
"Apa kita memang berada di dalam menara." Grace terkejut saat melihat banyak ahli yang berada di dalam kota. "Apa kamu terkejut." Clue melihat Grace. "Aku sangat terkejut." Grace mengangguk.
"Paman kucing." "Tuan kucing." "Dewa kucing." Clue melihat Elizabeth, Jennie, Mary dan Rapunsel terbang ke arahnya. "Paman, Rapunsel sangat merindukanmu." Rapunsel memeluk Clue. "Siapa mereka bertiga Clue." Grace menatap Clue. "Mereka bertiga adalah pelayanku." Balas Clue. "Seleramu tidak buruk." Grace tersenyum.
"Aku adalah kekasih Clue. Mulai saat ini kalian bertiga adalah pelayanku juga." Grace melihat Elizabeth, Jennie, dan Mary. "Hei, sejak kapan kamu menjadi kekasihku." Clue bingung. "Sejak saat ini. Apa kamu tidak suka memiliki wanita secantik diriku." Grace menatap tajam kepada Clue. "Pikiran wanita ini sulit untuk di tebak." Gumam Clue.
"Aku akan pergi, jika kamu perlu sesuatu katakan saja pada mereka." Clue melihat Grace. "Baiklah, jika kamu berhenti di sebuah planet. Jangan lupa untuk mengajakku berkeliling." Grace melihat Clue. "Tentu." Balas Clue kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Grace melihat 3 wanita. "Dimana aku bisa bersitirahat." "Saya akan mengantar anda." Balas Mary.
Keesokan harinya Clue yang sedang berada di luar angkasa. Melihat sebuah layar yang menunjukan pertarungan Tian Long dan Grace di dalam menara. "Sepertinya aku harus menghentikan pertarungan mereka berdua." Clue kemudian terhisap ke dalam menara.
Saat ini di dalam menara Tian Long sedang melayang di langit dan Grace sedang terbaring di tanah. "Kemampuanmu tidak buruk." Grace bangkit dan mengusap darah di bibirnya. "Apa kalian masih ingin melanjutkan pertarungannya." Clue muncul dan melihat Tian Long serta Grace.
"Tidak perlu, pemenangnya sudah di temukan." Tian Long menyimpan pedangnya. "Hei, aku masih belum menggunakan senjataku." Grace berteriak. Clue menepuk bahu Grace dan berkata. "Kamu bukanlah lawannya Grace." Mendengar kata Clue Grace mengigit bibirnya. "Jangan ganggu aku, aku ingin berlatih." Grace melesat pergi.
Tian Long melayang turun dari langit dan berkata. "Dia memiliki ego yang sangat tinggi. Aku menebak dia tidak pernah kalah bertarung selama ini." "Dia sudah kalah 2x denganku. Tapi dia tidak mengakuinya." Clue menggeleng. "Apa planet tempat tinggalmu masih jauh." Tanya Tian Long. "Mungkin 1 tahun lagi kita akan sampai." Balas Clue. "Ternyata masih lama." Balas Tian Long. "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Clue menepuk bahu Tian Long kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Tian Long berjalan ke batu kemudian duduk dan memejamkan matanya.
1 Tahun telah berlalu saat ini Clue berada di luar angkasa dan melihat peta hologram di depannya. "Akhirnya aku berada di langit pertama." Clue tersenyum. Clue menutup peta hologram kemudian menghancurkan token teleportasi "Teleportasi 100 miliar km menuju planet bumi."
1 Bulan terlah berlalu saat ini Clue yang berada di luar angkasa melihat sebuah planet di depannya. "Hahaha, akhirnya aku kembali." Clue menghancurkan sebuah token dan berkata. "Teleportasi menuju Indonesia." Badan Clue bercahaya kemudian menghilang.
Clue muncul di sebuah kota kemudian melihat mahluk hitam yang memakan manusia. "Woaarr." Melihat kemunculan Clue mahluk hitam melesat ke arahnya. Clue mencengkram tenggorokan mahluk hitam kemudian membakarnya. "Waaaa." Mahluk hitam menjerit. Tidak lama kemudian tubuh mahluk hitam berubah menjadi abu.
"Monster apa ini, dan kekuatan monster itu tidak lemah. Yaitu peringkat kaisar level 6." Clue berkata dengan serius. "Aku memiliki firasat buruk." Clue melesat dengan cepat. "Woaar." "Woaar." Clue melihat beberapa mahluk hitam mengejar dirinya.
"System, keluarkan Tian Long, dan Grace." "Baik." Balas system kemudian Tian Long dan Grace muncul. "Aku minta bantuan kalian berdua untuk membunuh semua mahluk hitam di dunia ini." kata Clue melesat pergi.
"Huh, dia seenaknya menyuruhku untuk membunuh monster jelek seperti ini. Freeze." Mahluk hitam yang mendekat ke arahnya membeku. "Monster ini sama persis dengan monster yang menyerang duniaku. Tapi kekuatan monster ini jauh lebih tinggi dari pada monster yang menyerang duniaku." Tian Long menebas mahluk hitam yang melesat ke arahnya. "Slasshh." Mahluk hitam terpotong menjadi dua.
