One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Ngidam Part 2



Mendengar mommy-nya muntah-muntah membuat Sean langsung menghampiri kamar kedua orang tuanya. Dia baru saja pulang dari sekolahnya dan sudah mommy-nya mentang-mentang maka dari itu dia langsung menghampiri wanita itu di dalam kamarnya.


Sean datang menghampiri Jasmine dan membantu wanita itu yang sedang memuntahkan isi perutnya.


"Mommy, apa yang terjadi?" tanya Sean saat melihat wanita itu muntah-muntah di jika saat ini Mommy-nya sedang hamil, tapi dia tidak tau jika orang hamil itu akan mual dan muntah maka Sean merasa panik.


"Tidak ada apa-apa sayang, mommy hanya- hueekk!" Jasmine kembali memuntahkan isi perutnya hingga membuat putranya merasa ketakutan. Sean keluar dari dalam kamar mandi dan mencari keberadaan Oma dan opanya karena dia ingin memberitahukan pada mereka bahwa saat ini mommy-nya sedang sakit.


"Oma, Opa!" Sean berteriak memanggil kedua orang tua itu karena dia takut jika terjadi sesuatu pada wanita yang sudah dianggapnya seperti ibu. Walau hanya sebagai ibu sambung tapi tetap saja rasanya Sean benar-benar mendapatkan kasih sayang kamu begitu besar dari mereka semua.


"Oma, Opa! Di mana kalian?" Sean kembali berteriak dan ternyata hanya Omanya saja yang muncul. Alicia baru saja keluar dari dalam kamar mandi dulu harapan cucunya di luar sana.


"Ada apa Sean?" tanya Alifia yang merasa panik dengan cucunya yang berteriak seperti itu.


"Oma, Ayo kita ke kamar mommy! Mommy sedang sakit dan dia muntah-muntah. Sean takut Oma," ucapnya pada Alicia. Mereka langsung berlari ke dalam kamar Jasmine dan melihat keadaan wanita itu yang ternyata memang benar-benar mual dan muntah terus. Entah mengapa rasanya Jasmine merasa jika perutnya seperti sedang dipermainkan saat ini. Dia baru saja makan buah, tapi tiba-tiba saja perutnya tidak menerima buah-buahan yang dimakannya tadi hingga berakhir seperti ini.


"Kenapa Jasmine? kenapa bisa seperti ini sayang?" tanya Alicia yang merasa panik dengan keadaan menantunya. Dia tahu jika hal ini pasti wajar terjadi pada ibu hamil tapi tetap saja dia merasa khawatir Karena bagaimanapun jika mual dan muntahnya terlalu berlebihan itu bisa dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Jasmine tidak tahu ma, tapi rasanya setelah makan buah tadi perut Jasmine merasa mual. Jasmine tiba-tiba menginginkan hot dog buatan ibu. Jasmine merindukan ibu," matanya berkaca-kaca ketika dia mengatakan bahwa dia sangat merindukan ibunya. Melihat menantunya yang sangat sedih seperti itu membuat Alicia langsung memeluknya begitu juga dengan Sean. Dia datang memeluk Jasmine, dan berusaha untuk menenangkan wanita itu. Akhirnya tangis Jasmine pecah juga dan dia menangis karena memang merindukan ibunya.


"Sudah jangan menangis lagi Jasmine. Jika kamu merindukan ibu kamu ayo kita pergi ke rumah kamu. Kita akan pergi juga bersama Sean, kita akan mengenalkannya pada neneknya yang lain." ajak Alicia.


Jasmine mengusap air matanya dan dia benar-benar merasa bahagia karena memiliki ibu mertua yang sangat luar biasa. Sungguh luar biasa sekali memang ibu mertuanya ini yang bisa memberikannya kasih sayang yang tak salah besar dengan ibu kandungnya sendiri.


Mama Alicia memang memiliki mulut yang sangat pedas dan tajam, tapi kasih sayang tidak perlu diragukan lagi. Kasih sayangnya sungguh sangat luar biasa walau terkadang perkataannya itu bisa menyakiti hati siapa saja yang mencari gara-gara dengannya.


"Sudah ayo kita pergi ke rumah ibumu. Kita akan makan sore di sana saja. Jangan lupa mengabari suami kamu jika kita pergi ke rumah ibumu, biar mereka yang akan menyusul kita nanti." Jasmine mengusap air matanya dan dia juga melakukan kepalanya. Dia jangan berubah sekali bisa memiliki ibu mertua seperti Alicia yang bisa mengerti keadaannya kapan pun.


Mereka bertiga pergi ke rumah Jasmine dan Sean pun ikut pergi. Sepanjang perjalanan menuju rumah neneknya yang lain, Sean terlihat sangat antusias sekali dengan kehidupannya saat ini. Bukan karena kemewahan yang di dapatkannya, tapi banyaknya pelajaran yang dia dapatkan.


"Mom, apa rumah nenek itu jauh?" tanya Sean karena dia merasa penasaran dengan rumah neneknya yang lain.


Sean menganggukan kepalanya ketika dia mendengar penjelasan dari sang mommy. Ternyata neneknya tidak bisa bicara dan itu artinya bisu. Mendengar hal itu Sean jadi berpikir dan dia mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan neneknya yang lain berharap jika nenek dari mommy-nya tidak kalah baik dengan Oma Alicia.


"Iya, mom." jawab Sean.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka sampai. Rumah yang terlihat jauh lebih sederhana dari rumah yang mereka tempati, tapi tetap saja rumah ini termasuk rumah mewah bagi Sean walau tidak semegah rumah keluarga daddy-nya.


Saat mereka keluar dari dalam mobil, neneknya sudah menyambut kedatangan mereka di rumah ini dan itu sangat luar biasa sekali baginya. Sean cukup kaget ketika melihat saat neneknya yang datang dan langsung mencubit mommy-nya.


"Jangan khawatir, nenek kamu memang seperti itu. Begitulah cara dia menyayangi putrinya, jadi jangan kaget lagi oke." Sean paham, karena memang Oma Alicia sudah menjelaskan padanya. Tentang keluarga sang mommy.


"Aku sudah menunggumu, tapi kau tidak pulang. Kau tau, aku masak dan makan sendirian. Pembantu itu menyebalkan karena dia tidak mau makan di meja yang sama denganku. Katanya dia tidak pantas!" ibunya langsung menceritakan hal itu pada Jasmine. Luar biasa sekali memang, tapi biarlah seperti itu.


"Kenapa tidak ibu paksa?" tanya Jasmine.


Plak!


"Ahk ..., ibu. Aku sayang kesini karena aku lapar dan aku ingin makan hotdog buatan ibu, jadi ayo buatkan untuk cucu ibu, karena dia merindukan neneknya. Oh iya Bu, satu lagi. Ini Sean, anak kami juga. Sean baru beberapa hari tinggal bersama kami."


Jasmine membawa Sean untuk berkenalan dengan neneknya dan itu sangat menyenangkan sekali menurutnya.


"Kau bisaa baca?" tanya neneknya dengan menulis di buku note miliknya pribadi.


"Bisa nenek," jawab Sean.


"Iru bagus! Karena aku tidak bisa bicara!"


***