Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Membunuh Guardian END



"Aku level up 30 kali." Kata Clue melihat statusnya. "Berarti saat level up aku mendapatkan 5 ribu poin. Jika perhitunganku benar maka peringkat low god memiliki poin 1 juta." gumam Clue. Clue terdiam kemudian menyeringai. "Sepertinya aku tau apa yang harus aku minta."


Clue membuka tabel shop dan melihat tabel peralatan. Tatapan Clue terfokus pada sebuah token. "Token segel tingkat rendah dapat menyegel kekuatan dan kemampuan high god selama 6 detik, dapat menyegel kekuatan dan kemampuan mid god selama 60 detik, dapat menyegel kekuatan dan kemampuan low god selama 60 menit, dapat menyegel kekuatan dan kemampuan demi god selama 24 jam." "Hahaha, barang yang bagus." Clue kemudian membeli token segel dan melihat cooldown 24 jam. "1 stock untuk 1 hari." kata Clue kemudian melihat tabel skill.


Beberapa menit kemudian Clue berkata. "System, peluangku menang 1% melawan guardian karena token segel ini kan." "Benar, jika anda tidak memanfaatkan waktu saat kekuatan guardian disegel. Maka anda tidak akan menang." Balas system di pikiran Clue.


"Hei domba putih, bawa aku kembali." Teriak Clue. Beberapa detik kemudian Clue melihat dirinya muncul di ruangan putih. "Apa kamu sudah memikirkan permintaanmu." Tanya domba putih. "Aku sudah memikirkannya." Balas Clue. "Lalu sebutkan apa permintaanmu." Kata domba putih.


"Aku ingin 1 juta botol air kehidupan kualitas tinggi." Clue tersenyum. "Apaa!!." Domba putih terkejut. "Mengapa kamu begitu terkejut, apa kamu tidak bisa memenuhi permintaanku." Clue mendengus. "Tunggu disini." kata domba putih kemudian menghilang.


Melihat domba putih menghilang Clue bergumam. "Sepertinya dia meminta persetujuan pada para dewa yang mengadakan pertempuran ini." tidak lama kemudian Clue melihat domba putih kembali. "Stock air kehidupan kualitas tinggi terbatas, jadi aku tidak bisa memberikanmu sebanyak itu." Kata domba putih.


"Lalu berapa banyak yang bisa kamu berikan padaku." Tanya Clue. "Aku bisa memberimu 100 botol air kehidupan tingkat tinggi, 200 botol air kehidupan tingkat menengah dan 500 botol air kehidupan tingkat rendah." Kata domba putih.


"Begitu sedikit." Clue terkejut mendengar kata domba putih. "Air itu tidak di produksi massal, butuh waktu 1 tahun untuk mendapatkan 1 botol penuh air kehidupan tingkat tinggi." "Baiklah, berikan aku semua botol air kehidupan itu." Balas Clue. sebuah kantong kain kemudian muncul di depan Clue. Clue melihat isi di dalam kantong kemudian tersenyum.


"Bisakah aku menantang seseorang bertarung." kata Clue. "Huh, siapa yang ingin kamu tantang." Domba putih terkejut. "Bathara dia adalah guardian dari planet tempatku tinggal." Balas Clue. Domba putih terkejut mendengar kata Clue. "Hei Bathara, jika kamu melihatku. Aku menantangmu bertarung." Teriak Clue. "Dia sudah gila." Domba putih terkejut.


Clue kemudian melihat pria tua yang muncul di depannya. "Bathara." Kata domba putih melihat kemunculan pria tua. "Mengapa kamu menantangku bertarung." tanya pria tua yang di panggil Bathara. "Aku ingin sekali memukul wajahmu." Kata Clue menatap Bathara. "Kamu akan menyesali keputusanmu." Kata pria tua kemudian dirinya dan Clue menghilang.


Clue muncul di sebuah kota dan melihat Bathara di depannya. "Aktifkan transformasi naga." Tubuh Clue menjadi naga raksasa bewarna putih. "Woaarr." "Rasakan ini." Clue memukul Bathara. Namun pukulan Clue di tahan satu jari oleh Bathara.


