
"Ayo kak, cepat hubungi kak Alta dan katakan padanya jika kamu menginginkan sesuatu." ucap Sheela mengajarkan kakak ipar yaitu untuk terus menghabiskan uang kakaknya.
Mereka tahu bahwa uang Arta tidak berseri dan tidak akan ada habisnya maka dari itu, Sheela terus saja menghasut Laura agar bisa menghabiskan banyak uang kakaknya.
"Apa tidak masalah? maksudnya aku takut jika Gege akan marah nantinya." baik Sheela maupun Sheila, keduanya sama-sama menjalankan kepalanya karena mereka yakin bahwa Alta tidak akan pernah bisa marah pada Naura.
"Tidak akan, kami berdua yakin jika kak Alta tidak akan marah. Percaya pada kami." ucap Sheela yang berusaha untuk meyakinkan kakak kepada mereka bahwa tidak akan ada yang terjadi apa-apa karena Allah tidak akan pernah bisa memarahinya.
Karena percaya dengan hasil dan kedua diimpornya membuat Naura berani menghubungi suaminya walau dia tahu bahwa saat ini Alta pasti sedang berada di kantor dan sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi sesibuk apapun Alta dia tidak akan pernah mengabaikan istrinya karena orang adalah prioritas utama dalam hidupnya saat ini.
Saat panggilan berdering, hanya dengan dua kali berdering saja Alta sudah langsung menjawabnya. Sungguh luar biasa sekali bukan cinta pria itu terhadap istrinya.
"Ya, sayang ada apa?" tanya Alta saat dia menjawab panggilan telepon dari istrinya.
Sementara Naura sendiri masih bingung bagaimana cara menjelaskan pada suaminya tentang apa yang telah diajarkan kedua adik iparnya itu padanya tadi.
"Sayang, ada apa ini?" tanya Alta yang mulai panik karena Naura belum juga menjawab apa yang diinginkannya.
"Tidak ada, hanya saja aku dan mommy twins akan pergi mencari cendol di pinggir jalan karena katanya itu enak. Mereka juga mengajakku untuk pergi ke rumah makan Padang karena katanya makanan di sana enak-enak. Sejak pagi tadi aku belum makan jadi,"
"Pergilah bersama mereka dan hati-hati sayang. Bawa pengawal bersama kalian dan jangan biarkan Sheela menyetir mobil karena itu akan berakibat fatal nantinya." ucap Alta yang memberi peringatan pada istrinya untuk tidak melakukan hal yang aneh-aneh apalagi dia bersama si kembar dan yang menjadi permasalahannya saat ini adalah Sheela.
Adiknya itu terkadang memiliki pemikiran yang di luar nalar. Bahkan suaminya saja lebih sering menitipkannya di rumah utama karena dia ingin fokus bekerja.
Tapi tetap saja mereka tau bagaimana sikap suaminya Sheela yang sungguh sangat sabar sekali mengahadapi sikapnya yang seperti itu.
"Asyik..." Sheela bertepuk tangan dengan penuh kebahagiaan karena mereka diperbolehkan keluar oleh Alta dan itu adalah sebuah keajaiban dunia kedua karena selama ini kau tak selalu menganggap mereka adalah aliran sesat bagi istrinya.
Tidak, bukan mereka tapi Sheela saja karena Sheila tidak pernah membawa pengaruh buruk apapun pada kehidupan mereka dan hanya Sheela saja lah yang memiliki sikap seperti itu.
"Love you Gege, saranghae Hyung," ucap Sheela lagi yang selalu saja menggoda kakak tertuanya itu.
Sedangkan Naura sendiri hanya bisa tersenyum saja ketika mengetahui bahwa suaminya memberikan izin padanya untuk pergi bersama kedua adik iparnya.
Tidak ada yang spesial dengan penampilan mereka kali ini karena mereka hanya membawa dompet saja dan beberapa lembar uang cash karena tidak mungkin membayar di rumah makan padang menggunakan kartu debit ataupun kredit.
