
Jasmine merasa sangat gugup saat ini apalagi ketika mendapatkan kabar jika keluarga Leo akan datang ke rumahnya untuk melamar. Tidak, ini bukan hanya lamaran biasa Karena Jasmine harus menghadapi keluarga besar pria itu.
Jika hanya dengan tuan Leon mungkin dia bisa bersikap biasa saja karena dia sudah cukup lama mengenalnya dan bekerja sama dengan pria itu. Tapi yang membuatnya takut adalah berhadapan langsung dengan nyonya Alicia yang terkenal sangat tegas. Apalagi dengan raut wajah datar miliknya setiap kali datang ke perusahaan. Jasmine masih mengingat dengan jelas bagaimana saat bicara padanya dulu dan mengatakan bahwa rok yang dikenakannya terlalu ketat maka dari itu dia harus merubahnya yang lebih besar lagi dan karena hal itu pula Jasmine merasa takut untuk bertemu dengan nyonya Alicia.
Jika dulu dia berhadapan langsung dengan wanita itu karena pekerjaan, maka kali ini berbeda karena dia akan menghadapinya secara langsung dan bertatap muka untuk membicarakan masalah dirinya dan juga Leo.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan saat ini? aku benar-benar bingung dan takut untuk menghadapi nyonya Alicia. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Jasmine yang berkaca pada dirinya dia terus saja berbicara pada dirinya sendiri di dalam cermin berharap dia mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.
Dib tengah merasakan kegugupan yang sangat luar biasa, tiba-tiba saja ibunya datang dan mendorong kepalanya begitu saja.
"Ah, ibu, kenapa mendorong kepala Jasmine seperti itu?" tanya Jasmine pada ibunya yang tiba-tiba melakukan hal itu padanya.
"Ya, aku ingin melakukan hal itu padamu agar kamu sadar bahwa sejak tadi kamu tidak selesai dengan kegiatanmu. Lihat, sebentar lagi mereka akan datang ke rumah ini dan kau belum bersiap sama sekali." ucap ibunya Jasmine, sedangkan Jasmine sendiri hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan.
"Baiklah ibu, aku akan turun sebentar lagi," ucapnya pada sang ibu. Jasmine melanjutkan kegiatannya dan bersiap untuk menemui keluarga Leo.
Tapat saat dia keluar dari dalam kamarnya dia mendengar ada suara beberapa mobil yang sampai ke rumahnya dan ketika dia membuka pintu rumahnya, sudah melihat Leo bersama kedua orang tuanya dan juga kakaknya.
Tangannya mulai keringat dingin dan dia takut berhadapan dengan nyonya Alicia. Satu-satunya orang yang paling ditakutinya adalah nyonya Alicia, ibunya Leo.
"Silahkan masuk semuanya," keluarga besar Leo di giring untuk masuk ke ruang makan karena memang Jasmine sudah mengatakan pada Leo bahwa mereka akan makan malam bersama.
Ketika keluarga besar Leo bersiap untuk duduk Leo memberikan kode pada Jasmine untuk tetap tenang karena mereka bisa melewati ini semua.
"Semua akan baik-baik saja jadi jangan takut untuk mengatakan hal apapun. Mamaku tidak seburuk apa yang kamu pikirkan karena dia adalah wanita yang paling tegas dan menjelaskan padaku bahwa semua keputusan yang di ambil harus bisa di pertanggung jawabkan dengan baik dan aku sedang berusaha untuk mempertanggung jawabkan keputusan yang aku ambil," bisik Leo pada Jasmine hingga membuat wanita itu mulai paham dengan semuanya.
Dia mengajak Jasmine untuk duduk di kursinya dan mulai makan malam bersama mereka. Banyak hal yang mereka bicarakan terutama Alicia yang mempertanyakan segalanya pada Jasmine karena dia ingin tahu bahwa wanita ini benar-benar mencintai putrinya tanpa ada paksaan sama sekali.
"Kamu sudah tahu bagaimana putraku bukan, jadi aku harap kalian bisa menerima semua kekurangan kalian masing-masing. Terlebih lagi Leo yang berstatus duda ditinggal mati jadi apa pun pemberitaan di luar sana jangan pernah merasa takut untuk menghadapinya Dan satu hal lagi, aku tidak pernah mempermasalahkan apapun status diantara kalian berdua jika memang kalian benar-benar saling mencintai. Tapi, jika kalian hanya menjalani hubungan ini karena keterpaksaan salah satu dari kalian maka jangan pernah memulainya. Pernikahan itu bukan sesuatu untuk dipermainkan jadi pikirkan lagi semuanya matang-matang sebelum melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius terutama kamu sendiri Leo. Mama tidak ingin kamu menyakiti hati banyak wanita di luar sana. Jika kamu menyakiti hati seorang anak maka ibunya pun akan ikut merasakan hal yang sama bahkan ibunya lahir orang yang paling merasa tersakiti atas semua itu. Begitu juga dengan mama, Mama akan merasa sakit hati dan merasa tidak benar merawat putra mama dan membesarkan putra Mama sendiri hingga dia bisa menyakiti hati wanita lain. Percayalah, jika kamu bisa mencintai pasanganmu dengan begitu baik maka Tuhan akan selalu memberkati kehidupan kalian berdua. Jadi, hanya satu pesan mama pikirkan semua ini dengan matang sebelum melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius. Pernikahan tidak semudah yang kalian bayangkan, banyak hal yang akan terjadi nantinya di dalam ikatan suci pernikahan dan kalian berdua harus siap untuk melewati itu semua. Semakin kalian saling mencintai maka semakin berat cobaan yang akan kalian hadapi nantinya." Jasmine tertegun ketika mendengar penjelasan dari calon ibu mertuanya. Dia karena tidak menyangka jika ibu mertua ini bisa menerimanya dengan begitu baik walau dengan kata-kata yang sangat tegas dan terkesan kasar tapi dia tahu apa yang dikatakan wanita itu semuanya benar. Tidak ada yang salah dari kata-kata nyonya Alicia, dan merasa bahagia bahwa hidupnya dikelilingi orang-orang baik setelah apa yang dilewatinya selama ini.
"Bagaimana dengan anda nyonya?" tanya Alicia pada ibunya Jasmine.
Ibunya Jasmine langsung menuliskan sesuatu di buku memonya dan memberitahukan pada mereka semua tentang jawabannya.
"Aku tidak ingin memaksakan apapun karena aku pada anak-anak, terserah mereka tidak ingin menjalani kehidupan rumah tangga ini karena aku sebagai seorang ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putriku dan berharap bahwa dia bisa mendapatkan pria yang mencintainya dengan begitu tulus." Alicia kalian ketika melihat jawaban yang ditulis wanita itu.
Dia lupa jika Leo sudah mengatakan bahwa ibunya Jasmine itu bisu.
"Oke, jika begitu kita akan melangsungkan pernikahan mereka berdua Minggu depan!"
"Apa?" pekik mereka semua yang berada di ruangan makan itu ketika mendengar apa yang Alicia katakan jika Jasmine dan Leo akan menikah Minggu depan. Terlebih lagi Jasmine yang merasa tidak percaya dengan semua ini.