"Aku akan menunjukan sedikit kekuatanmu padamu, agar kamu tahu perbedaan kita." Sebuah laser muncul dari jari Bathara dan menembus tangan Clue. "Ahhhh." Clue berteriak kesakitan. "Bathara aku akan membunuhmu." Teriak Clue kemudian kaki Bathara menyatu dengan tanah,


Clue membuka mulutnya kemudian bola raksasa yang memiliki banyak warna mulai muncul dan perlahan membesar. "Seranganmu tidak akan melukaiku." Kata Bathara dengan datar. "Benarkah." Balas Clone Cule yang berbentuk manusia tiba-tiba muncul dan berkata. "Target Bathara." Sebuah token tiba-tiba muncul dan mengenai dada Bathara. "Crashh." "Ahhh." Bathara berteriak.


"Kekuatanku." Bathara terkejut dia saat ini hanya memiliki kekuatan peringkat kaisar level 10. "Hehe, mati kau Bathara." Kata Clue meludahkan bola raksasa ke arah Bathara. "Berengsek kau Clue." "Booomm." Ledakan besar terjadi.


Tidak lama kemudian setelah asap menghilang Clue melihat kepingan hijau dan kristal putih muncul di lokasi ledakan. "Heh, akhirnya aku membunuhnya juga." Kata Clue kemudian kembali ke bentuk manusianya dan muncul di depan kristal.


Clue mengambil kristal kemudian menghancurkannya sebuah notifikasi muncul. "Skill creator tingkat rendah, dapat menciptakan benda dan mahluk hidup yang tidak memiliki akal dan kecerdasan. Pelajari YA/TIDAK" Clue terkejut melihat notifikasi yang muncul. "Aku mendapatkan skill yang luar biasa." kata Clue mempelajari skill. Cahaya kemudian masuk ke dalam kepala Clue.


Tidak lama kemudian Clue menyentuh tanah dengan tangannya, beberpa detik kemudian sebuah tumbuhan muncul dan mulai membesar dengan cepat. Clue melihat tumbuhan setinggi 1 meter dan menyentuh daunnya. Clue menyentuh tanah kemudian sebuah semut muncul. "Hahaha, sungguh kemampuan yang luar biasa." Clue tertawa terbahak-bahak.


Clue kemudian tiba-tiba muncul di ruangan putih. "Aku tidak menyangka kamu dapat mengalahkan Bathara." Domba putih terkejut melihat Clue. "Dia terlalu meremehkanku, jadi aku dapat mengalahkannya dengan mudah." Clue tersenyum. "Baiklah, aku akan mengirimmu kembali ke planet asalmu." Kata domba putih kemudian Clue menghilang.


Saat ini di ruangan putih lain sosok berjubah berkata. "Bathara begitu bodoh, bagaimana bisa dia dikalahkan dengan manusia yang baru menjadi setengah dewa." "Dia terlalu meremehkan musuhnya." Balas sosok lain.


Saat ini disuatu tempat seorang pria tua membuka matanya. "Dia membunuh tubuh keduaku." Kata pria tua. "Dia manusia yang tidak punya rasa terimakasih, jika dia pergi ke dunia para dewa aku akan membunuhnya." "Siapa yang ingin kamu bunuh." Pria tua mendengar sebuah suara dan melihat kucing kuning yang berjalan ke arahnya. "Siapa kamu sebenarnya, aku sudah bertanya pada dewa lainnya dan tidak ada yang mengetahui tentangmu." Balas pria tua. "Hehe, tentu tidak ada yang tahu. Karena aku bukan dari masa ini." balas kucing kemudian muncul di depan pria tua dan mencakar wajahnya.


Saat ini Clue berada di ruang makan dan melihat semua orang sedang mengobrol. "Clue, kamu bicara dengan siapa." Tanya Adrian. "Ini. Akhirnya aku tau mengapa di dunia pertempuran skill time stopku tidak berfungsi. Ternyata waktu di alam semesta berhenti." Clue sadar bahwa waktu di bumi telah berhenti saat dirinya pergi.


"Hei, semuanya aku mempunyai barang bagus." Kata Clue. "Oh, jika brother berkata seperti itu. Pasti ada pil yang lebih baik dari pada yang kamu berikan kemarin kan." Daus semangat. Clue kemudian membagikan 1 botol air kehidupan tingkat rendah kepada semua orang.


