Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Bermain Bersama Istri Orang



"Pil spirit level 6 memakannya dapat meningkatkan kekuatan, agility, vitalitas, stamina dan mana sebesar 600 poin. Pil spirit level 6 hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi pil spirit berlevel sama sebelum 1 tahun tidak akan memberikan efek apapun."


"Itu adalah pil spirit level 6." Kata Clue melihat Ambar. "Terimakasih Clue." Ambar tersenyum kemudian duduk dan menelan pil. Melihat neneknya menelan pil. Fernando juga menelan pil.


Melihat Fernando dan neneknya menelan pil Clue memberikan pil soul kepada anjing husky. "Aku pikir kamu lupa memberiku pil soul." Ray berbicara di pikiran Clue dan menelan pil soul.


1 Jam kemudian Fernando membuka matanya dan berkata. "Tabel status." Layar status muncul di depan Fernando.


Nama : Fernando Clue De Lopez


Usia : 16 Tahun


Level : 26 next level (0/2,620) exp


Ras : Manusia


Kekuatan : 2.650


Agility : 2.650


Vitalitas : 2.650


Stamina : 2.650/2.650


Ki/Mana : 2.650/2.650


Poin :


Coin : 1.000


"Clue saat ini aku kekurangan coin. Aku ingin pergi ke pegunungan dan membunuh monster." Fernando melihat Clue. "Baiklah, setelah nenekmu selesai menyerap energy di dalam pil, kita akan pergi ke pegunungan." Balas Clue.


Tidak lama kemudian Ambar membuka matanya. "Fernando ingin pergi ke pegunungan. Apa kamu ingin ikut." Tanya Clue. "Aku ikut." Balas Ambar.


Clue teleportasi bersama Fernando, Ray serta Ambar dan muncul di pegunungan. "Monster di pegunungan ini tidak ada yang memiliki kekuatan di atas 1000 poin. Jadi kalian berdua tidak akan terluka." Kata Clue. "Aku titipkan Fernando padamu." Clue berbicara dipikiran Ray kemudian menghilang.


Clue muncul di sebuah taman dan melihat Felicia. "Ahh. Senior Clue." Felicia melihat kemunculan Clue. "Ray dimana senior." Felicia melihat Clue yang datang seorang diri. "Ray sedang pergi bersama muridku." Balas Clue.


"Apakah pemuda yang waktu itu murid senior." Felicia mengingat Fernando. "Benar." Clue mengangguk. "Sayang sekali aku tidak bisa melihat Ray." Felicia menghela nafas. "Aku akan pergi ke restoran. Apa kamu ingin ikut." Clue melihat Felicia. "Aku ikut senior." Balas Felicia. Clue dan Felicia berjalan ke arah restoran.


12 Jam kemudian Clue berada di penginapan dan berkata. "Saatnya mengunjunginya." Clue menghilang dan muncul di sebuah kolam. Clue melihat Elizabeth sedang duduk di dekat kolam.


"Mengapa kamu datang lagi." Elizabeth melihat Clue. "Aku rindu denganmu. Jadi aku datang menemuimu." Clue tersenyum. Badan Elizabeth gemetar saat mendengar Clue merindukannya. "Aku memiliki suami dan anak. Kamu tidak bisa merindukanku." Balas Elizabeth. Clue tersenyum dan memeluk pinggang Elizabeth.


"Apa yang kamu lakukan. Cepat lepaskan aku." Teriak Elizabeth mencoba melepas pelukan Clue. Melihat Elizabeth yang berontak Clue mencium bibirnya. Elizabeth terkejut saat Clue tiba-tiba mencium dirinya.


Melihat Elizabeth berhenti memberontak Clue berkata. "Aku menyukaimu Elizabeth." "Aku sudah memiliki suami Clue." Elizabeth mendorong Clue. Clue menarik Elizabeth kepelukannya dan menciumnya sekali lagi. Kali ini Elizabeth tidak melawan dan justru memeluk Clue.


"Ini tidak benar Clue." Elizabeth tersadar dan mendorong Clue. "Baiklah, sini duduk denganku. Aku memiliki cerita yang bagus." Clue tersenyum dan duduk di dekat kolam. Elizabeth melihat Clue dan duduk di sampingnya.


30 menit kemudian Clue telah selesai bercerita. "Apa kamu memiliki cerita lainnya." Tanya Elizabeth. Elizabeth menyukai cerita Clue. "Jika kamu menciumku, aku akan menceritakan 1 cerita lagi untukmu." Clue tersenyum.


Elizabeth mencium bibir Clue. Karena dia dan Clue sebelumnya sudah berciuman. Tidak masalah bagi Elizabeth untuk mencium Clue sekali lagi. "Besok, aku akan kembali lagi dan bercerita." Clue tersenyum dan berdiri. "Mengapa kamu pergi. Tidak ada seorang pun yang akan datang kesini." Elizabeth memegang tangan Clue.


