One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pembalasan



Leon benar-benar tidak bisa menerima atas apa yang telah mereka lakukan. Sekali pun dia ataupun Alicia tidak pernah menyakiti Naura sejak kecil hingga dewasa seperti ini. Lalu bagaimana bisa mereka memperlakukan putrinya seperti itu.


Sungguh, Leon tidak bisa memberi pelajaran pada mereka yang telah berani melakukan tindak kekerasan terhadap Naura.


" Sayang..."


" Berhenti mencegah ku Alicia. Aku akan membuat wanita itu menerima akibatnya atas perbuatannya terhadap Naura. Sumpah demi tuhan aku tidak bisa menerima semua ini. Tidak Alicia." Jelas Leon.


Dia sudah tidak bisa membiarkan ini begitu saja. Naura harus mendapatkan keadilan dan Leon akan memberikan keadilan itu pada putrinya.


" Setidaknya pikirkan juga bagaimana keadaan Putri kita. Jangan sampai berita ini naik ke media hingga membuat Naura tertekan. Jika ingin melakukan sesuatu lakukan itu secara diam-diam dan tertutup. Datangi rumahnya dan bicara dengan keluarga mereka. Jangan kamu seperti ini." Ujar Alicia.


Dia tidak ingin reputasi putrinya hancur dan itu membuat Naura merasa bersedih. Selama ini mereka tahu bahwa Naura sama begitu sangat mencintai profesinya dan juga pekerjaannya sebagai seorang dokter gigi.


Naura mudah-mudahan merasa bahagia dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini dan karena hal itu pula Alicia tidak ingin membuat Naura sedih.


" Baik jika itu yang kamu inginkan. Aku akan datang ke rumahnya dan bicara secara langsung dengan mereka jika aku tidak menyukai mereka dan aku akan menuntut putri mereka karena telah melakukan hal ini pada Naura." Alicia menganggukkan kepalanya menanggapi suaminya yang ingin pergi ke rumah Gabriella.


Wanita yang satu profesi dengan putrinya dan sekaligus pelaku dari tindak kekerasan terhadap Naura.


Leon baru hendak pergi ke rumah Gabriella, namun tanpa di sadari olehnya saat ini di rumah keluarga itu terjadi keributan yang sangat luar biasa sekali.


" Suami ku, sudah. Hentikan ini semua. Kamu sudah memarahi Gabriella sejak tadi. Lihat, kasihan Putri kita." Ucap sang istri yang meminta suaminya untuk tidak lagi memarahi putri mereka karena bagaimana pun Gabriella adalah anak mereka. Anak kesayangannya.


" Cukup Isabella. Kau sudah terlalu jauh membela putrimu ini. Dia kamu salah atas semua ini jadi dia pantas dihukum."


" Berhenti membela negara kamu tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya Isabel. Putri mu itu sudah melemparkan sebuah kotoran yang sangat menjijikan di wajahku. Dia membuat keributan di rumah sakit seolah tidak memikirkan bahwa aku adalah direktur utama di rumah sakit tersebut. Aku yang mengelola rumah sakit tersebut dan putrimu ini tidak menghargai keberadaan ku sama sekali. Dia terus saja melakukan sesuatu hal tanpa dipikirnya lebih dulu apa yang akan terjadi kedepannya jika dia melakukan itu. Dan lihat, saat ini Naura, dokter muda tersebut harus menjadi korban keganasan putrimu itu." Tunjuk Emir pada Gabriella yang terlihat tidak merasa bersalah sedikit pun.


Terkadang Emir bingung harus bagaimana menyikapi sikap dan tingkah laku Gabriella yang sangat keterlaluan itu.


" Stop ayah! berhenti menyalahkan Gabriella di sini. Gaby tidak salah karena bukan Gaby yang memulainya lebih dulu. Bukan Gaby ayah. Bukan Gaby." Jelas Gabriella yang tetap tidak ingin di salahkan di sini. Jika saja tidak ada saksi di antara mereka tadi, sudah bisa dipastikan bahwa dia akan membuat Naura menyesal atas perbuatannya yang begitu sombong dan angkuh menurutnya.


" Ayah benar-benar tidak habis pikir dengan mu Gabriella. Ayah tidak tau harus mengatakan apa lagi dengan kamu. Tapi yang pasti kita akan menunggu waktu untuk kehancuran kita saja. Jadi nikmati hidup kalian sebelum bencana datang ke rumah kita ini." Ucap ayah Gabriella.


Tuan Emir pergi meninggalkan istri dan anaknya karena dia merasa tidak bisa berpikir jernih lagi saat ini. Entah mengapa dia merasa bahwa sebentar lagi akan ada masalah baru yang akan mereka hadapi nantinya.


" Berdoa saja semoga keluarga Naura tidak menuntut kamu Gabriella. Jika sampai itu terjadi, ayah tidak bisa menolong mu lagi. Kau harus menghadapi ini semua sendiri dan terima setiap konsekuensinya Gabriella." Ucap tuan Emir.


Tepat saat tuan Emir hendak pergi meninggalkan anak dan istrinya tiba-tiba saja pelayan rumah mereka membawa satu orang pria yang tidak dikenali oleh mereka sama sekali.


Pria itu mengatakan bahwa dia adalah utusan dari keluarga Naura.


" Siapa kalian? berani-beraninya masuk ke dalam rumah ku!" Teriak Gabriella.


" Diam Gabriella!" Sentak tuan Emir karena sudah sangat muak dengan sikap Gabriella yang selalu begini.


...****************...