One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Tidak sengaja



Karena sudah terlalu kesal dengan keadaan rumah yang begitu sibuk dengan pernikahan kakaknya, akhirnya dia memilih pergi keluar untuk berjalan-jalan sekedar mencari angin.


Leo begitu menikmati kehidupan yang di luar seperti ini karena dia merasa bahwa tidak ada yang bisa melarangnya. Kedua orang tuanya adalah orang tua yang hebat. Orang tuanya sama sekali tidak pernah mempersulit kehidupan mereka sebagai anak-anaknya. Mama dan Daddy-nya bebaskan jalan mana yang ingin mereka pilih tanpa harus membebani kehidupan anak-anaknya dan itu yang membuat Leo sangat bangga memiliki kedua orang tua yang hebat seperti mereka.


"Malam seperti ini rasanya sangat damai sekali. Tidak lagi mendengar kebisingan pusat kota. Setidaknya aku merasa hidup di sini." ucap Leo sambil meminum americano miliknya.



Di saat lihat tengah menikmati americano miliknya tiba-tiba saja dia melihat seorang wanita yang masih dikenalinya.


"Lihat, makan di tengah bertengkar dengan seorang pria. Itu pasti salah satu pelanggannya atau paling tidak pria yang telah dibohongi olehnya. Cih, wanita seperti itu tidak pantas untuk diperjuangkan. Jika aku jadi pria itu maka aku akan meninggalkannya begitu saja tidak perlu harus meminta dan memohon terhadapnya. Siapa dia aku harus memohon seperti itu!" ucap Leo dengan sinis. Dia terus saja melihat ke arah sepasang anak manusia yang tengah bertengkar di taman ini tak jauh dari tempatnya berada.


Semakin lama didengarnya, pertengkaran itu semakin panas dan bahkan pria itu hendak memukul wanitanya.


Merasa tidak tega melihat wanita diperkosa seperti itu membuat Leo langsung menghampiri pria yang ingin memukul wanita itu.


"Siapa kau?" tanya pria itu ketika tangannya di tangan oleh seseorang yang tiba-tiba saja datang.


"Kau bertanya siapa aku? tidak perlu mengetahui siapa aku karena kau akan terkejut jika mengetahuinya nanti. Tapi satu hal yang harus kau katakan padamu bahwa laki-laki tidak akan pernah menggunakan tangannya untuk memukul seorang wanita. Kau tau, Daddy-ku selalu mengatakan pada kami anak-anaknya terutama aku sebagai seorang laki-laki untuk tidak pernah melakukan kekerasan terhadap wanita. Laki-laki sejati tidak akan pernah melukai wanita dan jika ada seorang laki-laki yang berani memukul seorang wanita itu artinya dia tidak laki-laki karena hanya berani kepada wanita saja." ucap Leo tanpa rasa takut sedikitpun.


Dia menatap pria itu dengan berani sementara wanita yang berada di balik punggungnya hanya bisa menatap kaget saat ada seorang pria yang menolongnya.


"Kau, berani sekali kau mengatakan hal seperti itu padaku. Apa kau tidak tahu siapa aku sebenarnya?" Leo tersenyum saat mendengar apa yang pria itu katakan padanya. Terdengar sangat menggelikan sekali.


Leo bukanlah anak kecil yang bisa di ancam begitu saja. Bahkan saat sekolah saya punya memiliki badan yang kecil dan dia tidak takut sama sekali dengan mereka yang berani membully-nya.


"Apa kau pikir aku takut dengan ancaman? kau seorang pria lu bagaimana bisa aku ingin menyakiti seorang wanita sementara kau sendiri lahir dari seorang wanita. Menggelikan sekali hidupmu." ucap Leo lagi.


Dia sengaja melepaskan tangan pria itu begitu saja hingga membuatnya terhuyung ke belakang. Tubuh tinggi Leo dengan begitu mudah membuatnya terhuyung ke belakang.


