One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Bertemu lagi



Leo kembali ke perusahaan setelah dia beristirahat selama beberapa hari dan mulai hari ini Leo akan menjalani hari-harinya sebagai seorang pemimpin dari perusahan milik Daddy-nya. Mau tidak mau dia sudah harus duduk di kursi panas ini karena memang sudah saatnya.


Nah, pagi ini Leo meminta semua berkas yang harus dipelajarinya pada sekertaris yang memang sudah di siapkan oleh sang Daddy untuknya.


Mendengar suara ketukan pintu di dafi luar membuat Leo yang sibuk dengan laptop dan ponselnya langsung mempersilahkan sekertaris barunya untuk masuk.


"Letakan di sana dan tolong minta pada pantry untuk membuatkan aku air jahe merah. Aku akan menuliskan resepnya untuk kau bawa nanti." ucap Leo yang sedang menuliskan sebuah takaran air jahe untuk di minum olehnya dan memberikan kertas kecil itu begitu saja pada sekretarisnya tanpa melihat ke arah wanita tersebut.


"Dan satu lagi, aku ingin-"


Deg!


Jantung Leo seperti berhenti berdetak ketika dia melihat siapa yang ada di depannya saat ini.



Betapa kagetnya Leo ketika mengetahui bahwa sekretarisnya adalah Jasmine. Tapi sejak kapan wanita itu bekerja sebagai seorang sekertaris?


Apa begitu lama dia meninggalkan tempat ini hingga membuat begitu banyak perubahan?


Tidak ingin terus menatap wanita itu membuat Leo langsung memutuskan kontak mata di antara mereka berdua karena dia tidak nyaman dengan tatapan mata Jasmine padanya.


"Itu catatannya dan bawa air jahe tadi secepatnya," titah Leo yang langsung kembali bekerja karena dia tidak ingin terjebak dengan tatapan mata wanita itu.


Sedangkan Jasmine sendiri, entah mengapa dia merasa seperti ada yang mengganjal di hatinya ketika dia harus di hadapkan dengan Leo mulai hari ini.


"Permisi tuan," pamitnya pergi setelah mendapatkan perintah dari Leo.


Setelah kepergian Jasmine, Leo langsung menghentikan pekerjaannya dan menghubungi seseorang yang sudah mengetahui semua hal tentang dirinya termasuk sekretaris yang bekerja dengannya saat ini.


"Halo dad, apa maksud Daddy memilihkan sekertaris untuk Leo itu Jasmine?" tanya Leo pada daddy-nya karena memang pria itulah yang menyiapkan segala sesuatu dan kebutuhannya di perusahaan ini termasuk sekretarisnya.


"Ya, karena memang menurut Daddy Jasmine adalah wanita yang sangat berkompeten dan selama kau pergi dia bekerja sambil kuliah dan setelah dia lulus, Daddy menyuruhnya untuk menjadi seorang sekretaris dan dalam waktu singkat dia bisa mempelajari semuanya dengan cepat bahkan saat ini dia menjadi salah satu sekretaris paling kompeten. Jadi, tidak ada salahnya kamu bekerja dengan dia." jawab sang Daddy hingga membuat Leo hanya bisa mendesah pasrah dengan semua ini.


Setidaknya dia tau alasan apa yang berikan daddy-nya dan itu masuk akal.


"Memangnya kenapa? apa kamu keberatan dengan semua ini?"


"Tidak sama sekali, jika begitu Leo kerja lagi dad." jawabnya yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Mereka melakukan panggilan Vidio sampai saat Jasmine datang dengan secangkir air jahe hangat pesanannya.


"Hey, singa Amerika, aku akan datang membawa makan siang untukmu karena aku tau kamu tidak akan makan tepat waktu jika sudah bekerja. Tunggu aku jam makan siang karena aku akan datang dari butik. Hari ini aku membawa makan siang untukmu, tapi maaf aku hanya bisa membelikan dari restoran tapi aku berjanji bahwa besok aku akan masak untukmu."


