
Keduanya begitu menikmati kebersamaan mereka berdua dimana saat ini keduanya tengah berada di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah mereka.
"Sayang..." panggil Naura pada suaminya yang ingin meminta sesuatu pada Alta.
"Ya sayang..." jawab Alta sambil membelai rambut istrinya yang bersandar manja di dada bidang suaminya.
"Apa kita bisa pergi bermain? aku tidak pernah dekat dengan pria manapun. Jadi bisa kita bermain di taman bermain atau berjalan-jalan di pinggir jalan seperti street food mungkin." Alta tersenyum mendengar permintaan istrinya.
Entah mengapa mendapati istrinya yang manja seperti itu membuat Alta gemas dengan Naura.
Cup...
Alta memberikan kecupan manis di kening istrinya hingga membuat Naura tersenyum untuk itu.
"Kita akan pergi ke pantai jika kamu menginginkannya."
"Apa kita akan bulan madu?" tanya Naura pada suaminya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istrinya membuat Alta tersedak ludahnya sendiri.
"Maksud kamu sayang?" Naura mengarahkan wajahnya hingga menatap ke arah wajah suaminya dan memberikan kecupan di dagu pria itu hingga membuat akta semakin salah tingkah di buatnya.
"Kita belum pergi bulan madu. Tidak perlu jauh, lagi pula bulan madu itu 80% di kamar dan 20% liburan bukan? jadi ayo lakukan agar kita bisa cepat punya keturunan." Apa yang istrinya katakan semakin membuat membuat Alta tidak bisa bicara apapun lagi.
"Sayang, apa ini kamu?" tanya Alta yang merasa heran dengan perubahan istrinya.
Naura sendiri menjadi malu dengan pertanyaan suaminya. Sebenarnya dia juga malu dengan dirinya yang bersikap seperti ini. Rasanya seperti sedang berperang dengan barunya saat bersikap seperti ini.
"Is, ini aku Gege. Apa aku sudah tidak cantik lagi? apa ada yang berubah dengan wajahku hingga kamu tidak mengenalinya?"
"Bukan seperti itu sayang. Hanya saja memang aku tidak terbiasa dengan sikap kamu seperti ini. Tidak biasanya kamu begini, jadi aku sedikit berpikir dengan kamu yang bersikap --"
"Memangnya kenapa dengan aku?" tanya Naura pada suaminya sekarang dia sudah tahu apa yang akan dikatakan pria itu.
"Tidak, sudahlah. Jangan dibahas lagi. Jika kamu memang ingin pergi berlibur maka kita akan berlibur nanti tapi tolong sabar. Setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk di sini maka aku akan mengajak kamu pergi berlibur. Aku akan mengajak kamu pergi kemanapun yang kamu inginkan."
"Aahhh... terima kasih sayang." ujar Naura dengan penuh kebahagiaan.
Dia memeluk suaminya hingga membuat dada bulat miliknya menempel sempurna di dada bidang milik Alta.
Deg....deg...deg...
Jantung akta berdetak kencang ketika istrinya yang duduk di atas pangkuannya dan bahkan dada kenyalnya menempel dengan sempurna hingga membuat Alta mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya.
"Sayang, jangan bergerak seperti itu."
"Kenapa?" tanya Naura yang tidak mengerti dengan apa yang di maksud suaminya.
"Jangan bergerak Naura, jika begini terus aku tidak bisa berjanji untuk menahan hasratku terhadapmu." bukannya berhenti Naura malah semakin melakukannya hingga membuat Alta langsung menyerang bibir Naura.
Keduanya hanyut dalam lautan cinta hingga membuat supirnya juga merasakan panas dingin ketika mendengar suara decakan bibir yang beradu.