
"Baiklah, karena aku telah berjanji padamu. Kamu saat ini adalah kekasihku." Kata Clue tersenyum kemudian meremas bokong Jasmine. "Dasar." Jasmine tersenyum mendengar kata Clue. Clue dan Jasmine saling menatap kemudian mulai berciuman. "Emm." Jasmine mengerang ketika Clue meremas dadanya.
Clue berhenti mencium Jasmine dan mulai melepaskan bajunya. Clue melihat Jasmine memakai panties bewarna merah bermotif bunga. "Panties yang kamu pakai sungguh seksi." Kata Clue kemudian menjilati panties Jasmine. "Ahhh." Jasmine mengerang saat Clue menjilati pantiesnya.
40 menit kemudian Clue dan Jasmine keluar kamar mandi secara bersama. Saat melihat kedua orang tuanya berada di ruang tamu, Jasmine menundukan wajahnya. Dia tidak berani menatap kedua wajah orang tuanya. "Mengapa om dan tante melihatku seperti itu. Apakah aku tidak pantas menjadi kekasih Jasmine." Kata Clue. "Ahh. Kamu pantas menjadi kekasih anakku." Samuel mengangguk mendengar kata Clue.
Mendengar jawaban Samuel Clue berkata. "Baiklah, aku akan tidur dengan Jasmine. Ayah, om dan tante jangan lupa untuk istirahat." Clue memegang tangan Jasmine dan berjalan ke arah kamar. Melihat Clue dan Jasmine masuk ke dalam kamar Samuel berkata. "Mereka berdua belum menikah. Namun mereka seperti sepasang suami istri." Samuel menghela nafas. "Jika Clue bukan seorang hunter tingkat s. Aku sudah memukulnya." Kata Indah mendengus kemudian berjalan ke arah kamar.
"Maaf atas perilaku anakku." kata Adrian melihat Samuel. "Tidak perlu minta maaf. Saat mengikuti putramu, kami berdua sudah siap untuk melihat kejadian seperti ini. Akan aneh jika Clue bersedia membuat kami kuat. Sementara hubungan dengan Jasmine hanya sebatas teman." Balas Samuel.
Sementara saat ini Clue dan Jasmine sedang tidur berpelukan di ranjang. "Aku sudah memberi tahu hubungan kita berdua kepada orang tuamu. Kamu tidak perlu malu lagi untuk melihat wajah orang tuamu." Kata Clue mengelus kepala Jasmine. "Aku tidak percaya kita akhirnya menjadi sepasang kekasih. Pertama kali bertemu denganmu, aku berpikir kamu akan membunuhku." Balas Jasmine. "Aku bukan seorang psikopat yang membunuh orang tanpa alasan." Balas Clue. "Baiklah, sebelum tidur ayo kita lakukan lagi." kata Clue melepaskan rok Jasmine. "Ahh, kamu masih belum puas." Jasmine berteriak.
Keesokan harinya Clue dan Jasmine keluar dari kamar. "Pagi ma, Pagi pa, Pagi om." Kata Jasmine dengan wajah merah melihat Adrian dan kedua orang tuanya. Indah melihat Jasmine dan menghela nafas. "Apa kalian berdua menggunakan pengaman." Mendengar kata ibunya wajah Jasmine semakin memerah. "Kami tidak menggunakan pengaman. Aku selalu keluar di dalam milik Jasmine." Balas Clue. "Uhukk." Adrian dan Samuel terbatuk saat meminum coffee. "Clue." Jasmine dengan malu menarik pakaian Clue.
"Jika begitu, kamu harus siap jika suatu saat menggandung anaknya." Kata Indah melihat Clue. Jasmine terdiam mendengar kata ibunya. "Jasmine sudah siap menggandung anakku. Orang terkuat di Indonesia. Lalu ayo kita mulai berburu monster." kata Clue melihat ayahnya dan kedua orang tua Jasmine.
Los Angeles, Amerika Serikat. Seorang pria melihat smartphone dan berkata. "Menarik sepertinya orang korea itu sama sepertiku. Memiliki kehidupan kedua." Pria menaruh smartphone disakunya dan berkata. "Sepertinya aku perlu berkunjung ke korea selatan cepat atau lambat." Kata pria kemudian menghilang.
9 jam telah berlalu, saat ini Clue sedang melayang di langit dan 95 panah angin mulai muncul di udara. "Kekuatanku saat ini seharunya mencapai 950." Kata Clue. "Jika aku tidak melatih ayah, Jasmine serta kedua orang tuanya. Aku saat ini pasti sudah melawan hukum alam." Clue menghela nafas. Clue melihat ke arah barat kemudian terbang dengan sangat cepat.
10 menit kemudian Clue melihat beberapa orang yang berhasil mengalahkan monster dan turun dari langit. "Lihat, ada seseorang yang turun dari langit." Kata seorang pria. "Sepertinya wajahnya terlihat tidak asing." Balas pria lain. "Ahh, bukankah dia terlihat mirip Fernando hunter pembunuh itu." Kata seorang wanita. "Benar, aku memang Fernando." Kata Clue turun di depan wanita. "Ahhh." Wanita ketakutan dan berjalan mundur.
