Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Melarikan Diri



"Wuushh." Api hitam membakar tubuh iblis. "Sepertinya aku akan panen jantung iblis." Clue menyeringai dan mengambil jantung iblis setelah dia hidup kembali. "Berengsek." Iblis mengutuk melihat Clue. "Aku pikir dia tidak sekejam diriku. Namun dugaanku salah." Kata Raizel melihat Clue yang membunuh iblis berkali-kali.


Beberapa menit kemudian Clue melihat Iblis yang kekuatannya menurun dan setara demi god setelah mati 10 kali. "Pergilah." Kata Clue melihat iblis. Iblis terkejut saat Clue melepaskan dirinya. "Wuusshh." Iblis melesat pergi.


"Mengapa kamu melepaskannya. Jika di bunuh terus menerus dia pasti akan mati." Kata Raizel melihat Clue. "Dia sudah tidak berguna bagiku." Balas Clue menunjukan 9 jantung iblis yang telah dia buat kecil seukuran jari.


"Ada yang mau jantung iblis. Memakannya memberikan 10.000 poin tambahan." Clue melihat Fernando, Ray, Viona dan Ambar. "Tidak, jika aku memakan jantung itu. Aku takut menjadi iblis." Viona menolak. "Maaf Clue, Aku tidak ingin menjadi iblis." Ambar menggeleng. "Kekuatanku cahaya, aku tidak tertarik mendapatkan kekuatan kegelapan dan berubah menjadi iblis." Ray menggeleng. "Maaf Clue, kali ini aku menolak pemberianmu." Fernando menggeleng.


Melihat semuanya menolak, Clue melihat Raizel. "Apa kamu mau." "Beri aku 4." Balas Raizel. Clue memberikan 4 jantung iblis kepada Raizel. Raizel memakan 4 jantung iblis dan energy hitam menyelimuti tubuhnya. "Sial, jika aku tidak mendapatkan 40.000 ribu poin. Aku tidak sudi memakan hal menjijikan." Raizel melihat notifikasi yang muncul di depannya.


Clue menelan 5 jantung iblis dan energy hitam menyelimuti tubuhnya. "Selamat anda mendapatkan 50.000 poin." Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Sepertinya aku harus menambahkan gula pada jantung iblis sebelum memakannya." Kata Clue. "Oohh, itu bukan ide yang buruk." Raizel mengangguk.


"Mereka berdua sama." Kata Viona melihat Clue dan Raizel. "Bukankah aneh jika mereka tidak sama. Karena Raizel adalah Clue dari alam semesta lainnya." Balas Ray. "Baiklah, ayo pergi." Kata Clue teleportasi bersama Fernando dan yang lainnya.


Saat ini seorang iblis berkulit merah dengan dua tanduk di kepalanya melihat iblis merah dengan satu tanduk datang. "Mengapa kekuatanmu berkurang. Apa yang terjadi padamu." Tanya iblis merah dengan dua tanduk di kepalanya. Iblis merah dengan satu tanduk menceritakan bahwa Clue telah membunuhnya berkali-kali.


"Apa maksudmu mereka yang membunuhmu." Kata iblis dengan dua tanduk merah melihat kemunculan Clue dan kawan-kawan. "Benar, dewa itu yang membunuhku berkali-kali." Iblis berkulit merah menunjuk Clue.


"Dia bukanlah dewa. Dia adalah mahluk ilahi yang setara high god." Kata iblis dengan dua tanduk di kepalanya melihat Clue. "Menarik, kamu mengetahui siapa diriku." Clue mengangguk melihat iblis dengan dua tanduk yang kekuatannya setara high god.


"Mahluk ilahi dan vampire yang setara high god. Sepertinya aku akan kesulitan." Kata iblis berkulit merah melihat Clue dan Raizel. "Tenang yang akan melawanmu hanya aku." Clue menyeringai.


"Sepertinya kamu meremehkanku." Kata iblis merah mengeluarkan auranya. "Buzzz." Energy hitam menyelimuti tubuh iblis. "Uuuhh." Aura iblis merah membuat Fernando, Ray, Viona dan Ambar kesulitan bernafas. "Benar aku meremehkanmu." Clue tersenyum dan mengeluarkan auranya . "Buzzz." Energy abu-abu menyelimuti tubuh Clue dan melindungi Fernando, Ray, Viona dan Ambar.


Saat ini di luar alam semesta lain sosok cahaya kuning berkata. "Aku menemukan keberadaan Clue High divine being dari alam semesta 6 yang melarikan diri." "Ada dimana dia sekarang." Balas sosok cahaya abu-abu. "Saat ini dia berada di neraka yang terletak di alam semesta nomor 4." Kata sosok cahaya kuning, "Karena dia berada di neraka, biar aku saja yang menangkapnya." Kata sosok bercahaya hitam.


