Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Reuni



"Baiklah, aku akan pergi terlebih dulu." kata Clue lalu menghilang. Tidak lama kemudian Clue muncul di depan Adrian. "Siapa mereka Clue." Tanya Adrian. Adrian juga melihat pesawat yang mendarat dibandara. "Mereka adalah Daus dan keluarganya. Mereka pindah ke Jember untuk mendapat perlindunganku." Balas Clue. "Oh, jadi begitu." Adrian mengangguk. "Baiklah yah, aku akan beristirahat." Kata Clue menghilang lalu muncul di dalam kamar.


Clue melihat Ye Jin yang sedang berbaring di ranjang dan mengelus pahanya. "Hisap punyaku." Bisik Clue. "Baik." Ye Jin mengangguk kemudian duduk dan melepas jinsâ…ť Clue. "Uuhh." Suara erangan dan desahan kemudian terdengar.


Keesokan harinya Clue sedang duduk bersama Ye Jin kemudian Daus datang. "Apa dia wanita barumu, kemana wanita yang terakhir kali aku lihat." Tanya Daus. "Dia sudah pergi." balas Clue. "Ohh." Daus terkejut. "Wanitamu saat ini lebih cantik dari pada yang terakhir kali." Daus tersenyum. "Woarr." Clue, Daus, dan Ye Jin mendengar suara auman. "Sepertinya monster tingkat a telah muncul." Kata Daus serius. "Pertama-tama, bunuh monster yang terdekat dari sini." Kata Clue. "Aku tahu." Balas Daus kemudian melesat pergi. "Ayo kita berburu juga." Kata Clue bicara bahasa inggris. "Baik." Ye Jin mengangguk.


5 Jam kemudian Clue berdiri bersama Ye Jin di atas pohon. "Karena kedatangan Daus, berburu monster menjadi lebih cepat. ayo kita berburu monster di kota lain." kata Clue berbicara bahasa inggris. "Baik." Ye Jin mengangguk. Clue dan Ye Jin kemudian menghilang.


5 menit kemudian Clue dan Ye Jin berada di tengah jalan. "Apa di kota ini juga tidak berpenghuni. Hanya ada monster di kota ini." kata Ye Jin. Clue mengambil sebuah koran yang tergeletak di tanah dan membacanya.


"Hunter Fernando mendatangi istana negara dan berkata kepada presiden akan membantai monster di provinsi jawa timur. Fernando juga tidak akan bertanggung jawab jika dia juga membantai manusia yang dilihatnya. Presiden berharap semua hunter di jawa timur untuk pergi ke Yogyakarta. Presiden menyuruh semua penduduk di setiap provinsi untuk pindah ke ibukota untuk meminimalisir jumlah korban jiwa akibat serangan para monster."


"Heh, aku tidak menyangka begitu menakutkan di mata manusia biasa." Clue menggeleng saat membaca surat kabar. "Karena tidak ada manusia lagi di kota ini, maka aku akan bebas berburu." Clue menyeringai kemudian terbang bersama Ye Jin.


1 Bulan telah berlalu, saat ini Clue duduk di sebuah batu dan melihat gumpalan asap bewarna ungu ditangannya. Clue kemudian melemparkan gumpalan asap ungu ke pohon. "sszzz." Pohon yang terkena gumpalan asap meleleh dan mulai layu. "Setiap hari aku meminum racun dan akhirnya diriku kebal terhadap racun monster tingkat a. Kemampuan racunku juga meningkat pesat." Clue tersenyum melihat pohon yang sudah layu.


Clue terbang di langit kemudian 170 panah angin muncul di udara. "Saat ini kekuatanku 1700 poin. Aku naik 400 poin dalam satu bulan." Kata Clue kemudian panah angin mulai menghilang. "Jika aku tidak membantu ayah dan Ye Jin berburu untuk meningkatkan kekuatan mereka. Mungkin saat ini kekuatanku melebihi 2000 poin." gumam Clue.


"Tapi tidak masalah, aku tidak ingin kejadian seperti dulu terulang kembali." Kata Clue mengingat ayahnya disiksa. "Kekuatan Ayah saat ini setara hunter tingkat a atas dan kekuatan Ye Jin setara hunter tingkat c atas. Tanpa bantuanku, dihadapan monster tingkat a Ye Jin adalah mayat berjalan." Gumam Clue.


Clue yang saat ini terbang di langit melihat sebuah kendaraan. "1 hunter tingkat a dan 3 hunter tingkat e. Bagaimana bisa mereka sampai di kota Lumajang dengan selamat. Meski aku berburu monster di seluruh jawa timur. Aku hanya membunuh monster yang aku lihat." Gumam Clue lalu turun di depan mobil.


"Cittt." Mobil berhenti saat Clue turun. "Paman Hery, Bibi Indah." Clue terkejut saat melihat siapa yang berada di dalam mobil. "Clue." kata pria berkumis kemudian turun dari mobil. "Kamu benar Clue kan." Kata wanita turun dari mobil. "Ini benar aku bibi." Balas Clue.