"Apa kamu tidak tidur dengan suamimu." Tanya Clue. "Setelah melahirkan Felicia, aku tidak pernah tidur dengan Luo Han." Balas Elizabeth. Luo Han adalah nama pria paruh baya suami Elizabeth. "Oohh. Mengapa kamu tidak pernah tidur dengannya." Balas Clue. "Dia hanya tertarik dengan wanita muda." Balas Elizabeth.


"Oohh." Clue terkejut dengan kata Elizabeth. Clue tidak menyangka Luo Han raja negara api hanya tertarik dengan wanita muda. "Berapa usiamu saat hamil anak Luo Han." Tanya Clue. "20 tahun." Balas Elizabeth. "Jadi sekarang usiamu 40 tahun." Tanya Clue melihat Elizabeth yang memiliki wajah putih mulus tanpa keriput. "Benar. Menurutmu apakah aku tidak cantik." Tanya Elizabeth.


"Kamu sangat cantik Elizabeth. Bahkan kamu lebih cantik dari pada anakmu." Clue mengelus wajah Elizabeth. Elizabeth tersenyum saat Clue memujinya. "Benar, mengapa kamu keluar bersama Felicia." Elizabeth memegang tangan Clue. "Dia mengikutiku karena anjingku." Balas Clue. Elizabeth teringat bahwa Felicia sangat tertarik dengan anjing milik Clue.


"Sepertinya aku salah paham." Gumam Elizabeth. "Memang apa yang kamu pikirkan, saat aku keluar bersama Felicia." Tanya Clue. "Aku pikir kamu lebih tertarik dengan anakku, dari pada diriku." Elizabeth tersipu malu. "Aku hanya tertarik padamu Elizabeth." Clue tersenyum dan mengelus wajah Elizabeth. Clue dan Elizabeth saling melihat dan mulai berciuman.


"Bukankah kamu ingin pergi." Elizabeth menatap mata Clue. "Mengapa aku harus pergi, jika aku bisa mencium wanita cantik." Balas Clue. Elizabeth tersenyum lalu mencium bibir Clue. "Eeemm." Elizabeth mendesah saat Clue meremas pantatnya.


Beberapa menit kemudian Elizabeth mendorong Clue. "Cukup Clue. Jika kita meneruskan ini. Aku takut kita akan melampui batas." "Tidak ada masalah jika kita melampui batas." Balas Clue teleportasi bersama Elizabeth.


Clue dan Elizabeth muncul di dalam penginapan. Elizabeth terkejut melihat dirinya berada di sebuah kamar. "Sekarang kamu tidak perlu khawatir, jika kita melampui batas." Clue tersenyum dan mendorong Elizabeth di ranjang.


Clue membuka pakaian Elizabeth dan melihat dada bulat miliknya. "Kamu mempunyai dada yang bagus untuk seorang wanita yang sudah memiliki anak." Bisik Clue ditelinga Elizabeth. "Jangan katakan hal seperti itu Clue." Elizabeth tersipu malu. Clue tersenyum dan menjilati dada Elizabeth. "Eemm." Elizabeth mengerang.


1 Jam kemudian Clue dan Elizabeth berbaring di ranjang. "Clue, apa yang kita lakukan salah." Kata Elizabeth. "Tidak ada yang salah Elizabeth. Bukankah kita berdua saling menyukai." Clue mengelus wajah Elizabeth. "Tapi aku memiliki suami." Balas Elizabeth. "Kamu cukup tinggalkan suamimu dan bersamaku mulai sekarang." Balas Clue. Mendengar kata Clue Elizabeth terdiam.


"Makanlah ini." Clue memberikan pil soul tingkat rendah kepada Elizabeth. "Apa ini." Tanya Elizabeth melihat pil soul. "Pil itu dapat memperkuat jiwamu." Balas Clue. Mendengar kata Clue Elizabeth menelan pil. Elizabeth percaya Clue tidak memiliki niat buruk padanya. Saat menelan pil, Elizabeth merasakan pikirannya menjadi jernih. "Pil yang luar biasa." Gumam Elizabeth.


"Dari mana kamu mendapatkan pil itu Clue." tanya Elizabeth. "Aku membuatnya sendiri." Balas Clue. "Ahh. Aku tidak menyangka kamu juga seorang alkemis." Kata Elizabeth. Alkemis adalah julukan ahli yang membuat pil. "Pakai bajumu. Aku akan mengantarmu kembali." Clue melihat Elizabeth. "Baik." Elizabeth mengangguk dan memakai pakaiannya.