
Malam harinya, Alicia dan Leon tengah berada di dalam kamar mereka dan keduanya tengah membicarakan tentang perjodohan Naura.
" Kamu yakin akan menjodohkan Naura? apa tidak terlalu cepat untuk menjodohkan Naura? apalagi usianya masih 23 tahun." Ucap Alicia yang mencoba bicara dengan suaminya.
" Usia Naura saat ini sudah ideal. Dia sudah lulus sebagai lulusan terbaik, lalu bekerja di rumah sakit dan menurut ku ini saat yang tepat untuknya." Jawab Leon.
Dia sudah memikirkan ini semua dengan matang bahwa Naura akan menerima perjodohan darinya.
Leon sendiri sudah menyiapkan calon jodoh untuk putrinya tersebut. Entah Naura akan setuju atau tidak tapi setidaknya Leon sudah mencoba mencarikan yang terbaik untuk putrinya.
" Tapi bagaimana jika Putri kita menolak? kamu sudah berjanji padaku jika Naura menolaknya maka kamu juga tidak bisa memaksakan kehendak Mu terhadapnya. Naura berhak mengemukakan pendapatnya terhadap apapun keputusanmu. Ingat janji kamu." Ucap Alicia.
Dia berusaha untuk mengingatkan suaminya bahwa mereka memiliki perjanjian yang tidak tertulis tentang perjodohan ini. Jika Naura menolaknya maka Leon sendiri tidak bisa memaksakan kehendak tersebut.
Mereka hanya bisa mengusahakan yang terbaik untuk Naura tapi tidak memaksanya.
" Aku mengerti Alicia. Setidaknya aku sudah berusaha mencarikan yang terbaik untuk putriku. Seperti yang kamu katakan bahwa Putri kita berhak bahagia atas kebahagiaannya. Dia juga bisa memilih kebahagiaannya sendiri tapi harus dengan persetujuan kita. Siapa pun pria yang dipilihnya nanti itu semua harus sesuai dengan kriteria kita. Aku tidak meminta pria itu untuk kaya raya. Setidaknya dia memiliki kemampuan untuk menghidupi Naura dan anak-anaknya nanti. Tidak perlu kaya raya karena aku sudah menyiapkan harta warisan untuk Naura sebelum aku meninggal."
Plak!
Alicia memukul lengan suaminya saat pria itu mengatakan tentang kematian. Entah mengapa rasanya Alicia benar-benar tidak suka saat pria itu membicarakan tentang kematiannya dan Alicia tidak sanggup walau hanya untuk memikirkannya saja.
" Kenapa memukul ku Alicia? apa salahku hingga kau memukulku seperti ini?" Tanya Leon yang merasa tidak terima saat Alicia memukulnya seperti itu.
" Bukan hanya memukul mu saja, aku bahkan ingin menggigit lenganmu agar kau tau jika aku marah." Ucap Alicia.
Entah mengapa rasanya Alicia benar-benar marah ketika pria itu berbicara tentang kematian seperti itu. Cukup sekali menghadapi Alicia menghadapi suaminya yang kecelakaan dan terbaring koma selama satu bulan.
" Katakan apa kesalahanku hingga membuatmu marah seperti ini. Aku tidak tahu apa kesalahanku hingga membuatmu memukulku." Tanya Leon.
Dia tidak tahu di mana letak kesalahannya hingga membuat istrinya memukul lengannya seperti tadi.
Dia menangis di hadapan suaminya saat dia harus kembali mengingat bagaimana dia berjuang saat suaminya terbaring koma.
" Maafkan aku Alicia. Aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi jika memang aku yang lebih dulu pergi meninggalkan mu, aku mohon jangan terus menangisi ku dan jangan pernah mencari pengganti ku lagi walau banyak pria yang ingin mengantikan posisi ku. Aku mohon Alicia." Ucap Leon lagi.
Mendengar apa yang suaminya katakan membuat Alicia kesal dan lebih memilih pergi meninggalkan suaminya saja dari pada dia harus terus berbicara hal yang tidak masuk akal seperti itu.
Melihat istrinya yang seperti ingin meninggalkannya di dalam kamar sendiri membuat Leon langsung bergegas bangkit dari tempat tidur mereka.
Dia tidak ingin ditinggalkan oleh istrinya. Leon tidak bisa tidur jika tidak bersama Alicia.
" Sayang, kamu mau ke mana Alicia?" Tanya Leon yang menghentikan istrinya.
Alicia berhenti melangkah saat tangannya di tahan oleh Leon seperti ini.
" Aku ingin pergi. Lebih baik aku tidur bersama Naura malam ini daripada harus tidur dengan pria yang terus saja membicarakan tentang kematiannya. Aku tidak peduli dengan semua harta yang kamu miliki karena aku bisa saja menghabiskannya saat ini. Untuk apa menunggu kamu mati jika aku ingin memiliki semua harta ini?" Leon merasa bahwa saat ini istrinya telah merasa kecewa dengan dirinya.
Tapi mau bagaimana lagi, ini yang sudah direncanakan oleh Leon dan dia sudah mengatur segala sesuatunya tentang Alicia, Naura dan bahkan Leo sekali pun.
Kehidupan mereka tidak akan susah ketika Leon meninggal nanti.
" Maafkan aku Alicia, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi aku--"
" Tidur sendiri karena malam ini aku akan tidur bersama Naura. Tidak ada jatah malam mu selama satu Minggu full dan jangan menganggu ku karena aku tidak ingin di ganggu. Aku ingin membiasakan diri ku untuk hidup sendirian tanpa suami karena suami ku sendiri yang terus saja membicarakan tentang kematiannya."
Brak!
Alicia membanting pintu kamarnya karena terlalu kesal dengan suaminya itu.
...****************...