One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pagi Yang Indah



Alta baru saja terbangun dari tidurnya dan senyumnya langsung terbit ketika melihat siapa yang berada di pelukannya saat ini. Dia melihat bahwa sang istri yang berada di dalam pelukannya dan, bahkan tidurnya sangat lelap sekali.


"Apa mimpimu sangat indah sayang hingga kau tidak terus dengan cahaya matahari? ayo buka mata mu Naura, sinar matahari cemburu denganmu saat ini sayang." ucap Alta dengan begitu lembut sambil mengusap pipi istrinya. Karena tidak ingin mengganggu tidur sang istri, akhirnya Alta memiliki elektron dari tempat tidur dan membersihkan tubuhnya lebih dulu.


Setelahnya dia memilih untuk turun ke bawah karena dia ingin melihat teman-temannya.


"Selamat pagi..."


Plak!


"Aahhkkk..." Arka berteriak saat mendapatkan sebuah pukulan dari temannya ketika dia mengucapkan selamat pagi pada pengantin baru itu.


"Kau bisa diam atau tidak? istriku masih tidur dan kau sudah berteriak di depan pintu kamarku. Dimana Husein dan kenapa kau tidak pergi bersamanya saja?" tanya Alta yang merasa kesal dengan temannya.


Dia baru saja keluar dari kamarnya, Namum pria menyebalkan itu sudah berada di depan pintu kamar dan membuatnya kaget.


"Seharusnya tidak menampar wajahku seperti ini. Lihat, ini sakit." ucap Arka yang memegang pipinya bekas tamparan dari Alta tadi.


"Beruntung aku hanya menamparmu, bagaimana jika aku mengadakan kepalamu dengan pistol tadi?" jawab Alta dengan begitu santainya.


Bahkan dia tidak memperdulikan lagi bagaimana wajah Arka yang terlihat kaget ketika dia mengatakan ingin meledakkan kepalanya.


"Al, ayo bermain. Halaman rumahmu sangat besar. Kita bisa bermain atau berkuda seperti saat kita sekolah dulu. Saudara Aladin sudah berada di kandang kuda milikmu dan dia sudah memilih kudanya." ujar Arka yang mengikuti Alta.


Dia terus saja mengikuti temannya yang pergi ke meja makan. Bahkan penampilannya sudah rapi.


"Kau tidak ingin pergi ke kantor kan? ayolah, libur sehari saja karena besok kami sudah kembali." Alta terus saja berjalan dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan temannya.


Sementara Arka makan dan menemani pria itu sarapan.


"Ayolah Al, kita berkuda lebih dulu sebelum kami pulang ke Indonesia. Ya Al, mau kan?"


Brak!


Arka langsung terdiam saat melihat teman yang menggebrak meja. Dia melupakan bahwa temannya ini paling membenci jika ada orang yang ribut di meja makan.


"Oke, aku diam." ucapnya sambil menggerakkan tangannya seolah setengah mengunci mulutnya saat ini.


Arka membiarkan temannya sarapan dengan tenang barulah kembali bicara. Tepat saat melihat bahwa Alta sudah selesai dengan kegiatan sarapan paginya, dia kembali hendak bicara namun temannya sudah mematahkannya lebih dulu.


"Sehari saja. Setelahnya pulanglah ke Indonesia dan jangan mengganggu hidupku lagi. Pekerjaan ku banyak aku akan berkunjung ke sana setelah semua dan waktu ku senggang. Kalian datang disaat yang tidak tepat."


"I know, but yeah never mind." jawab Arka yang langsung pergi ke kandang kuda untuk memilih kudanya sendiri.


Begitu juga dengan Alta, setelah dia menghubungi asistennya, barulah dia pergi ke kandang kuda untuk bertemu dengan kuda kesayangannya sendiri.


Rasanya juga sudah sangat lama dia tidak bermain dengan kudanya maka dia akan bermain.


Di saat Naura terbangun, dia tidak melihat lagi keberadaan suaminya di tempat tidur dan itu artinya Alta sudah berangkat kerja.