Mereka sudah keluar dari hutan pribadi milik mereka dan Naura merasa ada yang istimewa dari tempat tinggal mereka saat ini.
"Kenapa kak? apa ada sesuatu yang menganggu pikiran kamu?" tanya Sheela dan Naura sendiri langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak merasa ada yang mengganggu pikirannya saat ini.
Malah sebaliknya, karena saat ini Naura benar-benar merasa bahagia bisa hidup bersama keluarga suaminya yang sangat luar biasa.
"Lalu ada apa?" tanya Sheila yang juga penasaran dengan apa yang di pikirkan kakak iparnya ini.
"Sungguh, aku baik-baik saja. Aku hanya berpikir entah amalan apa yang kulakukan di masa lalu hingga aku mendapatkan kehidupan yang luar biasa seperti ini padahal dulunya hidupku itu sangat mengerikan."
"Hah, maksudnya bagaimana?" tanya Sheela yang mulai penasaran dengan cerita kehidupan Naura yang sama sekali belum diketahui oleh mereka walau sudah menjadi keluarga saat ini, tapi mereka selalu diajarkan untuk tidak mencari tahu apa yang terjadi di masa lalu seseorang karena setiap orang memiliki jalan kehidupannya masing-masing.
"Aku bukan anak dari Mama Alicia karena aku hanya anak dari seorang wanita tidak pernah menganggap kehadiranku bahkan saat di akhir hayatnya pun dia tidak pernah ingin memanggilku dan mengakui sebagai anaknya."
"What? bagaimana bisa?" tanya Sheela yang semakin penasaran dengan cerita kehidupan kakak ipar mereka di masa lalu.
"Jangan menceritakan apapun yang pernah terjadi jika itu membuatmu sakit. Itu yang mommy ajarkan pada kami." jawab Sheila pada wanita yang sedang mengandung calon pewaris dari keluarga King Alexander.
"Tidak masalah karena menurutku itu biasa saja. Aku hanya merasa tenang jika menceritakan semua ini pada kalian." ujar Naura karena dia hanya membutuhkan teman saja selama ini.
"Daddy memang Daddy ku, tapi Mama Alicia bukan mama ku karena ibu kandungku adalah Nathalie, mantan model terkenal dunia. Dia memilih mengakhiri kehidupannya dari pada mengakui diriku sebagai anaknya. Entahlah aku tidak tau apa alasan di balik semua ini tapi yang pasti aku tidak akan pernah bisa membencinya karena dia tetap ibuku. Wanita yang melahirkan aku ke dunia walau tidak dari jalan rahimnya." Sheila dan Sheela langsung memeluk tubuh Naura untuk menguatkan hari ibu hamil kesayangan mereka semua.
"Hey, aku baik-baik saja lalu kenapa kalian yang terlihat sedih?" tanya Naura pada kedua adik iparnya yang sedang memeluknya saat ini.
"Kami hanya ingin memberikan kekuatan saja pada kakak karena percayalah dibalik semua yang telah kakak alami di masa lalu ada kebahagiaan yang akan datang di masa depan. Kakak akan terus bahagia bersama kak Alta dan anak-anak kalian nantinya. Kalian harus terus bahagia sampai maut memisahkan dan semoga saja Tuhan selalu memberkati kalian." ucap Sheela yang berusaha untuk memberikan kata-kata bijaknya walau dia selalu saja di katakan bodoh oleh Sheila, tapi tetap saja mereka itu saudara dan semuanya itu full karena cinta dan kasih sayang mereka.
"Terima kasih atas doanya untuk kami dan begitu pula dengan kalian oke. Teruslah tersenyum karena ada Shiena dan Sheera buah hati mereka."
"Sudahlah, aku malas untuk membahasnya dan semoga saja apa yang telah di rencanakan bisa terlaksanakan saat itu juga."