
Baik Leo maupun Claudia keduanya sama-sama hancur. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan saat ini ketika mendengar penjelasan dari dokter tadi. Semua benar-benar di luar dugaan, yang tadinya Leo berpikir jika melakukan operasi semuanya sudah selesai maka tidak dengan kali ini. Penjelasan dari dokter membuat sepasang suami istri itu dilanda kekalutan yang luar biasa. Benar-benar terkejut ketika mendengar kenyatannya.
Begitu juga dengan orang-orang rumah, Mereka melihat sepasang suami istri yang sedang berjauhan saat ini tapi karena apa masalahnya mereka belum mengetahuinya. Hanya saja perasaan Alicia sebagai ibu tidak bisa dibohongi. Dia tahu apa yang terjadi saat ini maka dia memilih untuk bicara pada mereka berdua.
"Leo, Claudia," panggilnya pada anak dan menantu kesayangannya. Bingung, mereka bingung harus melakukan apa saat ini.
"Ya, Ma?" jawab Leo ketika mamanya memanggil.
"Sekarang pada Mama apa yang terjadi sebenarnya. Katakan semuanya dengan jujur apa yang kalian sembunyikan saat ini. Kalian di dalam pernikahan itu bukan hanya kalian berdua saja yang ada tapi keluarga juga ikut andil di dalamnya. Keluarga juga harus saling mengerti pada keluarganya yang lain jika mereka dalam kesusahan. Jadi, katakan pada mama saat ini, apa yang terjadi sebenarnya." ucap Alicia karena dia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya dalam rumah tangga anak-anaknya yang baru berusia seumur jagung itu. Mereka belum bisa menyelesaikan semua masalahnya dengan benar, berharap semoga apa yang dilakukannya bisa membantu anak dan menantunya.
Leo sendiri sudah bersiap untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada mamanya, tapi kalau dia melarangnya karena dia tidak ingin masalah ini diketahui oleh keluarganya. Entah bagaimana cara dia menjelaskan semua ini bahwa dia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Sayang,"
"Claudia terkena sakit kanker rahim stadium 1 ma," ucap beliau dengan begitu gamblang hingga membuat dunia Claudia serasa runtuh saat itu juga. Bukan hanya Claudia saja, tapi dunia Alicia pun hancur ketika mendengar apa yang putranya katakan. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang putranya katakan saat ini.
"Leo, tolong jangan main-main dengan apa yang kamu katakan saat ini. Masalah ini bukan untuk dipermainkan, ini masalah serius Leo." ucap Alicia. Dia ingin membuat putranya itu sadar dengan apa yang dikatakannya saat ini bahwa semua itu tidak bisa dipermainkan.
"Ma, tidak semua hal bisa dikatakan dengan begitu mudah dan tidak semua hal juga bisa dipermainkan. Apa Mama pikir saat ini Leo sedang bercanda dengan kata-kata Leo? jika memang mama menganggap semua ini permainan maka Leo akan mengatakannya sekali lagi pada Mama bahwa ini benar-benar kenyataan. Claudia sedang menginap penyakit kanker rahim stadium 1 dan kami baru saja dari rumah sakit untuk mendengarkan penjelasan langsung dari dokter. Awalnya Leo ingin meminta pada dokter untuk melakukan operasi, tapi semua itu tidak mudah ma. Tidak semudah itu." jawab Leo. Alicia melihat ke arah Claudia sedang berlinang air mata saat ini. Dari apa yang dilihatnya dia tahu bahwa semua ini bukan main-main dan semua ini benar-benar terjadi.
"Maafkan Claudia ma, jikalau dia tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Leo. Maaf jika Claudia tidak bisa menjadi menantu yang baik. Maaf jika-"
"Berhenti mengatakan omong kosong Claudia. Aku tidak akan mendengarkan apapun lagi yang keluar dari bibirmu jika hanya untuk mengatakan maaf seperti itu m Kamu tidak salah, jadi berhenti meminta maaf!" bentak Leo. Dia mengatakan hal seperti itu demi Claudia, agar istrinya itu tau apa yang di lakukannya saat ini itu salah. Jika pun terus ada yang disalahkan dalam masalah ini maka, satu-satunya yang bisa disalahkan adalah takdir. Takdir yang telah mempermainkan mereka seperti ini.
"Entah sampai kapan aku harus seperti ini Leo? kamu tidak memperbolehkanku untuk melakukan kemoterapi tapi kamu juga ketakutan mendengar penjelasan dari dokter dan tentang paska operasi, lalu apa yang harus kita lakukan saat ini? menunggu kanker ini semakin menyebar hingga aku mati?"
"Claudia!" suara Leo begitu menggelegar ketika membentak istrinya. Ini benar-benar di luar kuasanya. Sekali pun dia tidak pernah membentak Claudia seperti ini dan ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal itu.
"Berhenti mengatakan hal seperti itu. Claudia bisa tertekan jika seperti ini terus. Kamu seharusnya bisa menjadi support terdepan bagi istri kamu bukan malah membuatnya semakin tertekan seperti ini." Leo terduduk di lantai sambil meremas rambutnya. Jujur, dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini. Ini semua benar-benar di luar dugaannya. Dia tidak percaya bahwa dia bisa melakukan hal ini dan membentak lalu dia hingga sekuat itu. Benar apa yang mamanya katakan seharusnya dia bisa menjadi penyemangat terdepan bagi istrinya bukan malah semakin menghancurkan perasaannya seperti ini.
"Maaf, aku terlalu khawatir dengan keadaanmu hingga aku melupakan bahwa aku telah menyakitimu. Maafkan aku Claudia," ucapnya dengan penuh penyesalan. Tanpa diketahui oleh Mama dan Claudia, Leo juga meneteskan air matanya setelah mengatakan hal itu. Dia benar-benar merasa frustasi dengan keadaan mereka saat ini. Terlebih lagi semua masalah yang mereka hadapi di usia pernikahan mereka yang masih seumur jagung.
Alicia juga merasa terpukul dengan kenyataan pahit ini. Dia tidak menyangka jika anak dan menantunya bisa mendapatkan cobaan yang begitu berat di saat usia pernikahan mereka masih hangat-hangatnya dan seharusnya mereka masih menikmati kehidupan rumah tangga yang indah itu. Lalu bagaimana bisa mereka dihancurkan oleh kenyataan seperti ini.
"Sudah, kita bicarakan lagi ini dengan Daddy dan orang tua kamu Claudia. Mama tidak bermaksud apa-apa hanya saja mereka memang harus mengetahui semua ini agar kita bisa mencari jalan keluarnya sama-sama. Ini bukan hal yang mudah maka dari itu kita harus memikirkannya matang-matang. Kamu dan Leo, kalian berdua harus saling menguatkan satu sama lain untuk kehidupan yang jauh lebih baik lagi. Jangan membuat kesalahan yang tidak seharusnya kalian lakukan. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Kalian akan melewati semua ini dengan mudah, Mama yakin itu." akhirnya Alicia memilih keluar dari kamar anak dan menantunya karena dia ingin membiarkan mereka berdua bicara dari hati ke hati. Saat ini, mereka harus saling menguatkan satu sama lain agar pasangan mereka tidak semakin hancur dengan kenyataan ini terutama Claudia sendiri. Dia membutuhkan perhatian dan support system dari suaminya. Maka dari itu Alicia lebih memilih meninggalkan mereka berdua karena dia tahu keduanya masih membutuhkan ruang dan waktu yang lebih besar lagi untuk membicarakan tentang hal ini.