Semua orang saling menatap kemudian seorang pria memberikan smartphone kepada Clue. Clue mengambil smartphone kemudian membuka media social. Clue kemudian melihat beberapa berita yang viral. Clue terkejut melihat pria korea mengumumkan bahwa dirinya melawan hukum alam. Pria juga menyebutkan bahwa siapa saja yang bertemu pria tua di dalam mimpinya. Kemudian memiliki kenangan dari mimpinya, pria korea akan menunggu orang itu dikorea selatan.
Clue selesai membaca berita kemudian tertawa. "Hahaha, sepertinya bukan aku saja yang mendapatkan mimpi seperti itu." Clue berhenti tertawa dan berkata. "Sepertinya aku perlu pergi ke korea setelah menghadapi hukum alam." Clue meremas smartphone hingga hancur kemudian terbang ke langit. "Ahh, smartphoneku." Pria terkejut smartphonenya dihancurkan oleh Clue. "Fiuh, akhirnya dia pergi." Semua orang menghela nafas ketika Clue pergi.
Keesokan harinya Clue sedang berdiri di langit dan melihat langit begitu hitam. Sementara petir menyambar-nyambar. "Datanglah, aku tidak takut pada kalian." Clue menyeringai. "Duarr." "Ahhh." Clue menjerit saat petir menyambar dirinya. "Lagi." teriak Clue kemudian tubuhnya mulai diselimuti petir. "Duaarr." Petir menyambar Clue. Namun Clue tidak berteriak seperti sebelumnya. "Hahaha, hukum alam tidak berguna melawanku." Clue tertawa terbahak-bahak. "Duar." "Duar." Seakan paham dengan provokasi Clue. Petir menyambar Clue secara beruntun.
5 menit kemudian Clue berdiri dengan tubuhnya yang hangus. "Baiklah, aku ingin tahu seberapa jauh diriku dapat merasakan makhluk hidup." Kata Clue memejamkan matanya. Clue membuka matanya dan berkata. "Tidak buruk, aku dapat merasakan makhluk hidup dalam jarak 1000 meter." Clue mengangguk. "Lalu, apakah batas teleportasiku hanya dalam jarak 100 meter." Kata Clue menghilang.
Clue tiba-tiba muncul di suatu tempat dan terkejut. "Menurut perkiraanku. Aku teleportasi sejauh 200 meter. Haha, tidak buruk meningkat dalam jarak 100 meter." Clue tertawa. Clue melihat dirinya yang hangus tanpa baju dan berkata. "Pertama-tama aku perlu memakai baju." Clue kemudian menghilang.
5 menit kemudian Clue keluar dari sebuah toko dengan memakai kaos berwana hitam dan celana bewarna putih. "Karena berhasil melawan hukum alam. Aku setidaknya bisa menjaga orang di sekitarku saat di korea selatan." Kata Clue. Clue sebelumnya telah memikirkan untuk mengajak orang tuanya, Jasmine dan kedua orang tua Jasmine untuk pergi bersama ke korea selatan.
Clue melihat ke arah timur kemudian menghilang. Tidak lama kemudian Clue muncul di sebuah tempat dan melihat Adrian sedang berlatih bersama Jasmine, Indah dan Samuel. "Clue." kata Jasmine saat melihat kedatangan Clue. "Dari mana saja kamu Clue. Apakah kamu tahu bahwa beberapa menit tadi langit begitu gelap, dan petir seperti menyambar satu tempat yang sama." kata Adrian.
"Sebenarnya aku yang membuat fenomena itu." Kata Clue. "Ahh." Keempat orang terkejut mendengar kata Clue. "Benar, aku lupa bahwa kamu bisa mengendalikan petir." Jasmine teringat video Clue memanggil petir untuk membunuh para hunter, polisi dan tentara.
"Benar, aku akan pergi ke korea selatan. Apa kalian ingin ikut." Clue bertanya. "Tentu saja aku ikut." Kata Jasmine mengangguk. Dia tahu akan bahaya jika tidak berada di dekat Clue. "Aku juga ikut. Aku ingin tahu korea selatan seperti apa." Balas Adrian. "Kami berdua akan ikut. Hal bodoh jika tetap tinggal di kota Jember tanpa perlindunganmu." Balas Indah. Mendengar jawaban mereka Clue mengangguk dan berkata.
"Apa kamu memiliki smartphone." Kata Clue melihat Jasmine. "Aku memilikinya. Memangnya kenapa Clue." tanya Jasmine. "Aku ingin meminjamnya." Balas Clue. "Aku menaruh smartphoneku di kamar. Karena jaringan dan listrik di kota ini mati. Aku jarang menggunakan smartphone." Balas Jasmine. Clue melihat Jasmine kemudian menghilang.