
"Kalian tega meninggalku." Perempuan yang di panggil Jasmine terjatuh dan mulai menangis. Clue melihat langit mulai gelap dan berkata. "Ayo pergi." Clue menggendong perempuan dan terbang ke langit. "Ahhh." Perempuan menjerit ketika tahu dirinya terbang.
20 Menit kemudian Clue mendarat dan melihat Adrian sedang berlatih elemen angin. "Siapa dia Clue. Kenapa dia menangis, apa kamu menculiknya." Adrian melihat perempuan yang menangis. "Benar yah, aku menculiknya." Balas Clue. "Mengapa kamu menculiknya." Adrian bingung. "Karena dia cantik." Balas Clue. Adrian terdiam mendengar kata Clue. Adrian tahu bahwa dulu Clue adalah playboy. Namun Adrian terkejut Clue saat ini berani menculik perempuan.
"Tenanglah yah. Aku saat ini sudah di anggap penjahat berbahaya oleh pemerintah. Karena aku seorang penjahat, jadi aku bebas menculik seorang wanita." Clue tersenyum. Adrian terdiam mendengar kata Clue. "Baiklah, ayo pergi dari sini." Kata Clue merangkul Adrian. Kemudian Clue, Adrian dan perempuan terbang di langit.
30 menit kemudian Clue berada di sebuah rumah dan sedang duduk di sebuah kursi. "Mengapa kamu tidak berhenti menangis." Kata Clue melihat perempuan yang masih menangis. Perempuan menatap Clue dan berkata. "Bisakah kamu membiarkan aku pergi." "Tidak, aku tertarik padamu. Jadi aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Clue tersenyum. "Kumohon biarkan aku pergi. Aku akan menuruti apapun yang kamu minta." Perempuan memohon.
Mendengar kata perempuan Clue menyeringai kemudian menggendong perempuan dan berjalan ke arah kamar mandi. "Ahhh." Perempuan menjerit saat tiba-tiba digendong oleh Clue. "Anak ini." Adrian tersenyum kecut melihat perbuatan Clue.
Setelah tiba di kamar mandi. Clue memeluk perempuan dari belakang dan berkata. "Siapa namamu." "Namaku Jasmine." Perempuan berkata dengan gugup. "Kamu sangat cantik Jasmine. Berapa umurmu saat ini." Clue mencium leher Jasmine. "Saat ini aku berumur 18 tahun." balas Jasmine gemetar saat lehernya dicium oleh Clue. "Aku suka perempuan muda yang cantik. Jika kamu bisa memuaskanku. Aku akan membiarkan kamu pergi." bisik Clue. "Apa kamu berjanji." Balas Jasmine. "Aku berjanji." Kata Clue. Clue memutar badan Jasmine kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Clue dan Jasmine berciuman.
1 jam telah berlalu saat ini Clue sedang duduk dan melihat Jasmine yang terbaring di kasur. "Aku sudah memuaskanmu. Kalau begitu ijinkan aku pergi." kata Jasmine. "Siapa bilang aku sudah puas. Aku masih belum puas." Clue menyeringai kemudian menarik kaki Jasmine. "Ahhh." Jasmine menjerit.
Keesokan harinya Clue sedang duduk di kasur dan melihat Jasmine terbangun. "Kamu binatang buas. Kamu tidak berhenti berhubungan badan, meski aku memohon untuk berhenti." Jasmine melotot kepada Clue. "Haha, kamu bukanlah seorang perawan. Jadi aku tidak perlu ragu-ragu." Clue tertawa. "Kamu telah keluar beberapa kali keluar di dalam. Aku pasti akan hamil." Jasmine mengigit bibirnya.
"Tenang, jika kamu hamil. Kamu bisa melakukan aborsi. Tapi apa kamu yakin akan melakukan aborsi. Karena kamu mengandung anak dari orang terkuat di Indonesia." Clue tersenyum. Jasmine mencibir mendengar kata Clue.
"Baiklah, pakai bajumu lalu keluar." Kata Clue melihat Jasmine yang masih telanjang. "Aku akan mandi terlebih dulu." kata Jasmine. "Baiklah." Clue keluar dari kamar. Setelah Clue keluar dari kamar Jasmine melempar guling dan berteriak. "Ahhh." Clue yang mendengar teriakan Jasmine dan menggeleng.
"Apa kamu akan tetap menahannya." Kata Adrian melihat Clue. "Benar, sia-sia membiarkannya pergi. Aku akan membiarkannya pergi, jika aku bosan dengannya." Kata Clue. Adrian menghela nafas mendengar kata Clue.
"Sepertinya kita kedatangan tamu." Kata Clue tersenyum. "Huh." Adrian dan Jasmine bingung mendengar kata Clue. "Woarr." "Booom." "Ahhh." Jasmine menjerit ketika pintu meledak. Beberapa detik lalu Clue merasakan puluhan mahluk hidup yang tiba-tiba muncul di depan tempat dia berada. Namun Clue mengabaikannya, karena kekuatan mereka terlalu lemah.
