
Setelah hanya dengan Leo waktu itu di atap gedung perusahaan ini Jasmine tidak pernah lagi melihat keberadaan pria itu karena memang tidak ada lagi kabar tentangnya. Entah ke mana perginya pria itu tapi yang pasti Jasmine merasa bahwa dia sedikit jauh lebih tenang karena tidak lagi bertemu dengan pria itu.
Seperti saat ini, dia sedang berjalan di kota karena ini adalah pertama kalinya Jasmine menerima gaji setelah sebulan bekerja.
Malam ini, Jasmine menikmati suasana malam di pusat kota sambil berjalan-jalan menikmati malam minggu.
Tapi lihat, pinggir sungai yang berada di, seperti melihat seseorang yang sangat dikenal dia. Pria adalah Leo dan dia terlihat tidak sendirian karena dia sedang bersama seorang wanita yang sangat cantik.
Semuanya terlihat sangat manis apalagi ketika Leo saling tertawa dengan wanita itu. Rasanya dia seperti merasa aneh karena pria itu sama sekali terlihat berbeda dengan apa yang di lihatnya selama ini.
"Jadi, usia kamu masih 18 tahun dan kamu sudah bisa memimpin perusahaan selama 2 minggu tanpa mengalami gejala apapun?" tanya Claudia yang baru mengetahui bahwa teman barunya ini bisa memimpin perusahaan selama 2 minggu tanpa mengalami kerugian sama. Bahkan dia bisa bekerja dengan baik tanpa harus merepotkan orang lain.
"Itu bukan hal yang harus dibanggakan karena sebagai seorang pewaris aku harus bisa menjalankan semua itu karena bagaimanapun nantinya akan aku yang melanjutkan perusahaannya. Jadi, mau tidak mau aku harus menerimanya bukan?" Claudia menganggukkan kepalanya karena memang apa yang Leo katakan itu benar. Sebagai seorang pewaris mereka harus bisa mengelola apa yang sudah harus mereka kelola, Jadi mereka harus siap dengan keadaan apapun untuk menjalankan usaha bisnis yang keluarga tinggalkan.
"Lalu, ke mana kamu rencana berlibur musim panas? aku tidak memiliki teman di sini jadi jika ingin menuangkan waktu bersamaku kita bisa sekedar menikmati liburan bersama keluarga atau ingin berlayar di kapal pesiar juga tidak buruk." tawar Claudia namun Leo langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak tertarik sama sekali yang namanya liburan musim panas musim dingin atau musim apapun itu karena dia lebih menyukai di rumah daripada harus berlibur dan membuang-buang waktu seperti itu.
"Aku tidak terlalu suka berlibur karena menurutku itu hanya membuang waktu saja. Aku berolahraga daripada harus berkeliaran kesana kemari. Aku bukan pria yang menyukai gaya hidup seperti itu." jawab Lio yang membuat kalau dia semakin terpesona dengan pria yang berada di sampingnya saat ini.
Entah Leo merasa nyaman berteman dengan Claudia begitu juga merasa nyaman dengan semuanya. Sungguh, dia tidak pernah bertemu dengan pria seperti Leo yang sangat sederhana di saat dia bisa memiliki segalanya. Leo benar-benar sangat kuat biasa dan itu menakjubkan menurut Claudia.
"Hachimmm..." tiba-tiba saja Claudia bersin-bersin dan itu membuat Leo merasa panik karena dia membawa anak orang keluar dan tiba-tiba sakit seperti ini.
"Claudia, kau baik-baik saja?" tanya Leo ketika dia melihat bahwa hidung Claudia sudah berubah menjadi merah.
Claudia hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia tidak tahu harus melakukan apa saja ini karena dia alergi cuaca dingin dan menurutnya malam ini dingin sekali.
"A-aku sedikit tidak nyaman dengan udara malam. Aku alergi udara malam dan dingin seperti ini karena itu bisa membuatku terus-terusan bersin. Jadi-" ucapan Claudia berhenti ketika melihat bahwa Leo yang langsung membuka jaketnya dan memakaikan di tubuhnya.
Sungguh, Claudia benar-benar tidak percaya dengan apa yang didapatkannya saat ini bahwa beliau ternyata sangat perhatian terhadapnya.
Bolehkah jika Claudia merasa diperhatikan lebih oleh pria ini?
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leo membuat Claudia tersenyum karena diperlakukan manis seperti itu. Ini adalah pertama kalinya Claudia mendapatkan perhatian khusus dari seorang pria dan itu dari Leo.
Dia tidak percaya bahwa Leo bisa bersikap seperti ini padanya. Sungguh manis sekali bukan?
Bahkan sangking perhatiannya Leo juga membukakan pintu mobil untuknya agar dia bisa masuk dan duduk dengan tanah sampai memasangkan sabuk pengamannya.
Melihat bagaimana perlakuan Leo terhadap wanita itu membuat Jasmine merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Seperti ada hal yang mengganjal dan tidak enak membuatnya merasa tiba-tiba saja ingin marah.
"Ya ampun, hanya karena melihatnya memperlakukan wanita lain dengan begitu baik aku bisa marah seperti ini? memang siapa aku?" tanya Jasmine karena dirinya yang tidak percaya bahwa dia bisa merasakan hal seperti ini. Entahlah, dia tidak tau harus melakukan apa saja ini. Tapi yang pasti dia lebih memilih untuk pulang dan mendayung sepedanya.
Sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumahnya, Jasmine terus saja menggerutu dan memikirkan apa yang telah dilihatnya tadi. Dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Leo bersikap semanis itu pada teman wanitanya sementara dengannya sendiri selalu saja bersikap kasar dan semena-mena.
"Astaga, kenapa aku harus memikirkan hal seperti ini? tidak seharusnya aku memikirkan hal ini lalu kenapa terus saja kau pikirkan Jasmine. Kau benar-benar sangat luar biasa." gerutunya sepanjang jalan karena memang dia tidak tau harus melakukan apalagi saat ini karena dia benar-benar bingung. Bingung kenapa bisa dia marah-marah seperti ini hanya karena melihat Leo berjalan dengan wanita lain.
Bukankah seharusnya tidak seperti ini. Jasmine merasa bahwa dirinya seperti seorang kekasih yang menangkap basah pasangan yang berselingkuh.
"Ya Tuhan, aku tidak percaya ini." ucapnya lagi ketika dia berhenti di lampu merah dan sinyalnya lagi dia berada di samping mobil tempat Leo dan wanita itu berada.
Dari apa yang Jasmine lihat saat ini bahwa Leo terlihat begitu sangat perhatian dengan wanita itu. Bahkan berulang kali dia meletakkan tangannya di kening wanita yang bersamanya. Terlihat seperti seorang kekasih yang sedang khawatir dengan keadaan pasangannya dan itu membuat Jasmine merasa bahwa dirinya semakin terbakar amarahnya sendiri hingga Leo melihat ke arahnya sementara dia pura-pura seperti tidak melihat pria itu karena saat ini dia sibuk dengan sepedanya dan earphone yang ada di telinganya.
Leo sendiri terus saja menatap pada seorang wanita yang menaiki sepedanya dan memakai earphone di telinganya saat ini. Apa wanita itu tidak melihatnya?
"Leo, apa yang kamu lihat?" tanya kalau dia ketika melihat pria itu terus saja menatap keluar kaca jendela mobilnya.
"Tidak, aku hanya melihat gadis yang menaiki sepeda itu." jawabnya pada Claudia.
"Memangnya kamu kenal?"
"Dia petugas kantin perusahaan. Jadi aku kenal dia." jawab Leo.