersamaku, setidaknya aku akan membuat dirinya menjadi kuat." "Clue mengerakkan jarinya kemudian 10 panah angin muncul di udara. Clue mengerakan jarinya kemudian 10 panah angin melesat ke arah kawanan ular. "Buzz." "Buzz." "Buzz." Panah angin menembus tubuh ular dengan mudah.


Saat melayang turun dari langit, Clue merasakan energy alam masuk ke dalam tubuhnya. "Aku suka perasaan seperti ini." Clue mendarat di tanah dan melihat puluhan ular yang tergeletak di tanah. "Sssshh." "Masih ada ular yang belum mati." Ye Jin melihat ular yang membuka matanya dan melihat ke arahnya.


"Aku memang sengaja tidak membunuhnya, karena aku ingin kamu membunuh dirinya secara langsung." Kata Clue. "Ahh." Ye Jin terkejut mendengar kata Clue. "Jika kamu membunuh ular itu, kamu akan menjadi seorang hunter. Apa kamu tidak menginginkan kekuatan." Kata Clue. mendengar kata Clue Ye Jin berkata penuh tekad. "Aku ingin kekuatan." "Bagus. Aku suka dengan semangatmu."


Clue tersenyum kemudian sebuah tombak yang terbuat dari tanah muncul di depan Ye Jin. "pegang itu." Ye Jin memegang tombak tanah. Clue memeluk Ye Jin kemudian terbang ke arah ular dengan sangat cepat. "Ahhh." "Ceppp." Dengan bantuan Clue dengan energi anginnya untuk mendorong tangan Ye Jin. Ye Jin dapat membunuh ular yang sekarat dengan mudah.


Saat monster ular terbunuh Ye Jin tiba-tiba merasakan sesuatu yang mengalir ke tubuhnya. "Ini, aku merasakan tubuhku bertenaga dan rasa sakit diseluruh tubuhku menghilang." "Ini adalah energy alam yang kamu dapatkan saat membunuh monster. jika kamu terus membunuh monster dan menyerap energy alam. Kamu akan menjadi hunter tingkat e bahkan kamu juga bisa menjadi hunter tingkat s atau raja." Kata Clue. "Ahh, benarkah." Ye Jin terkejut. "Kapan aku pernah berbohong. Mulai saat ini, aku akan membuatmu menjadi kuat." Clue tersenyum.


Mendengar kata Clue Ye Jin bahagia dan berkata. "Terimakasih." Clue tersenyum kemudian membuat sebuah baskom yang terbuat dari tanah. Clue berjalan ke arah mayat ular dan membuka mulutnya. "Apa yang kamu lakukan Clue." tanya Ye Jin. "Aku akan mengambil racun ular." kata Clue kemudian mengambil semua racun ular dan menaruhnya di baskom.


Beberapa menit kemudian Clue telah selesai mengumpulan semua racun monster ular yang dia bunuh. Clue melihat baskom di tangannya kemudian mulai meminum semua racun. "Glek, glek, glek." "Ahh, apa yang kamu lakukan Clue." Ye Jin terkejut Clue meminum racun yang dia kumpulkan sendiri.


Clue melihat semua racun habis dan tiba-tiba berkata. "Sial, tubuhku terasa lemah." Clue lalu duduk di tanah. "Ahh, apa kamu baik-baik saja. mengapa kamu melakukan hal bodoh untuk meminum racun." Ye Jin panik dan duduk disamping Clue. "Karena aku ingin kebal terhadap racun. Saat membunuh monster yang memiliki elemen dan menggunakan racun sebagai senjatanya. Aku hanya dapat mempelajari kemampuan tertinggi dari monster tersebut. Dan ular ini kemampuan terbagusnya bukan di racun melainkan elemen tanah. " balas Clue. Ye Jin terdiam mendengar kata Clue. Dia tidak paham yang Clue bicarakan.


"Baiklah, aku akan mendetoksifiasi racun yang ada di dalam tubuhku." Kata Clue mulai berkultivasi. 30 menit kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Aku tidak menyangka perlu waktu 30 menit untuk menghapus semua racun di dalam tubuhku." Kata Clue melihat cairan hitam di tanah yang tidak lain adalah racun yang dia buang. "Baiklah, ayo kita berburu monster lagi." kata Clue berbicara bahasa inggris. "Baik." Ye Jin mengangguk.