Jasmine membuka matanya dan melihat pelindung yang terbuat dari air melindungi dirinya, Clue dan Adrian dari pecahan batu dan kaca yang terlempar. "Sisakan dua harimau api untukku Clue." kata Adrian melihat harimau api yang menghancurkan pintu. "Baik yah." Kata Clue melambaikan tangannya kemudian pelindung air berubah menjadi puluhan tombak air dan melesat ke arah kawanan harimau. "Buzz." "Buzzz." "Woarr." Tombak air menembus tubuh harimau.
"Bagaimana bisa tombak yang terbuat air menembus tubuh monster." Jasmine terkejut. Clue mengabaikan kata Jasmine kemudian berkata. "Kamu bisa bertarung yah." "Haha, baik." Adrian tertawa kemudian melesat menuju harimau dengan membawa pedang yang di selimuti angin.
Beberapa menit kemudian Clue melihat ayahnya berhasil membunuh dua harimau api. "Tidak buruk yah." Kata Clue melihat Adrian yang sedang duduk di atas mayat harimau api. "Apa anda hunter tingkat b." Kata Jasmine melihat Adrian. "Tidak, aku sama sepertimu hunter tingkat c." Balas Adrian. "Ahh, pasti kekuatan anda 70 ke atas karena bisa membunuh dua harimau api tanpa terluka." Balas Jasmine
"Baiklah, cukup mengobrolnya. Sudah saatnya kita berburu." Kata Clue merangkul Adrian dan Jasmine kemudian terbang ke langit. "Ahhh." Jasmine berteriak ketika dirinya terbang di langit. "Meski ini kedua kalinya kamu terbang. Kamu tetap saja takut." Kata Clue melihat Jasmine menutup matanya. "Bodoh, semua orang pasti ketakutan jika melihat kebawah. Meski orang itu tidak memiliki phobia ketinggian" balas Jasmine.
20 menit kemudian Clue, Adrian dan Jasmine mendarat di tanah. "Aku pikir, aku akan mati." kata Jasmine. "Jika aku menjatuhkanmu dari langit, kamu pasti akan mati. Apa kamu ingin mencobanya." Kata Clue tersenyum. "Jangan coba-coba." Jasmine marah dan melotot kepada Clue. "Sepertinya kamu tidak ada takutnya denganku. Apa perlu aku membakar wajah cantikmu." Kata Clue menyeringai. Mendengar kata Clue dan melihat api di tangannya, Jasmine gemetar ketakutan dan berkata. "Kumohon jangan lakukan itu." "Hahaha. Aku hanya bercanda." Clue tertawa. Adrian tersenyum kecut melihat Clue.
"Mereka datang." kata Clue. "Mendengar kata Clue wajah Adrian menjadi serius. "Woarr." Clue melihat puluhan harimau api dari berbagai arah berlari ke arahnya. "Aku akan sisakan 3 monster untuk ayah dan kamu." Kata Clue melambaikan tangannya kemudian puluhan panah angin muncul. "Mati." kata Clue menggerakan jarinya kemudian puluhan panah angin melesat cepat ke arah puluhan harimau api. "Buzz." "Buzz." "Woaarr." Puluhan panah angin menembus semua kepala harimau.
Tidak lama kemudian hanya tersisa 3 harimau api yang masih berdiri. "Baiklah. Silakan bertarung." Kata Clue. mendengar kata Clue Jasmine menjerit. "Ahh, tapi aku hanya seorang healer." "Bukankah kamu bilang bisa menguasai sihir angin." Kata Clue. "Aku hanya sedikit bisa menguasai sihir angin. Sihir anginku tidak akan bisa membunuh harimau api itu." Kata Jasmine.
Clue menginjak kakinya kemudian 4 tanah runcing menusuk kaki harimau api. "Woarr." Harimau api menjerit. "Sekarang kamu bisa membunuhnya." Kata Clue kemudian melihat Adrian yang sudah melesat ke arah dua harimau api. Jasmine melihat harimau api yang kakinya tertusuk tanah kemudian mulai merapalkan sebuah mantra. Clue melirik Jasmine dan melihat 1 panah angin yang kecil mulai terbentuk dari udara dan melesat ke arah harimau api.
"Buzz." Clue melihat panah angin menusuk kepala harimau api. Namun harimau api masih hidup. "Serangan sihirnya sekuat tingkat d. Dengan serangan seperti itu butuh dua kali untuk membunuh harimau api." Kata Clue. "Aku sangat iri kepada manusia saat ini. Karena bisa mendapatkan kemampuan mengendalikan angin setelah membunuh monster. Sedangkan aku harus berkultivasi terlebih dahulu dan menyerap kristal angin agar dapat mengendalikan angin. Terlebih lagi jika aku tidak memiliki kenangan dalam mimpiku. Aku tidak akan menguasai elemen angin dengan mudah." Clue menggeleng.