"Aku akan membalas mu Jasmine. Kau akan mendapatkan balasannya." ucap pria itu yang berteriak pada wanita yang di selamatkan Leo tadi.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Leo langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Tunggu." panggil wanita yang bernama Jasmine itu. Sementara lihat sendiri tidak lagi memperdulikannya karena menurutnya dia sudah selesai dengan semua ini.


"Is, kau ini tuli ya?" Jasmine kembali berteriak hingga membuat Leo menghentikan langkahnya.


Berani sekali wanita itu mengatakannya tuli. Tidak kah seharusnya dia mengatakan terima kasih pada Leo karena telah menolongnya? males kenapa malah berteriak dan mengatakan bahwa dia tuli?


"Untuk apa kau membantuku?"


"Seharusnya kau mengatakan terima kasih daripada mempertanyakan hal yang tidak perlu aku jawab seperti itu. Aku menolongmu karena aku melihatmu jadi aku tidak mungkin membiarkan seorang wanita dipukul seperti itu. Tapi jika aku tahu wanita tadi adalah kau maka aku tidak akan menolongnya. Wanita yang tidak tahu berterima kasih malah mempertanyakan hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi." Ucok Leo tanpa melihat lagi ke arah Jasmine.


Menurutnya semua sudah selesai dan Leo pergi meninggalkan tempat itu. Dia menaiki motornya dan kembali pulang ke rumah karena suasana luar sudah tidak seperti tadi.


Leo menikmati malam harinya dengan berjalan-jalan di pusat kota menaiki sepeda motornya.


Sementara wanita bernama Jasmine tadi menata penuh pertanyaan pada pria yang sudah tiga kali ditemuinya.


"Pertama aku bertemunya saat dia berada di gerai ibu. Lalu yang kedua kami kembali bertemu di klub malam dan yang ketiga bertemu di taman kota seperti ini. Apakah akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya lagi? jika memang ada pertemuan selanjutnya lagi maka aku akan mencakar wajah sombongnya. Dia memang tampan tapi sikapnya mengerikan. Dingin dan sombong." ucap Jasmine yang menilai Leo tanpa dia mengenal pria itu.


Dengan begitu mudahnya Jasmine mengadakan bahwa Leo adalah pria yang sombong dan dingin tanpa diketahui jika Leo adalah pria yang paling hangat di dunia ini.


Ini semuanya kamuflasenya saja karena beliau tidak ingin banyak wanita tergila-gila dengan dirinya jika dia bersikap hangat seperti saat dia di rumah.


"Sudahlah, aku harus pulang sebelum ibu mencari ku." ucap Jasmine.


Dia segera pulang ke rumahnya untuk menemui sang ibu sementara Leo sendiri pun juga pulang ke rumahnya.


"Kemana saja kamu?" tanya Alicia saat putranya baru saja pulang.


"Leo dari luar Ma, hah..." Leo memberikan nafasnya yang bau aroma kopi yang sangat strong hingga membuat Alicia bisa bernafas lega karena setiap kali putranya pulang dari luar dia akan mencium aroma tubuh Leo apakah ada bau alkohol atau tidak. Maka dari itu Lia lebih dulu memberikan nafasnya pada sang Mama agar wanita itu percaya bahwa dia bebas dari alkohol.


"Mama tenang saja karena Leo bebas alkohol bebas narkoba dan obat-obatan terlarang bahkan merokok saja pun Leo tidak."


"Bagus jika begitu jika kamu berani mendekat dengan hal terlarang itu maka Mama akan mencoret nama kamu dari kartu keluarga dan Mama akan mengusir kamu dari rumah ini. Mama tetap ada ancaman Mama dan Mama tidak main-main. Kamu calon kepala rumah tangga jadi kamu harus memiliki sikap yang bertanggung jawab dan itu dimulai dari bertanggung jawab untuk diri kamu sendiri."


"Iya Mama..." jawab Leo.