Saat ini Clue yang mengeluarkan auranya tiba-tiba merasakan bahaya. "Jangan bilang sosok itu menemukanku, meski aku berada di neraka." Gumam Clue. "Wuushhh." Clue melihat sosok berjubah hitam yang membawa sabit hitam besar.


Fernando dan yang lain terkejut melihat kemunculan sosok berjubah hitam. "Aku tidak bisa melihat kekuatannya." Kata Raizel dengan ekspresi serius. "Siapa kamu." Iblis dengan dua tanduk merah melihat sosok berjubah hitam. "Ini tidak ada urusannya denganmu." Kata sosok berjubah hitam berbicara.


"Semuanya masuk ke dalam portal." Teriak Clue masuk ke dalam portal. Raizel melihat Fernando, Ray, Viona dan Ambar yang duduk di tanah karena ketakutan. "Sial." Raizel membawa Fernando, Ray dan Viona ke dalam portal meninggalkan Ambar sendirian.


"Jangan berpikir bisa kabur dariku." Kata sosok berjubah hitam mengayunkan sabitnya. Saat ini Clue yang berada di kekosongan melihat portal hitam robek dan sosok berjubah hitam masuk ke dalam kekosongan. "Berengsek." Clue membuat portal dan masuk ke dalam portal diikuti Raizel yang membawa Fernando, Ray dan Viona.


Sosok berjubah hitam mengayunkan sabitnya dan portal yang menghilang terbuka kembali. "Berengsek." Saat ini Clue berada di sebuah kota dan melihat sosok berjubah hitam terus mengikutinya. Clue membuat portal dan masuk ke dalam portal bersama Raizel, Fernando, Ray dan Viona.


"Slassshh." Melihat portal robek Clue membuat 10 portal. "Aku ingin lihat, apakah kamu masih bisa menemukanku. "Ayo masuk." Kata Clue melihat Raizel yang membawa Fernando, Ray dan Ambar.


Saat ini sosok berjubah hitam berada di kekosongan dan melihat 10 portal. "Apa kamu pikir bisa membodohiku." Kata sosok berjubah hitam masuk ke dalam portal yang dimasuki Clue, Raizel, Fernando, Ray dan Viona.


Setelah sosok berjubah hitam memasuki portal. Clue muncul di dalam kekosongan bersama Raizel, Fernando, Ray dan Viona. "Menghilang." Kata Clue kemudian semua portal menghilang. "Apa kita lolos dari kejarannya." Tanya Raizel yang membawa Fernando, Ray dan Viona. "Aku tidak tahu." Balas Clue tersenyum kecut.


1 menit berlalu, 2 menit berlalu, sepertinya kita lolos dari kejarannya. "Kata Clue mengusap keringat di dahinya. Clue memberikan pil soul tingkat rendah kepada Fernando, Ray dan Viona. "Uuhh. Mengapa kita berada disini. Bukankah kita berada di neraka." Kata Ray.


"Kalian ketakutan hanya mendengar sosok berjubah hitam itu." Kata Raizel. "Nenek dimana Clue." Fernando panik melihat neneknya tidak ada. "Sepertinya nenekmu tertinggal di neraka." Kata Raizel. "Ayo kita kembali ke neraka Clue." kata Fernando panik.


"Tenanglah, nenekmu pasti baik-baik saja. Sebelum masuk ke dalam portal aku merasakan diri kita di neraka datang." Kata Clue menenangkan Fernando. "Bagaimana jika diri kita di neraka itu membunuh nenek." Balas Fernando khawatir. "Aku akan pergi ke alam kematian dan membangkitkan nenekmu." Balas Clue serius. "Uuhh." Fernando mencengkram tinjunya saat mendengar kata Clue.


Saat ini di neraka iblis berkulit merah melihat Ambar yang duduk ketakutan. "Graham Clue De Lopez apa kamu tahu siapa sosok berjubah hitam itu. Mendengar suaranya saja membuat tubuhku merinding." Kata iblis merah.


"Aku tidak tahu, yang pasti dia lebih kuat dari kita." kata pria berkulit putih dan berambut hitam panjang yang memiliki dua tanduk di kepalanya. "Aku akan membawa perempuan ini." kata pria yang di panggil Graham membawa Ambar pergi.


"Sial, aku pikir high demon dan high god adalah tingkat tertinggi. Tapi ternyata masih ada tingkat yang lebih tinggi lagi." Kata iblis berkulit merah. "Berengsek kau Graham. Wanita tua itu seharusnya menjadi milikku." Iblis merah tersadar dan mengejar pria bernama Graham.


24 Jam kemudian Clue yang berada di kekosongan berkata. "Ayo kita kembali ke neraka." Clue membuat portal dan masuk ke dalam neraka. Fernando, Ray, Viona dan Raizel masuk portal mengikuti Clue.