One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Gosip



Sean baru saja sampai di sekolahnya dan kedua teman-temannya sudah langsung menyambut kedatangan dirinya. Entah gosip apalagi yang ingin teman-temannya itu sampaikan tapi yang pasti Sean tau jika itu pasti berhubungan dengan mereka bertiga.


"Akhirnya kau sampai juga!" ucap Damian ketika melihat Sean yang baru saja sampai.


"Memangnya ada apa?" tanya Sean penasaran. Sungguh, dia sangat penasaran sekali dengan apa yang ingin mereka ceritakan saat ini.


"Ada berita heboh!"


"Apa?" tanya Sean penasaran.


Melihat bagaimana cara Damian yang menyampaikan berita ini membuat Sean juga penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Sedangkan Jackson sendiri terlihat biasa saja. Dia tidak tertarik sama sekali dengan berita seperti ini. Rasanya sangat malas sekali membahas hal yang tidak penting begini. Apalagi masalah sepele begini bukan?


"Ayolah Dam, ini tidak penting sama sekali. Jangan terlalu heboh membicarakan masalah yang tidak seharusnya kita bicarakan!" jelas Jackson. Bagaimana pun berita ini tidak penting sama sekali.


Sudah cukup dirinya di katakan saudara dengan Jason karena nama mereka yang mirip lalu di tambah lagi dengan berita heboh ini membuat Jackson semakin kesal saja jadinya.


"Sebenarnya ada apa ini? kenapa kalian seperti sangat bertolak belakang sekali?" tanya Sean ketika melihat reaksi Damian dan juga Jackson yang begitu bertolak belakang.


"Dia terlalu berlebihan karena ini bukan masalah penting sama sekali. Hanya ada seorang siswi pindahan dia sudah heboh seperti ini."


"Ini bukan hanya masalah saja siswi pindahan saja karena ini bukan siswi pindahan biasa. Dia juga salah satu keturunan dari kalangan atas bisa dikatakan dia setara dengan Sean. Keluarganya juga sangat terkenal. Jadi ya bisa lab berteman dengan kita!" Damian menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Walau seperti itu, tetap saja dia ingin menceritakan yang sesungguhnya pada Sean tentang hal ini walau mungkin bagi Jackson tidak penting sama sekali tapi baginya sangat penting.


"Halah, sudahlah. Jangan membahas tentang hal ini lagi. Menurutku ini menyebalkan dan aku mala membahas tentang hal ini. Sudah ayo masuk!" akhirnya keruangan kelas karena tidak ingin semakin memperpanjang permasalahan yang tidak seharusnya mereka bahas.


Saat sampai di ruangan kelas, Sean juga menceritakan apa yang ingin disampaikan kepada teman-temannya bahwa dia memiliki saudara perempuan yang bernama Nayla. Dia adalah anak dari bibi Naura dan juga Paman Alta. Dia baru mengetahui jika anak perempuan itu ternyata sangat cantik sekali. Tapi yang membuatnya kesal adalah kenapa bisa Nayla itu terlalu banyak bicara sekali.


"Kau kenapa?" tanya Jackson ketika melihat Sean yang tidak bersemangat.


"Aku?" tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Lalu siapa lagi?" jawab Damian yang juga ikut penasaran dengan Sean.


"Aku baik-baik saja. Hanya saja ya memang ada permasalahan sedikit di rumah tapi bukan permasalahan besar. Paman dan bibi ku baru datang dari Moskow dan ternyata aku memiliki saudara sepupu seorang perempuan bernama Nayla. Dia cantik, dan aku yakin dia juga sangat pintar. Tapi yang menjadi permasalahannya saat ini adalah sikapnya yang menurutku sangat menyebalkan. Dia terlalu banyak bicara. Dia selalu mengatakan bahwa dia itu kesepian karena tidak memiliki teman. Ingin pindah ke Jerman untuk bersekolah tapi juga tidak mungkin karena ayah dan ibunya tidak akan mengizinkan dirinya. Entahlah, aku rasa dia tertipu gadis yang suka bercerita dan aku tidak tau bagaimana caranya bercerita dengan perempuan." jelas Sean. Dia menceritakan apa yang terjadi di rumah mereka tadi dan itulah kenyataannya bahwa menurutnya Nayla itu cukup menyebalkan dengan sifat cerewetnya itu.


