Rebirth With System

Rebirth With System
Berkunjung Ke Istana Pentagon



Para perempuan meninggalkan ruangan setelah mengantar makanan. "Ayo makanlah." Kata patriack. "Patriack juga makan." Balas Clue. Patriack tersenyum saat Clue menyebutnya patriack. Clue dan patriack mulai makan. Setelah selesai makan patriack berkata. "Apakah kamu tertarik dengan salah satu perempuan tadi." Clue tidak terkejut dengan kata patriack. Dia tahu patriack mengundangnya kesini untuk melihat dirinya serta kekuatannya, dan yang kedua ingin berteman dengannya lalu menjodohkan Clue dengan perempuan.


"Aku sebenarnya tertarik dengan satu perempuan. Tapi aku tidak ingin menambah kekasih lagi." Kata Clue. "Eh, memangnya kenapa. Di kerajaan kecil sangat umum laki-laki memiliki dua, tiga atau empat istri. Berbeda lagi dengan kerajaan tengah dimana ada beberapa laki-laki yang memiliki istri lebih dari lima." Kata patriack sekte blue bird. Clue tidak terkejut mendengar kata patriack dia sudah tahu bahwa laki-laki di dunia ini senang memiliki istri banyak.


"Jika dia mau untuk menjadi pelayanku aku pasti senang." Kata Clue. Patriack mulai merenung dia tahu bahwa anaknya sendiri yang menjadi tatapan fokus Clue. "Aku akan berbicara kepadanya nanti." Kata patriack. "Baiklah aku akan pergi dulu. Terimakasih atas makanannya." Kata Clue lalu berbaik dan pergi. "Datanglah sesukamu di sekte blue bird. Sekte kami menyambutmu nak." Kata patriack melihat Clue pergi. Clue mengangkat jempolnya dan terus berjalan.


Setelah beberapa menit Clue meninggalkan sekte blue bird, patriack di sebuah ruangan bersama perempuan berusia 20an dengan wajah putih dan rambut pendek. "Nak, dia menyukaimu. Tapi dia ingin kamu menjadi selirnya apa kamu setuju." Kata patriack. Mendengar kata patriack perempuan tersenyum kecut. "Ayah, jika dia ingin aku untuk menjadi wanitanya jelas aku setuju. Tapi untuk menjadi selir aku tidak setuju." Perempuan menggeleng lalu berkata lagi. "Tapi masa depan bisa berubah kita tidak tahu bahwa ketiga wanitanya tetap akan bersamanya." Perempuan tersenyum. Patriack menggeleng mendengar kata perempuan.


30 menit kemudian Clue kembali ke akademi knight dan menuju kamarnya. Setelah tiba di kamar Clue melihat 3 kekasihnya berada di kamarnya. "Kamu kembali." kata Cindy tersenyum. Clue tidak terkejut mereka berada dikamarnya, dia menebak mereka ingin mendengar cerita Clue.


Clue tersenyum lalu duduk di kasur. Clue mulai menceritakan tentang dia mengalahkan patriack dalam satu langkah dan patriack mengundangnya makan. "Hmm. Patriack sekte blue bird sangat cerdas. Dia membatalkan pertunangan Mail dan Angel setelah kamu pergi dari ibukota. Dia pasti takut kamu datang kembali membawa bala bantuan." Kata Bunga. Clue hanya tersenyum dia juga tahu bahwa patriack sekte blue bird cerdas. Jika dia tidak cerdas mengapa dia menjadi patriack.


"Oh benar, tadi ada orang istana yang mencarimu. Dia bilang jika kamu mempunyai waktu luang datanglah ke istana Raja mengundangmu." Kata Cindy. "Baiklah nanti malam aku akan pergi ke istana. Sekarang siapa yang ingin bermain denganku." Kata Clue melihat tiga kekasihnya.Wajah Angel, Bunga dan Cindy memerah. "Karena kita sudah melakukannya tadi pagi maka pilihlah antara Angel dan Cindy. Bunga tersenyum lalu berdiri dari kasur. Melihat Bunga ingin meninggalkan Clue memegang tangan Bunga dan berkata. "Mengapa kita tidak bermain berempat."


6 jam berlalu, saat ini Clue sedang duduk di kasur melihat ketiga perempuannya terbaring dikasur. "Baiklah. Setelah mandi aku akan ke istana. Apa kalian ingin ikut." Mendengar kata Clue. "Aku ikut." ketiga perempuan bangun dan mulai berkata. "Baiklah mandilah terlebih dahulu." Kata Clue.


Angel, Bunga dan Cindy takut bahwa raja ingin menjodohkan Clue dengan anaknya. Jadinya mereka setuju untuk ikut. Awalnya mereka berpikir jika Clue tidak mengajak mereka. Mereka tetap akan ikut pergi ke istana.


1 jam kemudian Clue dengan tiga perempuannya tiba di istana. Para penjaga menyambut Clue dan mengantarnya menuju ke dalam. Tidak lama kemudian Clue dengan tiga kekasihnya tiba di sebuah ruangan dan melihat pria paruh baya sedang duduk di sebuah kursi dengan dua pria paruh baya yang berdiri di belakangnya.


