
" Lepas!" Ucap Alicia saat merasa pria itu mulai kurang ajar.
dia paling tidak suka tangannya disentuh sembarang seperti ini bahkan saat dia bergelut di dunia malam pun dia tidak suka disentuh seperti ini tanpa seizinnya.
" Waw, setelah sekian lama tidak bertemu apa kamu sudah menjadi wanita baik-baik sekarang? atau semakin menjadi?" Tanya pria itu saat melihat reaksi Alicia yang seperti menolak dan tidak nyaman dengan dirinya.
" Atau kamu masih seperti yang dulu? tidak suka di sentuh sembarangan di saat banyak orang seperti ini? atau kita ingin open room?" Kedua tangan Alicia terkepal erat saat pria itu mengatakan open room bersamanya.
Jangan bilang pria ini kembali mengajak yang bermalam. Tidak, Alicia tidak akan pernah mau malam dengannya lagi.
Cukup sudah dia melakukan dosa besar di masa lalu dan dia tidak ingin kembali terjerat dengan dunia kelamnya.
" Jaga bicara mu dan tolong jangan berbicara tentang masa lalu lagi karena aku bukan wanita seperti itu lagi. Aku sudah menikah jadi jangan coba-coba berani menantuku." Ucap Alicia dengan menunjuk wajah pria itu.
Bukannya takut pria itu malah semakin berhasrat pada Alicia.
Dia semakin bertingkah ingin menyentuh wanita itu namun dengan sigap Alicia menolaknya.
" Sudah aku katakan jangan berani-beraninya menyentuhku atau aku akan--"
" Akan apa Cia? Akan apa hah? Apa kau ingin mengatakan padaku bahwa kau adalah wanita malam atau kau malah ingin mereka semua yang berada di sini mengetahui bahwa kau adalah mantan wanita malam yang pernah bermalam denganku dan aku yang pernah membayar mu dan aku juga pernah menikmati tubuh indah mu ini. Atau suami mu tidak tau bagaimana dirimu yang dulu? Apakah aku juga harus mengatakan pada semua orang bagaimana panasnya wanita yang berada di depanku saat ini? apalagi saat dia tidak memakai apapun di tubuhnya dengan bergerak liar di atas ku?" Tubuh Alicia bergetar hebat saat mendengar apa yang pria itu katakan.
Telinganya berdengung hingga tanpa sadar dia menampar wajah pria bajingan itu.
Plak!
Tangan Alicia langsung bergetar setelah dia berhasil menampar pria itu.
Sementara pria itu merasa tidak terima karena di tampar seperti itu oleh Alicia.
Dia hendak membalas Alicia namun ada seorang pria yang menahan tangannya. Pria itu sangat di kenal olehnya.
Dia tau siapa yang tengah menahan tangannya saat ini.
" Leon..." Suara Alicia mulai bergetar.
Alicia sangat lemah menghadapi semua ini. Dia takut jika masa lalunya bisa mempengaruhi nama baik suaminya.
" Pergi dari sini Alicia. Masuk ke dalam mobil dan biar aku yang menanganinya." Alicia tidak ingin pergi.
Dia ingin membawa suaminya ikut pulang bersamanya tapi Leon yang menolaknya. Suaminya itu akan memberi pelajaran pada pria yang telah berani menyakiti istrinya.
" Pergi ke mobil mu Alicia! Biarkan aku yang mengurus bajingan ini." Ucap Leon lagi hingga membuat Alicia langsung pergi meninggalkan Leon di sana.
Sementara Leon sendiri, dia langsung melancarkan aksinya untuk memberi pelajaran pada pria itu.
" Leonardo Casio, apa kau juga salah satu penikmat tubuhnya juga?"
Bugh...
Leon melepaskan satu buah pukulan untuk pria atau karet telah berani mengatakan hal seperti itu padanya.
Alicia mantan wanita malam itu tidak berhak untuk mengatakan hal seperti itu tentang istrinya.
" Apa-apaan ini hah?" Tanya pria itu yang tidak karena Leon memukulnya.
Bugh...
" Aahhkkk..." Leon kembali menekan dada pria itu dengan sebelah kakinya.
" Aku katakan pada mu jangan pernah berani mengatakan hal seperti itu lagi pada Alicia ku. Jika kau mengatakan hal itu pada istriku maka aku akan menghabisi mu saat itu juga."
" Istri?"
" Ya, Alicia adalah istriku dan kau telah berani membuatnya menangis. Aku tidak peduli masa lalu seperti apa yang dialaminya bersamamu yang telah membuatnya menangis seperti itu tapi aku pastikan bahwa kau akan memisahkan telah berani membuat istriku menangis. Kau, aku akan membuatmu hancur karena telah berani membuatnya menangis. Ingat wajahku ini baik-baik karena mulai saat ini aku akan menghancurkan tanpa sisa. Ingat itu!" Ucap Leon yang merasa muak dengan semua itu.
" Dan untuk kalian semua yang berada di sini, aku ingin mengatakan pada kalian semua bahwa aku tidak perduli dengan apa yang kalian katakan dan apa yang telah kalian lewati bersama. Dia memang mantan wanita malam dan aku mencintainya. Aku adalah orang yang telah membawanya keluar dari dunia menjijikan itu tapi aku tidak pernah menatapnya jijik sebagai seorang wanita. Jika sampai aku mengetahui bahwa salah satu dari kalian kembali mengungkit tentang masa lalu istriku maka aku tidak akan segan-segan membuat kalian menyesal karena telah berani melakukan hal itu."
...****************...