"Kita akan membahasnya lagi nanti! Sekarang tutup segalanya dan kita akan belajar!"


"Selamat pagi semuanya," sapa gurunya ketika masuk ke dalam kelas dan siap untuk mengajar mereka.


Mereka semua langsung menjawab sapaan dari guru mereka secara bersamaan.


"Selamat pagi kembali Sir,"


"Nah, pagi ini kita kedatangan teman baru dan dia pindahan dari Spanyol. Silahkan Velia, perkenalkan diri kamu," gadis yang so sebut namanya itu langsung tersenyum dan memperkenalkan dirinya.


Jujur, rasanya dia bosan sekali harus pindah sana sini dan itu membuatnya merasa lelah dan juga malas.


Ini semua karena tuntutan pekerjaan dari sang ayah. Jika bukan karena hal itu mungkin dia tidak akan pernah pindah dari Spanyol.


"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Velia, saya dari Spanyol dan saya harap kita bisa berteman," ucapnya dengan suara yang lembut.


Velia ini seorang gadis yang cantik, lembut dan juga senyumannya sangat indah sekali. Damian yang melihat itu langsung tersenyum dan telah merencanakan sesuatu di dalam pikirannya. Jackson mengetahui tentang hal ini, jadi sebelum Damian berbuat lebih jauh maka dia harus menghentikannya lebih dulu. Dia tidak ingin Damian melakukan hal yang tidak tidak nanti.


"Jika sampai kau berani macam-macam maka aku tidak mau lagi berteman denganmu. Kau ini laki-laki tapi hobimu bergosip sana sini. Awal jika kau berani melakukan hal itu!" ancam Jackson ke Damian. Menurutnya sudah cukup mereka bertiga berteman, teman baru apalagi itu seorang gadis karena menurut Jackson yang namanya perempuan itu pasti menyebalkan. Jadi mungkin dia menghindari dari yang namanya pertemanan dengan seorang perempuan.


"Memangnya apa yang ingin kulakukan?" tanya Damian berpura-pura tidak mengerti dengan arah dan tujuan dari apa yang Jackson katakan.


"Kau akan tahu nanti jika aku sudah melakukannya. Teruslah berpura-pura sampai kau menjadi bodoh sungguhan!" jawabnya dengan ketus.


Entahlah rasanya sulit sekali menceritakan bagaimana diri Damian yang menurutnya itu sangat luar biasa sekali. Jika biasanya dia mencari alasan untuk tidak memikirkan tentang perceraian kedua orang tuanya maka tidak dengan kali ini. Apa yang Damian melakukan saat ini benar-benar sangat menyebalkan menurutnya karena dia ingin berteman dengan seorang perempuan dan dimasukkannya ke dalam pertemanan mereka bertiga.


Sedangkan Sean sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja ketika melihat reaksi antara Damian dan juga Jackson.


"Sudahlah, kalian selalu saja bertengkar seperti ini setiap hari. Apa tidak bosan?"


"Tidak jika itu dirinya! Kau saja yang menasehatinya Dan tolong katakan padanya bahwa berteman dengan seorang perempuan itu sangat menyebalkan jadi jangan pernah berpikir untuk berteman dengan mereka. Kau sudah mengatakan bahwa saudara sepupumu itu bernama Nayla dan dia juga sangat menyebalkan bukan?" dengan polosnya Sean mengangguk.


"Nah, dari situ saja kita sudah bisa berpikir bahwa perempuan itu sangat menyebalkan dan mereka merepotkan. Sudahlah, bercerita panjang lebar juga percuma karena dia tidak akan mengerti apa yang kita maksud!"


***