
Naura langsung pergi ke rumah Gabriella saat mendapatkan pesan dari Alta untuk segera datang ke sana.
Entah apa maksudnya tapi naruh harus pergi ke sana karena dia takut jika pria itu melakukan sesuatu pada keluarga Gabriella nantinya.
Melihat putrinya yang terlihat buru-buru seperti itu membuat Alicia dan juga Leon menatap heran karena Naura pergi meninggalkan meja makan dengan terburu-buru. Bahkan makanannya saja pun tidak habis.
" Naura, kamu mau ke mana sayang? kenapa terlihat terburu-buru sekali?" Tanya Alicia yang berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi hingga membuat putrinya harus pergi saat itu juga.
" Gege sudah berada di rumah Gabriella Ma. Naura takut Gege melakukan sesuatu pada keluarga Gabriella nantinya." Ucap Naura.
Dia langsung mencium kedua pipi Alicia dan Leon sebelum dia pergi.
Naura meminta pada sopir untuk mengantarnya pergi ke rumah Gabriella. Dia harus segera sampai di sana sebelum Alta melakukan hal yang lebih jauh lagi.
Sementara itu di rumahnya, Gabriella masih saja mengelak dengan apa yang telah dilakukannya terhadap Naura.
" Aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak bersalah sama sekali. Dia yang selalu membuatku kesal padanya. Bukan salah ku jika aku melakukan hal itu padanya " Ucap Gabriella dengan berani.
Alta berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri wanita yang telah berani meninggikan suara di depannya.
" Aahkk..."
" Gabriella..." Ibunya kaget saat melihat putrinya diperlakukan seperti itu oleh pria yang tidak dikenalnya sama sekali.
Gabriella sendiri merasakan sakit di rahangnya saat Alta mencengkeramnya dengan begitu kuat. Bahkan rasanya rahangnya saat ini seperti tengah diremas oleh tangan besar milik Alta.
Lihat, bahkan wajah Alta saat ini sudah terlihat sangat menyeramkan. Tidak ada lagi wajah yang penuh senyuman saat dia bersama Naura karena yang ada saat ini adalah wajah dingin dan tidak tersentuh miliknya.
Wajah aslinya jauh sebelum dia mengenal Naura.
" Kau salah jika berpikir bahwa aku bisa memaafkan apa yang telah kau perbuat terhadap Naura. Aku sudah menahan amarahku sejak pertama kali aku mendengar bahwa kau melakukan hal tersebut kepada calon istriku. Sekarang, kau bahkan masih bisa bersikap aku seperti ini di hadapanku." Ucap Alta.
Rasanya bahkan Alta saat ini ingin menghancurkan wajah menyebalkan milik Gabriella.
" Kau harus tahu bahwa aku bukanlah pria pemaaf. Aku bahkan bisa merusak wajahmu hanya dengan sekali sayatan saja. Kau melukai Naura dengan kuku mu maka aku akan melakukan hal yang lebih dari itu." Jelas Alta.
Dia sengaja mengatakan hal itu pada Gabriella dan didengar keluarganya agar mereka tahu bahwa apa yang telah dilakukan putrinya ini adalah salah.
Salah besar. Besar sekali kesalahan mereka terhadap Naura.
" Tidak, aku mohon jangan." Pinta Gabriella dengan sangat.
Dia tidak ingin wajahnya dirusak oleh Alta. Gabriella juga tidak siap jika dia harus mendapatkan luka di wajahnya. Wajah yang selama ini begitu dirawat dan terjaganya. Bahkan saya juga tidak segan sekarang untuk mengeluarkan uang puluhan juta hanya dengan sekali perawatan saja.
" Kau memohon untuk tidak merusak wajahmu, lalu bagaimana saat kamu melakukan hal itu terhadap Naura? apakah tidak melihat bagaimana wajahnya saat itu?"
" Gege..." Panggil Naura.
" Naura..." Wanita itu langsung datang menghampiri Alta yang ada di dekat keluarga Gabriella.
Alta hendak memeluknya, namun Naura menolak itu semua dan melihat keadaan Gabriella yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alta tadi.
" Gege, apa yang Gege lakukan pada Gabriella?" Tanya Naura yang masih begitu keadaan wanita yang telah jelas melukainya.
" Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan terhadapnya. Itu tidak seberapa dari apa yang telah dilakukannya pada mu Naura." Jelas Alta.
Dia tidak ingin Naura salah paham dengan apa yang telah dia lakukan terhadap Gabriella.
" Tapi Gege, tidak perlu seperti itu." Ujar Naura.
Dia tidak ingin Alta berbuat kasar seperti itu terhadap wanita karena Naura tidak menyukai pria yang kasar.
" Gege..." Naura kaget saat Alta menarik Gabriella tanpa perasaan hingga membuatnya seperti terseret karena Alta menarik tangannya dengan begitu kasar
Tidak hanya itu saja, bahkan ibunya Gabriella ingin menolong putrinya namun sang suami melarangnya karena mereka menghentikan Alta, bisa saja mereka kehilangan segalanya saat ini.
" Tapi suami ku---" Tuan Emir hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena di tidak ingin istrinya menolong Gabriella.
Brugh...
Tubuh Gabriella terjatuh di depan Naura hingga membuatnya bersimpuh tepat di hadapannya.
" Minta maaf pada Naura sekarang!" Titah Alta.
Gabriella menggelengkan kepalanya karena dia tidak akan pernah meminta maaf pada Naura karena dia tidak ingin wanita itu merasa menang darinya.
" Aku bilang minta maaf sekarang!" Teriak Alta.
Sungguh, kesabarannya sangat di uji sekali dengan Gabriella. Dia benar-benar sudah muak dengan wanita itu.
Mendengar suara Alta yang menggelegar bukan hanya membuat Gabriella saja yang merasa ketakutan, tapi Naura juga.
" Minta maaf atau aku akan menghancurkan kalian semua!"
" Minta maaf terhadap Naura Gabriella, ayah mohon." Ucap Tuan Emir pada putrinya.
" Setidaknya lakukan ini demi diri kamu sendiri. Jangan membuat mu susah karena keegoisan mu sendiri sayang."
...****************...
Jangan lupa mampir di kisah Papa Alex semuanya ❤️