"Minumlah. Maka kalian semua akan tahu efeknya." Kata Clue. Semua orang minum air kehidupan tanpa bertanya kepada Clue. Tubuh semua orang kemudian mulai bersinar. Beberapa detik kemudian setelah sinar redup Adrian berkata. "Ehhh, siapa kamu." Kata Adrian melihat Usman. "Aku ayahmu." Usman menampar Adrian. "Ahh, benarkah." Adrian terkejut melihat pria yang seumuran dengannya. "Lihatlah diri kalian di cermin." Kata Clue.


Semua orang melihat cermin dan terkejut. "Ini, bagaimana mungkin aku bisa kembali muda." Kata Usman terkejut melihat dirinya berusia 40an. "Ini wajahku saat berusia 25 tahun." kata Adrian terkejut. "Sial, aku semakin tampan." Daus melihat dirinya di cermin.


"Efek air itu membuat kalian bisa hidup seribu tahun lagi." kata Clue. "Ahhh." Semua orang di dalam ruangan terkejut. "Benarkah sayang." Ye Jin terkejut. "Benar." Clue mengangguk. Semua orang di dalam ruangan kemudian mulai menangis. "Clue, terimakasih." Kata kakek daus melihat Clue. "Benar Clue, keluarga kami tidak tahu cara membalas kebaikanmu." Nenek daus menangis. "Kek, nek. Jangan menangis. Jika kalian menangis, aku juga ikut menangis." Daus meneteskan air mata. "Dasar cengeng." Clue tersenyum.


Malam harinya Clue sedang berada di kota Jember dan melihat portal neraka yang sudah menghilang. "Gerbang neraka dan para monster di dunia ini telah menghilang." Kata Clue. Clue melihat sebuah token teleportasi di tangannya dan berkata. "Belum saatnya aku menggunakan ini, dan pergi ke dunia para dewa."


Beberapa bulan telah berlalu Clue melihat Ye Jin sedang berbaring dan menggendong bayi. "Kamu akan menamai dia siapa Clue." "Aku akan menamainya Abraham." Clue tersenyum. "Nama yang bagus Clue." Kata Usman mengangguk. "Aku harap saat sudah besar, dia tidak menjadi playboy sepertinya ayahnya." Kata Adrian. "Aduh." Usman memukul bahu Adrian.


2 Tahun telah berlalu saat ini Clue, Ye Jin sedang berada di taman. "Ayah, ayah." Anak kecil menarik tangan Clue. "Apa big boss." Clue tersenyum. "Oh, ternyata kamu sedang menikmati waktu bersama keluargamu." Clue melihat Mori Han muncul.


"Ada perlu apa kamu menemuiku." tanya Clue. "Aku menyampaikan pesan, kenapa kamu tidak mengunjungi Pyokojang lagi." balas Mori Han. "Aku akan mengunjunginya nanti." Balas Clue. "Benar, setelah kamu memenangkan perang antar galaxy, dunia kembali damai dan seperti dulu lagi." kata Mori han. "Aku sudah membunuh guardian planet ini, dan aku tidak tahu berapa lama kedamaian ini bertahan." Balas Clue.


Mendengar kata Clue Mori Han berkata. "Karena kamu bisa membunuh seorang god, aku percaya kamu juga bisa membunuh god lain yang menyerang planet kita." "Baiklah, aku akan kembali. Mainlah di rumahku, aku akan menyiapkan wanita cantik untukmu." "Heii." Ye Jin menatap Mori Han. "Hahaha, aku bercanda." Mori Han tertawa kemudian menghilang. "Baiklah, ayo kembali." "Baik." Ye Jin mengangguk.


Malam harinya Clue berada di sebuah kamar dan memegang token. "Kapan kamu akan menggunakan token itu." Tanya system menggunakan gambar domba putih. "Aku tidak tahu." Kata Clue lalu tidak sengaja menjatuhkan token. "Krakk." Token retak.


"Berengsek." Clue melihat sebuah pusaran hitam muncul saat token retak. "Berengsek, aku tidak siap untuk pergi dan berpisah dengan anakku." teriak Clue lalu tersedot kedalam pusaran hitam. Di suatu tempat pusaran hitam muncul kemudian seorang pria terlempar. "Ahhh." Pria melihat rerumputan hijau dan berkata. "Sigh, akhirnya aku pergi ke dunia para dewa juga."


END