"Akhirnya kau datang nak." Kata pria paruh baya. "Salam yang mulia." Ketiga perempuan membungkuk kepada pria paruh baya. "Salam Raja edward." Clue hanya tersenyum tanpa membungkuk. Edward tidak marah karena Clue tidak membungkuk. Dia sudah tahu bahwa pemuda didepannya memiliki latar belakang yang misterius. "Baiklah, kenapa raja Edward mengundangku kesini." Kata Clue santai. "Hehe. Aku mengundangmu untuk mengobrol dan makan-makan. Tidak kusangka kamu juga membawa tiga kekasihmu kemari." Balas raja Edward.


Kemudian Raja mengundang Clue untuk pindah di ruang makan. "Suruh semua pangeran dan putriku untuk pergi ke ruang makan." Raja berbicara dengan salah satu pria paruh baya di belakangnya. "Baik yang mulia." Pria paruh baya mengangguk lalu pergi.


"Oh. Apakah kamu elder tamu dari akademi knight." Kata pria paruh baya yang baru tiba melihat Clue. "Benar itu aku." Jawab Clue santai. "Senang bisa melihatmu secara langsung namaku Brown, anak pertama raja edward." Pria paruh baya tersenyum mengulurkan tangannya ke Clue. "Panggil saja Clue." Clue tersenyum lalu menjabat tangan Brown. 4 pangeran juga mulai memperkenalkan diri kepada Clue. Mereka tahu bahwa akan baik jika berteman dengan pemuda ini.


"Emm, namaku Sisil."Kata Perempuan berumur 25 tahun. "Panggil saja Clue." Clue menjabat tangan Sisil. Sisil tersipu saat tangannya tidak dilepaskan oleh Clue. "hmm." Clue melepas tangan Sisil saat melihat ketiga kekasihnya mendengus. "Hehe. Baiklah Ayo makan." Kata Raja.


Clue dan semua orang yang berada di ruangan mulai makan dan mengobrol. 30 menit kemudian. "Baiklah raja Edward aku pergi terlebih dahulu." Kata Clue. "Baiklah, jika kamu punya waktu luang datanglah ke istana. Kamu bisa mengobrol denganku atau para anak-anakku terutama putriku Sisil." "Ayah." Saat ayahnya menyebutkan namanya wajah Sisil tersipu. "Haha. Baiklah kalau begitu." Kata Clue lalu pergi. Ketiga kekasih Clue membungkuk kepada raja Edward lalu pergi mengikuti Clue.


Melihat Clue pergi Brown anak pertama raja Edwrad berkata "Ayah, apakah dia jenius dari kerajaan menengah." Saat mendengar kata Brown. 4 pangeran dan Sisil melihat raja Edward. "Aku tidak terlalu yakin. Karena jenius paling berbakat di kerajaan menengah umur 22 tahun hanya mencapai peringkat C level 6 sedangkan dia mencapai peringkat C level 10." Kata raja Edward. "Apa.! Peringkat C level 10." 5 pangeran dan Sisil terkejut secara bersamaan.


"Kalian jangan menyinggung dirinya. Hanya dengan dirinya saja dan hewan peliharaannya dapat membahayakan kerajaan pentagon." Kata raja Edward mengingatkan. Kelima pangeran mengangguk setuju. Karena monster peringkat C level 10 kekuatannya setara dengan peringkat B level 1.


Beberapa menit kemudian Clue tiba di akademi lalu menuju kamarnya. "Kita akan pergi, kamu bersenang-senanglah dengan Angel." Kata Bunga mencium pipi Clue lalu meninggalkan. Cindy juga mencium pipi Clue lalu berkata sebelum meninggalkan. "Angel malam ini giliranmu. Besok giliranku untuk bersamanya."


Mendengar kata Cindy Clue menggeleng. Ketiga kekasihnya sudah mengatur jawal siapa yang harus bersama dengannya. Angel tersipu mendengar kata Cindy. "Baiklah ayo bersenang-senang." Clue menggendong Angel menuju kasur. Angel tersenyum bahagia saat di gendong oleh Clue. Dia sangat senang memiliki kekasih seorang pemuda jenius dan tampan, yang setiap perempuan ingin sekali menjadi kekasihnya.


Waktu perlahan berjalan dan 1 bulan telah berlalu. Selama 1 bulan Clue bersenang-senang dengan ketiga kekasihnya. Selama 1 bulan level Clue tidak meningkat sama sekali. "Menurut patriack. Kolam darah akan dibuka hari ini. Meskipun aku tidak bisa menyerap energi alam untuk berkultivasi. Aku mungkin bisa mendapatkan sesuatu di kolam darah." Gumam Clue.


Clue meninggalkan kamarnya lalu pergi ke area pusat di ruangan patriack. Tidak lama kemudian Clue sampai di sebuah ruangan dan masuk kedalam. "Oh. Apakah kamu kesini untuk pergi ke kolam darah." Kata patriack melihat Clue. "Benar." Clue mengangguk. "Tunggulah beberapa menit wakil patriack sedang memanggil 10 orang lainnya yang akan ikut pergi ke kolam darah."


Selang beberapa menit wakil patriack tiba di ruangan. "Apa mereka sudah siap untuk pergi." Kata patriack. "Mereka sudah siap dan akan pergi beberapa menit lagi." "Nak apa kamu ingin ikut." Balas wakil patriack lalu berkata kepada Clue. "Ya. Saya ingin melihat seperti apa kolam darah wakil patriack." Balas Clue. "Baiklah kalau begitu ayo pergi." Wakil patriack tersenyum kepada Clue lalu meninggalkan ruangan. Clue mengangguk kepada patriack lalu mengikuti wakil patriack.