
Melihat suaminya yang pulang dengan begitu banyak membawa buah-buahan di kedua tangannya membuat Naura langsung menghampirinya dan melihat apa yang di bawa suaminya saat ini.
"Gege, ini dari mana?" tanya Naura yang langsung bersemangat ketika melihat begitu banyaknya buah-buahan yang di bawa suaminya saat ini.
"Iya sayang, ini kamu dapatkan dari mana?" tanya Diandra yang juga kaget melihat barang bawaan putranya saat ini.
"Al mendapatkannya dari rumah Elle dan-" Alta ke arah istrinya yang juga menatap ke arahnya saat ini. Kedua pasangan suami istri itu saling menatap satu sama lain dan menyelami perasaan mereka masing-masing karena Alta takut jika istrinya berpikir yang tidak tidak dengan apa yang terjadi antara dirinya dan juga Elle.
"Al," panggil mom Diandra lagi karena dia takut terjadi kesalahan pahaman di antara anak dan menantunya ini.
"Tadi tiba-tiba saja Naura menginginkan mangga yang berwarna merah orange dan katanya ingin memetiknya langsung dari pohon, lalu Al tidak tahu untuk mencarinya di mana dan lebih memilih menceritakan semua itu di grup keluarga dan mereka semua menyarankan untuk pergi ke London karena memang hanya di London ada pohon mangga berwarna orange tersebut yang tidak sengaja ditanam oleh opa Alex. Lalu suaminya Elle mengatakan bahwa di rumah hanya ada beberapa jenis mangga dan salah satunya mangga berwarna ungu ini," tunjuknya pada sang istri mangga yang berwarna ungu yang di bawanya langsung dari rumah Elle.
"Elle juga menitipkan salam pada Naura dan memintanya untuk datang berkunjung ke rumah keluarga suaminya. Elle ingin mengenal Naura lebih dekat karena memang kita ini keluarga. Semua buah-buahan ini memang Al bawa dari rumah Elle mom." ucapnya dengan jelas.
Alta berusaha menjelaskan semuanya pada sang istri agar wanita itu tidak salah paham dengan apa yang di lakukan ya di rumah wanita itu.
"Sayang, kamu harus percaya bahwa aku tidak melakukan hal apapun di sana selain mengambil buah-buahan ini. Aku berani bersumpah untuk itu." ucap Alta yang berusaha menjelaskan pada istrinya bahwa dia sama sekali tidak pernah melakukan hal yang tidak tidak di rumah Elle.
"Memangnya aku berpikiran seperti apa? jika memang ini semua dari rumah Elle kenapa tidak mengajakku pasti akan sangat seru sekali di sana datang untuk memetik buah ini, kapan kita akan pergi ke rumah Elle?" tanya Naura dengan begitu polosnya hingga membuat ibu dan anak itu seperti baru saja terlepas dari jeratan tali yang mengikat leher mereka saat ini.
Mendengar ******* pasrah dari suami dan ibu mertuanya itu membuat Naura kembali bertanya pada mereka apa yang terjadi.
"Tidak ada apapun yang terjadi sayang. Aku hanya merasa lega karena kamu bisa menerima semua penjelasanku ini. Aku takut jika kamu marah padaku karena aku pergi ke rumah Elle sendirian."
"Aku tidak marah, hanya sedikit kesal karena kamu tidak mengajakku pergi ke sana. Jadi katakan pada Elle jika aku ingin ke sana. Bisakah kami menjadi teman yang baik?" tanya Naura lagi karena dia benar-benar ingin bertemu dengan Elle. Apalagi ketika mengetahui bahwa di rumah wanita itu banyak sekali pohon buah-buahan seperti yang dibawa suaminya tadi.
"Besok weekend tak akan pergi berkunjung ke rumah Elle saat suaminya di rumah. Sekarang ayo makan buahnya dulu sayang. Ini ada mangga yang kamu inginkan dan ada yang berwarna ungu juga. Elang, suaminya Elle bilang buah mangga yang kulitnya berwarna ungu ini jauh lebih enak daripada yang berwarna merah orange itu. Jadi ayo kita coba," Alta mengajak istrinya untuk pergi ke dapur dan saat ampai di dapur, si kembar Sheila dan Sheela sedang memakan rujak buatan pelayan di rumah mereka.
"Kakak dari mana? waw, itu mangga, ayo cepat kupas kulitnya dan ayo kita campurkan dengan rujak ini." ucap Sheela dengan penuh semangat ketika melihat buah-buahan segar yang dibawa kakak tertua mereka.
Namun, apa yang diinginkannya ditolak mentah-mentah oleh Alta karena dia tidak ingin memberikan buah-buah tersebut untuk adik-adiknya karena itu untuk sang istri.
"Gege, sepertinya itu enak. Ayo kita coba." ucap Naura hingga akhirnya Alta terpaksa ikut makan bersama ketiga wanita tersebut.
Melihat Naura yang begitu antusias memakan rujak buatan pembantu rumah mereka membuat Alta merasa senang. Setidaknya dia tau bahwa saat ini istrinya merasa nyaman dengan kehamilannya dan itu adalah hal yang paling membahagiakan bagi Alta sendiri.
"Gege,"
"Ya sayang?" jawab Alta ketika mendengar istrinya memanggil dirinya.
"Apa kita bisa pergi keluar dari rumah? maksudnya kita berjalan-jalan di kota ini karena aku belum pernah keluar dari rumah sejak kita datang bukan?" tanya Naura pada suaminya.
Mendengar apa yang di katakan Naura membuat Sheila dan Sheela langsung memiliki rencana jahat mereka untuk menguras isi dompet kakaknya walau mereka tahu bahwa dompet kakaknya tidak akan pernah habis terkuras.
"Ayo kita ke mall, kita akan menghabiskan uang kakak." ajak Sheela yang sudah sangat bersemangat untuk menghabiskan uang kakaknya.
"Tidak!"
"Iya," jawaban Alta dan Naura sangat berbeda tapi ketika mendengar jawaban dari istrinya membuat akta hanya bisa kembali mendesah pasrah dengan keinginan sang istri yang menginginkan mereka untuk pergi berjalan-jalan ke luar rumah.
"Ayo, kami akan bersiap lebih dulu. Kak Shei, ajak Shiena dan juga Shera, karena kita akan menghabiskan uang uncle kesayangan mereka berdua." ajak Sheela yang menjadi kompor di setiap kegiatan mereka.
Saat adik kembarnya berdua pergi, Naura memeluk lengan suaminya karena dia merasa bahagia hidup bersama keluarga suaminya yang ternyata sangat menyenangkan sekali.
"Aku bahagia hidup disini. Apa kita bisa tinggal disini saja? disini aku memiliki banyak teman, jika di Moskow aku akan sendirian walau nanti Sheila akan ikut kita tapi tetap saja sepi karen Sheila tidak seperti Sheera yang menyenangkan. Bukan maksud aku mengatakan jika Sheila itu tidak menyenangkan, hanya saja mereka berdua sangat berbeda." ucap Naura yang berusaha menjelaskan pada suaminya tentang keinginannya.
"Baiklah, kita akan memikirkannya lagi nanti. Lagi pula Daddy juga sudah tua dan sudah harus pensiun. Tapi bagaimana nanti, kita akan membicarakannya lebih lanjut lagi sayang." Naura menganggukkan kepalanya karena memang dia setuju dengan pemikiran suaminya tentang semua ini.
"Teruma kasih sayang,"
"Anything for you my love,"