"Lakukan sesuka mu Claudia, aku sedang bekerja saat ini jadi jangan terlalu berisik." terdengar suara tawa di ponselnya membuat Jasmine yang baru saja datang langsung meletakkannya di meja kerjanya lalu pamit pergi.


"Ini minuman anda tuan. Jika tidak ada keperluan lain saya permisi." pamit Jasmine pada Leo sedangkan pria itu hanya menganggukkan kepalanya saja karena dia sedang sibuk dengan pekerjaannya sementara Claudia juga mendengar ada suara seorang wanita dan dia tau bahwa itu pasti sekertarisnya.


"Cie, kau bekerja dengan seorang wanita. Kau pasti bahagia bukan?" goda Claudia yang sengaja melakukan hal itu karena memang dia sering sekali menggoda Leo dengan hal-hal seperti ini dan Leo sendiri hanya bisa memberikan tatapan malas pada Claudia yang terus saja tertawa di ponselnya.


"Pergilah, aku sudah selesai dan akan aku panggil nanti jika aku membutuhkanmu." jawab Leo pada Jasmine hingga membuat wanita itu pergi dari ruangan kerja bis barunya.


Lebih tepatnya anak bos besar yang kini mengambil alih perusahaan untuk di kelola olehnya.


"Kau terlalu dingin dengan wanita lain Leo. Tidak bisakah kamu membuka hatimu untuk orang lain?" tanya Claudia pada pria yang terlihat sibuk dengan kegiatannya saat ini.


"Aku tidak tertarik dengan wanita mana pun di dunia ini. Aku hanya tertarik denganmu jadi jangan bicarakan lagi masalah ini denganku Claudia. Kau sudah mengenalku cukup lama, jadi jangan membuat hubungan kita renggang karena hal seperti ini." Claudia menganggukkan kepalanya karena memang itulah yang terjadi.


Leo mengatakan bahwa dia tidak ingin menjalin hubungan apa pun dengan wanita termasuk dengan Claudia saat ini. Kelak jika waktunya tiba dia akan menjalin hubungan dengan wanita tapi tidak dengan saat ini.


"Baiklah jika seperti itu, aku bekerja lagi dan sampai jumpa di makan siang."


"Ya, jangan lupa minum air putih. Kau sering melupakan hal kecil itu jika bekerja."


"Iya Claudia," jawab Leo dan sambungan telepon merek berdua terputus dan itu itu artinya mereka harus kembali bekerja masing-masing.


Di saat Leo sudah bekerja dengan semua pekerjaannya, di luar ruangannya kini terdapat seorang wanita yang tidak bisa bekerja dengan baik setiap kali melihat pria yang telah mencuri hatinya sejak dulu.


"Apakah aku harus terus merasakan hal seperti ini disaat dia sudah bahagia dengan pasangan hidupnya yang baru? aku selalu saja berdoa pada Tuhan bahwa aku ingin bertemu dengannya suatu saat nanti, tapi saat Tuhan telah mengabulkan doaku Tuhan juga memberiku sebuah kenyataan bahwa aku tidak akan pernah bisa mencapai dirinya. Aku wanita yang merusak hubungan sepasang kekasih. Aku dan dia berbeda, kami tidak ditakdirkan untuk bersama, lalu untuk apa aku harus terus memikirkannya?" ucap Jasmine yang kembali hendak memulai pekerjaannya namun saat itu juga telepon di meja kerjanya berbunyi dan itu dari Leo.


"Carikan dan bawakan aku laporan bulan lalu. Aku ingin semua itu secepatnya dan bawa laptopmu ke ruangan kerjaku. Aku ingin melihat semua laporan milikmu apakah sama dengan laporan yang di buat mereka."


"Baik, saya akan antarkan tuan." jawab Jasmine.


"Baik, terima kasih Jasmine." ucap Leo yang mematikan sambungan teleponnya dan itu membuat jantung Jasmine bergetar ketika mendengar kata terima kasih dari Leo untuknya.