"Lalu siapa kamu." Kata Clue melihat pria. "Perkenalkan tuan Fernando, saya adalah Agus kekasih Fiona." Kata pria mengenalkan dirinya. "Apakah kamu anjing pemerintah yang disuruh untuk mematai-mataiku." Kata Clue melihat pria yang bernama Agus.


Mendengar kata Clue wajah Agus menjadi buruk. "Clue, mengapa kamu berpikir begitu." Kata Fiona. "Karena baru saat ini Paman dan bibi berniat untuk menemuiku, bukan dari dulu." balas Clue. Mendengar kata Clue paman dan bibi Clue terdiam.


"Jika paman dan bibi ingin tinggal di kota Jember. Aku hanya menerima kalian bertiga. Kamu, sebaiknya pergi. Bukankah aku mengatakan bahwa akan membunuh manusia yang aku lihat saat berada di Jawa Timur." Kata Clue melihat Agus. Badan Agus gemetaran kemudian berkata. "Saya akan pergi. Jangan bunuh saya." Agus kemudian melesat pergi. "Agus." Melihat kekasihnya pergi Fiona menatap Clue. "Mengapa kamu begitu kejam Fernando. Dia melindungi melindungi kami dari serangan para monster selama di perjalanan. Terlebih lagi aku sudah 2 bulan lebih bersamanya. Dia juga membantuku dan kedua orang tuaku menjadi hunter tingkat e." kata Fiona.


"Apa kamu ingin mengejarnya, atau pergi ke kota Jember." Clue melihat Fiona. Fiona terdiam mendengar kata Clue. "Clue maafkan paman. Alasan paman tidak menemui. Karena paman takut dengan pemerintah." Kata paman Clue. "Benar Clue, jika kita dulu pergi menemuimu. Mungkin kita akan bernasib sama dengan kak Adrian dan ayah mertua di tangkap pemerintah." Bibi Clue mulai menangis. "Berhenti menangis, paman dan bibi lebih baik menjelaskan kepada ayahku." Kata Clue melambaikan tangannya kemudian tubuh Fiona dan kedua orang tuanya diselimuti angin. Clue kemudian terbang membawa Fiona serta paman dan bibinya.


10 menit kemudian Clue mendarat dan melihat ayahnya. "Hery." Kata Adrian saat melihat pria berkumis. "Kakak." Balas Pria berkumis yang di panggil Hery. Adrian dan Hery kemudian berpelukan. "Kak, apa kamu baik-baik saja." kata Hery menangis melihat Adrian. "Aku baik-baik saja." Adrian mencoba menahan tangis melihat adiknya.


"Sigh, reuni keluarga." Clue menghela nafas kemudian berjalan pergi. "Siapa mereka Clue." tanya Ye Jin berbicara bahasa inggris. "Mereka adalah paman dan bibiku." Balas Clue. "Oh." Balas Ye Jin.


1 jam kemudian Adrian bersama Hery, Indah dan Fiona berjalan ke arah Clue. "Clue, bisakah kamu memaafkan paman dan bibimu. Mereka tidak bisa menemui kita karena takut dengan pemerintah." Kata Adrian. Clue menghela nafas kemudian berkata. "Aku memaafkan paman dan bibi. Tapi paman juga harus minta maaf pada kakek." balas Clue. "Baik Clue, paman, bibi dan Fiona akan pergi ke makam ayah untuk meminta maaf." Hery menghela nafas.


"Baiklah, kuburan kakek berada dirumah kita." Kata Clue. "Aku sudah tahu, kakak yang memberitahu." Balas Hery. "Paman dan bibi bisa pergi sendiri, aku tidak bisa mengantar kalian." Kata Clue berjalan pergi. melihat Clue pergi Hery menghela nafas. "Sepertinya Clue tidak memaafkan kami sepenuhnya." "Kamu sudah tahu kan. Clue selama ini dimanjakan oleh ayah. Terlebih lagi Clue melihat ayah mati di depan matanya sendiri karena disiksa oleh para bajingan." Kata Adrian mengepalkan tangannya saat mengingat jasad ayahnya yang menerima siksaan saat meninggal.


"Kak, kamu begitu menakutkan." Hery, Indah dan Fiona berjalan mundur saat melihat Adrian mengeluarkan aura membunuh tanpa sadar. Adrian tersadar dan berkata. "Ayo ke makam ayah." "Baik kak." Hery mengangguk.


30 menit kemudian Adrian berjalan ke arah Clue dan berkata. "Nak, apa kamu tidak ingin mencari seseorang yang menjebloskan ayah dan kakek ke dalam penjara." Mendengar kata ayahnya Clue tersenyum. "Aku ingin mencarinya dari dulu, tapi aku menunggu ayah yang mengajakku. Terlebih lagi aku dulu aku tidak terlalu percaya diri untuk melawan pemerintah. Tapi saat ini aku yakin bisa mengalahkan pemerintah seorang diri." Clue menyeringai. "Kalau begitu, mengapa kita pergi sekarang juga." Balas Adrian. "Hahaha, aku suka semangatmu yah. Ayo pergi." Clue dan Adrian kemudian terbang ke langit.