One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Anak



Akhirnya dengan perdebatan panjang tadi, Sean mau ikut dengan Jasmine dan juga Leo. Dia tidak tau kemana dia akan di bawa pergi. Namun, saat mobil yang di tumpanginya memasuki sebuah gerbang besar, Sean sangat terkejut ketika melihat bangunan mewah yang ada di depannya saat ini.



"Ayo turun," ajak jaringan pada sel untuk keluar dari dalam mobil karena mereka tidak sampai. Ini adalah rumah keluarganya Leo, dan mereka akan tinggal di sini nantinya. Mulai saat ini, Sean akan tinggal di rumah ini bersama mereka.


"Apa orang-orang yang tinggal di sini akan menerima kehadiranku? bagaimana jika mereka tidak menerimaku?" tanya Sean lagi karena dia tidak ingin menjadi beban bagi siapapun.


Arsean, Nama anak laki-laki itu dan Leo sudah memutuskan bahwa dia akan memberinya nama Arsean Casio, sama seperti nama belakang keluarganya karena jalan Jasmine sudah memutuskan bahwa mereka berdua menghadapi anak laki-laki itu untuk menjadi putra mereka.


"Mereka akan menerima kehadiran kamu. Di dalam sana ada kakek dan nenek kamu. Mereka orang-orang baik dan tidak ada yang jahat di sini." jawab Leo karena dia tidak ingin jika Sean berpikir yang tidak-tidak nantinya.


"Apa kalian yakin?"


"Ya, kami yakin!" jawab Leo dan Jasmine bersamaan. Mereka berdua memang yakin jika mama Alicia dan Daddy Leon akan menerima kehadiran Sean. Apalagi mereka berdua memang tidak memiliki siapa-siapa lagi di rumah ini.


Sean menarik nafas yang dalam sebelum menghembuskannya lagi setelah perlahan. Akhirnya dia ikut masuk ke dalam rumah itu bersama kedua orang tua angkatnya yang baru. Dalam perjalanan menuju rumah utama tadi Jasmine dan Leo sudah mengatakan pada siang untuk memanggil mereka mommy dan Daddy. Tapi Jasmine mengatakan untuk memanggilnya ibu. Entahlah, Sean belum tahu akan memanggil mereka dengan panggilan apa nantinya.


Ketiganya masuk ke dalam rumah tersebut dan mereka sudah di sambut oleh perkataan pedas dari mama Alicia karena pulang terlalu malam.


"Jam berapa ini hah? kalian sudah berangkat sejak pagi dan pulang hampir larut malam seperti ini. Apa kalian berdua tidak berpikir bahwa janin yang ada di dalam kandungan Jasmine juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Tapi apa yang kalian lakukan hah?" tanya Alicia yang menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan perkataan kita seperti itu. Sedangkan Leon sendirian nggak bisa menggelengkan kepalanya saja melihat bagaimana reaksi istrinya yang terasa sangat berlebihan seperti itu. Menurutnya Alicia itu terlalu judes sekali apalagi ketika dia mengetahui bahwa menantunya sedang hamil. Sikap overprotektifnya naik berkali-kali lipat.


"Maaf Mama, tapi kami-"


"Oh mu God! di mana kalian mendapatkan anak laki-laki itu tampan ini. Astaga, ini sangat mirip sekali seperti Leo waktu kecil dulu!" Alicia menghampiri anak laki-laki yang ikut bersama dengan anak dan menantunya.


Sedangkan Sean sendiri langsung merasa kaget ketika melihat reaksi wanita yang masih cantik di saat usianya sudah tua itu. Jika tadi dia bisa marah-marah terlihat seperti macan maka kali ini Dia terlihat seperti malaikat yang memiliki sayap. Aneh, tapi itu memang nyata.


"Sayang, coba lihat anak ini. Bukankah dia sangat mirip dengan Leo kecil kita?" tanya Alicia lagi pada suaminya. Dia mengajak Sean duduk di sofa dan meninggalkan Jasmine dan Leo yang membawa anak itu tadi



"Lihat, mereka berdua seperti menemukan mainan baru sayang," ucap melihat kedua orang tuanya yang terlihat sangat antusias sekali dengan kedatangan Sean.


"Oh my God! Siapa nama kamu sayang? Apa kamu anaknya Leo? Apa dia pernah menyebar benihnya sembarangan dulu hingga hadirnya kamu?" tanya Alicia tak masuk akal. Dia terlihat seperti meragukan putranya, dan mengatakan seolah-olah Leo adalah anak yang nakal dan suka menyebar benihnya sembarangan.


"Astaga, mama! Bahkan saat Leo belajar merokok dan minum alkohol saja mama marah!alu bagaimana bisa Leo menyebar benih premium milik Leo sembarangan!"


"Mana kita tahu! Siapa tau saja kan kamu khilaf. Iya kan sayang?" Leon menganggukkan kepalanya juga karena dia juga berpikir hal yang sama dengan apa yang istrinya pikirkan.


Tapi tidak dengan Leo yang takut jika istrinya akan berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya. Memang jika dilihat-lihat Sean memiliki kemiripan dengannya saat seusianya dulu. Leo memang mengakui, tapi bukan berarti jika itu anaknya.


"Ma, berhenti membicarakan hal yang tidak benar. Leo nggak pernah melakukan apa yang mama katakan," jawabnya mulai kesal dengan mamanya. Dia tidak pernah melakukan hal yang mengerikan seperti itu dan dia berani bersumpah bahwa dia tidak pernah melakukan hal yang dilarang oleh kedua orang tuanya sejak dulu.


"Ah sudahlah. Kamu terlalu banyak bicara!" Alicia kembali fokus pada anak laki-laki itu karena dia sangat senang sekali memiliki anak lagi. Hanya saja memang dia tidak bisa memiliki anak lagi. Entah karena apa dia juga tidak tahu.


"Siapa nama kamu?" tanya Alicia pada Sean.


"Arsean."


"Katakan dengan jelas siapa nama kamu sekarang Sean. Kakek dan nenekmu ingin tau siapa nama kamu."


"Hey! Aku tidak ingin di panggil nenek! Panggil aku GrandMom. Jika sulit panggil saja Oma. Jangan mengikuti apa yang dia katakan!" ucap Alicia sebagai perintah.


"Nama ku Arsean, tapi katanya mulai sekarang nama ku menjadi Arsean Casio karena mulai sekarang aku akan menjadi anaknya," jawab Leo yang langsung dengan begitu hangat oleh Alicia dan juga Leon. Mereka tidak mempermasalahkan jika Leo mengadopsi karena mereka juga menyukainya.


"Waw, jika begitu panggil mereka Mama dan Papa. Aku adalah Alicia, nenek kamu. Dan ini adalah Leonardo Casio. Kakek kamu, jadi panggil kami Oma dan Opa. Mulai sekarang kamu akan menjadi keluarga Casio dan kamu akan tinggal di sini bersama dengan kami."


...****************...