One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Keluarga Besar



Pagi ini, Claudia dan Leo turun ke bawah setelah mereka bersiap di dalam kamar tadi. Namun, lihat saat mereka sampai di meja makan, keluarga di restoran ini semua orang sudah menatap ke arahnya dan juga ke arah Leo bergantian. Sungguh, ini benar-benar sangat memalukan sekali bagi Claudia, karena ini pertama kali dalam hidupnya dia menjadi bahan tontonan banyak orang seperti ini.


"Sayang, aku malu," adu Claudia dengan manja sambil berbisik di telinga suaminya karena tidak mungkin dia mengatakan semua ini di hadapan keluarga besarnya. Mau jadi apa dia jika mengatakan hal seperti ini di hadapan mereka semua, bisa-bisa Claudia kehilangan wajahnya nanti.


"Anggap saja tidak terjadi apa pun di sini dan bersikaplah seperti biasanya. Untuk saat ini berpura-pura tidak tahu adalah jalan yang terbaik, butakan mata kamu dan tulikan pendengaran kamu juga itu adalah jalan satu-satunya anggota hindari rasa malu," jawab Leo pada istrinya. Jika sudah seperti ini Claudia hanya bisa menurut saja dengan apa yang suaminya katakan. Setidaknya dia tidak terlalu kehilangan wajahnya di depan seluruh keluarga besar mereka.


Claudia mencoba untuk bersikap biasa saja di depan keluarga besarnya hanya saja katakan mereka begitu sangat mengunjungi dasi dan mengatakan seolah-olah mereka dengan bersalah dan melakukan kejahatan. Apalagi tatapan ibu mertuanya, Mom Alicia menatap dagang ke arahnya seolah tanah memiliki dan ingin mencari tahu apa yang telah terjadi pada mereka berdua.


"Apa kalian sudah melakukan hal tersebut?" tanya Alicia dengan begitu gamblang. Dia mengatakan hal tersebut tanpa memikirkan banyak orang terutama perasaan anak dan menantunya yang baru saja menikah kemarin.


"Mom, berhenti mempertanyakan hal seperti ini karena istri tidak pantas dipertanyakan."


"Kenapa tidak pantas dipertanyakan? kalian tidak sah menjadi sepasang suami istri lalu apa masalahnya? lagi pula yang kalian lakukan itu sah." Leo benar-benar tidak berpikir dengan jalan pikiran ibunya ini. Memang tidak salah apa yang ibunya katakan dan ibunya pertanyakan hanya saja tidak harus saat ini juga mempertanyakannya. Mereka baru saja menikah kemarin, lalu kenapa harus secepat ini mempertanyakannya?


"Tidak ada yang mengatakan jika kami melakukannya itu tidak sah mom, hanya saja semua itu tidak pantas untuk di pertanyakan lagi. Baik Lao ataupun Claudia, kami sama-sama mengerti keadaan satu sama lain, jadi tidak perlu terburu-buru hanya untuk melakukan hal seperti itu. Jika pun kami melakukannya kalian semua pasti sudah mendengarnya bukan?" tanya Leo hingga membuat Alicia langsung tertunduk malu karena dia ketahuan oleh putranya sendiri karena ingin menguping apa yang anak dan menantinya itu lakukan tadi malam.


"Sudahlah, jangan di bahas lagi. Lagi pula kami tidak melakukan apa pun tadi malam karena Claudia sangat lelah, dan Leo pun merasakan hal yang sama, jadi kami sama-sama memakluminya." akhirnya mereka semua kembali melanjutkan aktivitas sarapan paginya yang tertinggal karena kedatangan anak dan menantu mereka. Sedangkan Leo sendiri, dia tidak ingin ambil pusing dengan apa yang keluarganya katakan saat ini karena yang terpenting baginya adalah kenyamanan Claudia sebagai istrinya. Leo tidak ingin memaksakan kehendak apa pun pada istrinya jika dia tidak ingin memberatkan Claudia dengan segala hal yang bisa membuatnya terbebani maka Leo akan membebaskan apa pun yang ingin Claudia kerjakan selagi itu masuk akal menurutnya.


"Makanlah, juga Di, kita makan sama-sama." Leo mengajak istrinya untuk makan bersama karena dia tidak ingin Claudia menunggunya makan lebih dulu baru dia menyusul untuk makan.


"Baiklah," jawab Claudia. Akhirnya mereka semua sarapan dengan penuh rasa kekeluargaan. Kini tiba saatnya Leo dan Claudia mengatakan bahwa mereka akan pergi berlibur ke Iceland karena memang itu keinginan Claudia. Tidak terlalu lama, sudah bisa melakukan apa yang menjadi impian istrinya.


"Sebentar lagi kamu akan berangkat ke Iceland, kami tidak akan mengaktifkan ponsel kami karena kami tidak dingin di ganggu oleh siapa pun. Kami benar-benar ingin menikmati waktu liburan kami sebelum kembali bekerja. Jadi, yang telah menghubungi kami jika bukan kami yang menghubungkan kalian semua dan satu hal lagi, jangan pernah mengirimkan orang untuk memata-matai kami berdua karena Leo tidak menyukainya. Jika kalian tetap memaksakan, maka jangan salahkan kami jika kami tidak ingin tinggal dengan siapa pun nantinya. Bagaimana?" tanya Leo yang memberi penawaran pada keluarganya karena dia memang tidak ingin di ganggu waktu berliburnya bersama dengan Claudia.


"Hem," jawab mom Alicia karena dia sudah mendapatkan ultimatum langsung dari putranya. Mereka sudah tidak bisa melakukan apa pun lagi jika sudah begini, maka semua orang hanya bisa pasrah saja saat ini untuk menghadapi Leo.


"Iya Ma, semua kami pergi dulu ya, jangan khawatir karena sekarang sudah ada Leo yang akan menjaga Claudia. Suami ku ini adalah suami yang paling hebat dimuka bumi ini, jadi kalian semua tenang saja oke." semua orang hanya bisa pasrah dan percaya pada Leo jika memang dia bisa melindungi Claudia sebagai istrinya.


"Baiklah jika begitu, hati-hati di jalan dan segera pulang dengan berita baik untuk kami. Kami sudah sangat menantikan kehadiran buah cinta kalian. Mama sudah tidak sabar untuk menggendong cucu mama nantinya." Claudia hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang ketika mendengar apa yang mamanya katakan tentang dirinya dan juga Leo karena mereka di paksa dan di tuntut untuk melakukannya dengan begitu cepat.


"Ma, kenapa bertanya hal seperti itu?"


"Karena mama sudah tidak sabar untuk menimang cucu mama dari kamu. Katanya kemarin kamu ingin cepat memiliki momongan, jadi agi lakukan dengan penuh semangat sayang, begitu juga dengan kamu Leo."


"Hem, baiklah " jawabnya dengan malas karena memang dia paling malas jika sudah harus membahas hal seperti ini.