
Brak!
Alicia membanting pintu kamar mereka saat dia sudah sampai di kamar tidurnya bersama Leon.
Sementara pria itu hanya bisa menyusul Alicia dan menghela nafasnya saja.
" Kenapa kau marah? Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Kenapa marah pada ku?" Tanya Leon yang melihat Alicia yang kesal terhadapnya.
" Kau ini. Seharusnya kau membujuk ku seperti seorang gadis yang merajuk pada kekasihnya. Kau ini suami ku dan aku istri mu. Kau juga sedang mengandung anak mu saat ini, lalu bagaimana bisa kau tidak memperdulikan ku." Alicia mengomel panjang lebar.
Dan Leon sendiri hanya bisa menghela nafasnya saja. Dia tau bahwa saat ini Alicia tengah kesal padanya.
" Katakan padaku apa yang bisa ku lakukan untuk mu? Kita tidak jadi makan malam tadi. kau juga belum makan. Jadi biar aku masakan sesuatu."
" Tidak! Aku tidak ingin anak ku keracunan karena memiliki ayah seperti mu. Lagi pula aku tidak yakin kau bisa masak!" Senyum Leon mengembang sempurna saat Alicia mengklaim anak yang ada di kandungannya saat ini adalah anaknya.
Mendengar Alicia mengakui bahwa itu anaknya membuat Leon sangat bahagia. Setidaknya Leon bia bernafas lega karena Alicia sudah menerima anak itu dan menganggapnya dengan baik.
Itu sudah jauh lebih dari cukup bagi Leon sendiri.
" Jangan meremehkan ku Alicia. Aku bisa memasak dengan baik dan kau harus mencobanya." Leon melepaskan kemeja yang di pakainya hingga menyisakan celana bahan miliknya saja.
Dia pergi meninggalkan Alicia untuk memasak makan malam istri dan anaknya itu.
Alicia sendiri memilih untuk menyusul pria itu karena dia juga penasaran dengan apa yang akan dilakukannya di dapur.
Bisa saja dia membakar dapur mereka nantinya dan Alicia tidak ingin hal itu terjadi di sini.
Entah di mana dia berganti celana, tapi yang pasti saat ini Alicia juga mencium aroma sabun segar.
Itu artinya suaminya itu baru saja mandi.
" Kenapa di sana saja? kesini dan peluk aku. Kau tidak perlu gengsi untuk untuk melakukannya karen aku hanya milik mu saja." Ucapan dari Leon membuat lamunan Alicia tentang bahu kekar itu buyar seketika saya mendengar apa yang keluar dari bibir suaminya.
" Tidak! Aku tidak ingin memeluk mu."
" Kamu tidak tapi anak ku iya. Anggap saja kau melakukannya untuk anak kita oke." Leon datang menghampiri Alicia dan melingkarkan kedua tangan wanita itu di pinggangnya.
Tidak hanya di situ saja, bahkan Alicia merasakan bahwa punggung Leon sangat hangat dan menyenangkan baginya.
Tanpa sadar dia mengecup punggung kekar pria itu.
" Kenapa Alicia? Aku terlalu hangat untuk mu kah? Kau bahkan mencium punggung ku."
" Tidak! Aku tidak melakukannya. Aku hanya merasa bau dengan aroma tubuh mu yang jelek ini!" Alicia sudah ingin melepaskan kedua tangannya tapi di halangi oleh Leon.
" Terus seperti ini. Aku ingin kita menikmati kebersamaan ini. Tolong jangan terus ingin ribut dengan ku Alicia. Aku tidak ingin kau merasa terganggu dengan kehamilan ini. Apa pun yang kau inginkan aku akan mengabulkannya. Tapi tidak dengan sebuah perpisahan." Jelas Leon.
Dia akan melakukan apapun untuk Alicia tapi tidak dengan perpisahan di antara mereka berdua nantinya.
...****************...