Saat ini di suatu tempat seorang pria paruh baya sedang terjatuh dan melihat mahluk hitam di depannya. "Sepertinya aku akan mati dan menyusul kalian semua." Pria paruh baya tersenyum. "Maafkan kakek Clue. Karena tidak bisa melindungi semuanya." Pria paruh baya menangis.
"Woaar." "Booom." Pria paruh baya melihat tubuh mahluk hitam meledak hancur. "Apa kamu baik-baik saja kek." Pria paruh baya melihat sosok yang muncul di depannya dan menangis. "Apa ini bernar kamu Clue." "Ini benar aku kek. Fernando Clue De Lopez cucu tersayangmu." Clue tersenyum. "Clue." pria paruh baya berteriak dan memeluk Clue.
"Jangan menangis kek, aku tahu kamu sangat merindukanku." Clue memeluk pria paruh baya yang tidak lain adalah kakeknya Usman." "Dimana yang lainnya kek." Tanya Clue. "Maafkan kakek Clue. Adrian, Abraham dan Ye Jin semuanya mati." pria paruh baya berkata dengan menangis. "Jangan bercanda denganku kek." Clue tersenyum.
"Kakek tidak bercanda Clue." pria paruh baya menggeleng. Mendengar kata kakeknya badan Clue gemetar. "Apa kakek serius." Clue melihat pria paruh baya. Pria paruh baya mengangguk. "Aaahhhhhhh." Clue berteriak dengan sangat keras.
"Bajingan mana yang berani membunuh keluargaku." Kata Clue dengan nada menyeramkan dan mengeluarkan aura membunuh. "Uuhhh. Bisakah kamu tenang Clue. kakek kesulitan bernafas." Pria paruh baya kesulitan bernafas saat merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Clue.
Clue menahan auranya dan berkata. "Siapa yang membunuh keluargaku kek. Apa mahluk hitam itu yang membunuh keluargaku." Clue melihat mahluk hitam yang melesat ke arahnya. "Benar Clue. mahluk hitam itu yang membunuh Adrian, Abraham, Ye Jin dan yang lain." Usman mengangguk. "Aaaaahhhh. Aku akan membunuh kalian semua." Clue berteriak kemudian melesat ke arah mahluk hitam dan merobek tubuhnya menjadi dua.
"Masuklah ke dalam menara dulu kek. Aku akan membunuh semua mahluk hitam itu." Clue memunculkan menara kemudian kakeknya terhisap ke dalam menara. Clue melihat mahluk hitam yang berlari ke arahnya dan berkata. "Mati." "Crasshh." Clue merobek tubuh mahluk hitam menjadi dua.
Di langit Tian Long dan Grace melihat Clue yang sedang penuh amarah membunuh banyak mahluk hitam. "Aku akan menenangkannya." Kata Grace dengan wajah sedih. "Jangan sekarang, biarkan dia mengeluarkan semua amarahnya." Tian Long menahan Grace. Grace yang melihat Clue mengigit bibirnya. Dia tahu Clue saat ini begitu terpukul setelah mendengar kematian keluarganya.
2 Jam kemudian kemudian Clue berdiri di tumpukan mayat mahluk hitam. "Mahluk hitam di Indonesia sudah di bersihkan. Saatnya membunuh mahluk hitam itu di negara lain. Hari ini aku akan membunuh kalian semua." Kata Clue dengan nada menyeramkan kemudian melesat ke langit dengan cepat.
1 Jam kemudian di tempat lain, seorang wanita sedang bertarung dengan mahluk hitam. "Crashhh." "Aghhh." Mahluk hitam mengigit bahu hitam. "Apa aku akan mati disini." wanita perlahan menutup matanya. "Woaarr." "Slaasshh." Wanita membuka matanya dan melihat seorang pria berdiri di depannya.
"Kamu adalah ahli peringkat kaisar level 10. Mengapa bisa kalah melawan mahluk jelek ini." Clue melihat wanita. "Clue." wanita menangis kemudian memeluk Clue. "Akhirnya kamu kembali Clue." wanita menangis. "Pyokojang aku kembali." Balas Clue dengan suara lemah.
Clue melihat luka robek di bahu Pyokojang kemudian berkata. "Holy water." Tubuh Pyokojang kemudian di selimuti air. Pyokojang kemudian terkejut semua luka di tubuhnya sembuh dengan cepat. "Pyokojang, apa kamu bisa menceritakan hal-hal yang terjadi saat aku meninggalkan bumi." Clue menghilangkan air yang menyelimuti tubuh Pyokojang.
Pyokojang kemudian menceritakan bahwa mahluk hitam muncul 4 tahun lalu. Tepatnya setelah Clue terlahir kembali menjadi seekor kucing. Pyokojang menceritakan bahwa mahluk hitam yang datang ke bumi hanya peringkat s, namun seiring berjalannya waktu mahluk hitam yang datang ke bumi semakin bertambah kuat.