
"Assalamu'alaikum, yuhu...spada, Guten Morgen alle." ucap Arka dengan wajah tidak berdosanya itu.
Setelah mereka selesai membicarakan masalah Sheila tiba-tiba saja Arka datang dan membuat kegaduhan di rumah mereka ini.
"Astaga Sheila, kau semakin cantik saja adik manis." ucap Arka yang selalu saja bersikap seperti itu pada Sheila.
"Berhenti bersikap seperti itu pada adikku Ar." ucap Alta yang tidak suka jika Arka bersikap seperti itu pada adiknya.
Kenapa Arka bersikap seperti itu pada Sheila maka jawabannya hanya satu, karena Arka menyukai Sheila sejak dulu dan karena perbedaan keyakinan di antara merekalah yang membuat Arka tidak berani berjuang untuk Sheila. Padahal Matheo sebagai seorang ayah juga tidak masalah dengan semua itu jika memang Sheila mau berjuang dengan Arka.
Tapi apapun itu, namanya tidak jodoh. Jadi, mau bagaimana pun ya tetap tidak bisa bersatu.
"Hais, kau ini. Seharusnya kau itu beruntung karena aku adalah teman terbaikmu. Aku bisa menjadi teman baikmu. Lagi pula aku datang kesini karena istriku bilang dia ingin bertemu dengan istrimu."
"Lalu di mana dia?" tanya Alta pada temannya itu.
Tak lama Sandra istrinya Arka masuk ke dalam rumah besar tersebut bersama kedua anaknya.
"Apa itu Araya?" tanya Alta saat melihat bayi gembul yang di gandeng oleh Sandra istrinya Arka.
"Itu Raya dan ini Raka. Mereka anak kembarku." ucap Arka yang memperkenalkan kedua anaknya pada Alat dan juga Naura.
Melihat kedua anak kembar itu membuat Naura yang sudah terbiasa berinteraksi dengan anak-anak semasa dia bekerja sebagai dokter gigi waktu itu langsung terlihat gemas dengan Raya dan juga Raka.
"Salim dengan Tante Naura sayang." ucap Sandra pada kedua anaknya dan Raya dan juga Raka langsung menghampiri Naura dan memberi salam.
Sementara Naura sendiri, dia langsung memeluk kedua anak kembar itu karena dia sangat menyukai anak-anak.
Melihat bagaimana interaksi kedua anaknya terhadap Naura membuat Sandra dan juga Arka langsung kaget karena kedua anaknya itu tidak suka dengan orang yang baru mereka kenal. Tapi ketika dia melihat sikap anak-anaknya dengan Naura membuat mereka kagum. Itu artinya Naura ini memiliki hati yang sangat tulus.
"Dimana Sultan? kenapa dia tidak ikut?" tanya Alta pada Arka dan juga Sandra karena dia tidak melihat anak bujang Arka ikut.
"Mau apa kau datang kesini?" tanya Alta yang heran ketika melihat Arka yang datang ke tempatnya.
"Aku di undang Daddy untuk datang karena katanya hari ini meeting-nya di rumah saja karena kau yang akan meeting bersamaku. Ya sudah, aku langsung datang dengan membawa pasukanku. Lagi pula sementara lagi juga ustadz datang bersama pasukannya."
"Untuk apa?" tanya Alta yang merasa heran karena Arka mengatakan bahwa Husein juga akan datang di rumahnya hari ini.
"Karena Daddy bilang mau kasih makan anak yatim besok. Yaudin, gue jalanin deh. Lu kan tau sendiri pesantren punya ustadz banyak anak yatim dan piatu bahkan yatim piatunya juga banyak. Jadi ya sekalian aja deh." Alta benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini karena Arka yang membuat kepalanya pusing.
"Terserah." Alta langsung pergi meninggalkan mereka dan menuju ruangan kerjanya.
"Susul Alta, Ar. Dia sedikit sensitif masalah Sheila. Jadi tolong tenangkan dia." ucap Matheo yang langsung di jawab Arka dengan anggukan kepalanya saja.
Semua orang di buatkan di ruang keluarga sementara Arka dan Alta tengah berada di ruangan kerja milik Daddy Matheo saat ini.
Seperti saat ini, Akta terus saja menatap ke arah luar jendela karena dia masih memikirkan adiknya.
"Aku tau apa yang sedang lu rasain Al. Tapi lu juga gak bisa gini terus. Kasihan Sheila kalau ngeliat lu yang sedih gini."
"Bagaimana aku tidak sedih jika adik perempuanku di sakiti seperti itu dan parahnya lagi Adrian berani mengancamnya. Adrian bahkan sudah melaporkanku ke pengadilan atas apa yang telah aku lakukan terhadapnya kemarin." ucap Alta yang menjalankan pada temannya ini jika dia menghajar Adrian habis-habisan kemarin.
"Kau menghajarnya? bagaimana bisa?" tanya Arka yang kaget ketika Alta mengatakan jika dia sudah menghajar Adrian kemarin.
"Jika aku tau kau menghajarnya kan aku bisa menambahkan luka di wajah sombongnya itu. Kaya dari hasil mertua aja bangga. Lagi pula Daddy lu itu kebaikan banget tau gak sih. Mana kasih perusahaan cabang untuk sih cacing kremi lagi, hais gue pengen cekek tuh orang." ucap Arka dengan menggebu karena dia juga gemas dengan apa yang telah Adrian lakukan pada Sheila.
"Siapkan pengacara hebat untuk aku mengalahkan Adrian. aku ingin mengambil perusahaan itu kembali agar dia tau bahwa akulah yang memiliki seluruh harta keluargaku. Aku akan membuatnya menderita karena telah menelantarkan adikku dan menyakiti hatinya."
"Oke, gue siap. Kita panggil bang Hotman nanti. Lu siapin aja duitnya. Entar biar gue yang urus."