"Astaga, aku kesiangan." ucapnya yang langsung bergegas turun dari tempat tidur dan membersihkan dirinya.


Sebelum itu dia jug menyempatkan diri untuk membongkar sprei miliknya agar di ganti yang baru oleh pembantu rumah tangga mereka.


"Ya ampun, bahkan dia meninggalkan ponselnya di rumah." ucap Naura yang memegang ponsel suaminya.


Namun saat dia hendak sarapan, salah satu pelayan mengatakan bahwa suaminya tadi menitipkan pesan jika istrinya bangun suruh menyusul ke kandang kuda di belakang.


"Jadi suami ku tidak bekerja?"


"Tidak Nona. Tuan Alta berkuda bersama teman-temannya dan beliau mengatakan jika anda ingin melihatnya, datang ke halaman belakang saja."


"Ah, Terim kasih-"


"Mora, nama saya Mora nona." jawab pelayan tersebut hingga membuat Naura tersenyum untuk itu.


"Oh, baiklah Mora. Terima kasih atas informasinya." ucap Naura dengan penuh senyuman.


Mora sebagai pelayan rumah ini merasa bahagia karena dia mendapatkan majikan baru yang membuatnya merasa betah di sini. Setidaknya dia tau bahwa majikannya ini baik


Setelah sarapan, Naura memilih pergi menyusul suaminya di halaman belakang. Dari posisinya saat ini dia bisa melihat bagaimana suaminya yang bermain bersama teman-temannya.


Melihat mereka tertawa dan saling mengejar seperti itu membuat Naura merasa bahagia. Ternyata suaminya bisa bermain seperti itu juga. Bahkan tawanya terlihat sangat lepas sekali.


"Lihat Al, istri mu datang." teriak Arka ketika melihat Naura istrinya Alta datang melihat mereka.


Mendengar apa yang Arka katakan membuat Alta langsung melihat ke arah yang di tunjuk temannya dan ternyata memang benar bahwa istrinya melihat mereka.


Dihampirinya sang istri yang menunggu mereka di sana.


"Maaf, aku tidak membangunkan kamu kerena tidurmu sangat nyenyak. Jadi aku tidak membangunkannya." ujar Alta yang turun dari atas kudanya.



"Mau mencoba naik?" Naura langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin naik kuda.


"Tidak apa-apa sayang, naik bersama ku." ajak Alta dan naura tetap menggelengkan kepalanya menolak ajakan dari suaminya.


"Kudanya besar sekali dan tinggi. Aku tidak ingin jatuh dari kuda yang tinggi ini."


"Namanya Lexus. Dia kuda dari Jerman dan dia baik. Lihat, dia bahkan diam saja saat bersama kamu." Alta terus saja membujuk istrinya namun Naura tetap tidak ingin naik kuda.


Apalagi naik dengan gaun seperti ini. Mana dia mau naik kuda seperti itu.


"Ayo, naik sayang." ucap Alta yang langsung menaikan Naura ke atas kudanya hingga membuat naura menjerit ketakutan.


"Aahhhkkk..Gege, ayo turun." pinta Naura karena dia tidak berani naik kuda.


"Tunggu aku sayang. Jangan bergerak biarkan aku naik dulu." Alta naik ke atas kuda bersama istrinya hingga membuat keduanya terlihat sangat romantis sekali.


"Lihat Tadz, temen elu terlambat jatuh cinta. Gayanya belagu banget kek anak ABG baru pacaran. Alay banget." cibir Arka yang melihat bagaimana temannya yang terlihat sangat romantis sekali dengan istrinya.


"Bibir mu terlalu lemez Ar. Biarkan saja dia menikmati hidup barunya. Lagi pula kita seharusnya bahagia melihat sahabat kita bahagia seperti itu. Sahabat nabi pernah bercerita bahwa--"


"Ya ya ya, aku sudah tau apa yang akan kamu katakan. Sudah, ayo berkuda lagi karena aku ingin mengikuti sunah Rasul dan para sahabatnya dengan berkuda."