
Hujan turun membasahi bumi seolah mereka juga ikut merasakan kesedihan yang Leo rasakan saat ini. Bukan hanya Leo saja yang merasakannya tapi seluruh keluarganya juga ikut merasakannya. Claudia, wanita yang sangat dicintainya sudah pergi meninggalkannya tidak ada lagi yang tersisa dalam dirinya selain cinta yang membekas di dalam hatinya saat ini. Setelah sepuluh tahun ini, ternyata waktu yang sangat singkat sekali.
"Leo, ayo pulang." ajak keluarganya pada yang terlihat masih berdiam diri di samping makam Claudia. Rasanya sedih itu sudah pasti. Tapi jika mereka melakukannya itu tidak akan mudah karena bagaimana pun Leo adalah orang yang paling terpukul di sini. Dia merasa sangat bersalah karena dia tidak mengetahui jika kau bilang kecelakaan itu adalah mobil Claudia. Dia melewatinya begitu saja tanpa ingin melihatnya.
"Leo masih ingin di sini ma, pulanglah lebih dulu." ucapnya hingga membuat keluarganya meninggalkannya sendirian di makam itu. Sedangkan kini, hanya ada Joe saja yang berada di dalam mobilnya dan turun untuk menemani sahabatnya itu setelah keluarga yang pergi meninggalkannya sendirian.
"Aku baik-baik saja," ucap Leo yang tahu jika teman yang berkulit hitam itu datang menemaninya di sini. Joe sahabat sejatinya dan dia selalu ada di dekatnya kapanpun yang beliau butuhkan.
"Aku pun bisa mengatakan jika kau itu baik-baik saja karena hanya tinggal mengucapkan saja bukan. Tapi kenyataannya apakah memang seperti itu? jika memang kau terlihat baik-baik saja mereka bangkitlah dan jangan seperti ini. Bahkan jika kau menangis darah sekalipun istrimu tidak akan pernah hidup lagi karena dia sudah dikubur bersama tanah dan kenangan kalian. Ingatlah Leo, hidup itu akan terus berlanjut jika kau memang mau melanjutkannya tapi jika kau tidak ingin melanjutkannya sudah, masuk saja ke dalam lubang yang sama bersama istrimu. Kalian akan bisa terus bersama selamanya." terdengar menyakitkan sekali memang apa yang Joe katakan, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Joe memang sengaja mengatakan hal seperti itu tapi bukan untuk menyakiti hati Leo, tapi untuk membuat pria itu sandal bahwa hidupnya tidak berhenti sampai di sini hanya karena kematian istrinya. Joe juga tidak bermaksud untuk membuat ataupun menyuruh beliau untuk menghapus kenangan yang bersama sang istri, tapi dia hanya ingin mengingatkan temannya itu bahwa kehidupan mereka akan terus berlanjut hingga ke depannya. Tidak ada yang ingin berhadapan dengan kematian bahkan jika mereka bisa meminta mereka tidak ingin merasakan hal itu sama sekali. Tapi kembali lagi pada takdir dari Tuhan karena siapapun yang berasal darinya maka akan kembali padanya juga dan itulah kenyataannya.
"Kau tidak tahu bagaimana rasa sakitnya kehilangan seorang wanita yang kau cintai."
"Memang!" jawab Joe karena memang dia tidak tahu bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Bahkan hingga saat ini dia takut untuk jatuh cinta karena dia takut akan ditinggalkan seperti kedua orang tuanya yang meninggalkannya.
Leo diam setelah mendapatkan jawaban dari Joe tentang semua ini. Terkadang dia lupakan satu hal jika Jo hidup sebatang kara dan dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh keluarganya sendiri. Tidak dengan keluarga Leo yang mencurahkan segala yang di milikinya.
Setelah mendapatkan wejangan seperti itu, Leo pulang ke rumahnya karena dia mulai berpikir bahwa apa yang di lakukannya saat ini bisa membuat keluarganya semakin bersedih seperti apa yang Joe katakan.
Leo sendiri pulang ke rumahnya diantar oleh Joe. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya di atas mereka. Kemarin, mereka berada di atas tempat tidur ini dan saling menguatkan, dan kini Leo harus menguatkan dirinya sendiri karena sudah tidak ada Claudia lagi di sisinya.
"Kenapa kau terlalu cepat pergi meninggalkanku Claudia, kenapa?" tanya Leo dengan air mata yang berlinang. Dia merasakan sakit yang luar biasa ketika di tinggalkan oleh Claudia seperti ini. Berat sekali rasanya dan sangat menyakitkan untuk di mengerti semua kesulitan ini.
"Tidakkah kau merasa bahwa ini sangat tidak adil bagiku?" tanya Leo lagi. Dia berusaha untuk tetap kuat tapi dia tidak kuat untuk itu sampai di menemukan sebuah surat di dekat meja kecil di samping tempat tidurnya. Itu surat yang ditulis oleh Claudia.
Hay, my lovely husband, aku tidak kenapa tiba-tiba aku ingin menulis surat seperti ini. Entahlah, tapi aku ingin mengatakan padamu Leo bahwa aku ingin meminta maaf atas apa yang telah kulakukan selama ini. Kenyataannya, aku bukanlah istri yang baik untukmu karena aku tidak pernah mencintaimu sedikitpun. Selama ini, aku mencintai pria yang tidak akan pernah bisa aku miliki. Aku mencintai seseorang yang tidak seharusnya kau ketahui. Maaf, jika aku pernah menyakiti hatimu tapi sumpah demi Tuhan aku tidak berniat menyembunyikan semua ini. Hanya saja memang aku telah mencobanya dan aku tidak bisa mencintaimu bahkan setelah kita menikah. Aku masih mencintai pria yang menjadi cinta pertamaku. Pria yang telah pergi meninggalkanku lebih dulu. Pria yang tidak bisa ku gapai walau aku berada di dekatnya waktu itu. Leo, maaf jika aku menjauhaknmu dari cintamu sendiri. Yakinlah jika Jasmine itu cintamu. Dia memiliki cinta yang sangat luar biasa sekali untukmu dan itu kenyatannya. Itu kenyataan bahwa Jasmine mencintaimu dan aku yakin jika kau juga mencintainya. Ketahuilah Leo, bahwa tidak semua yang kau katakan itu benar. Tidak seperti itu. Kau bisa mencintainya jika tidak ada aku, maka jika kamu membaca surat ini, itu artinya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Oh ya, jaga terus cinta mu itu dan berikan pada orang yang tepat. Kenapa aku memintamu untuk bersama Jasmine, karena aku merasa bahwa aku memang sudah tidak bisa lagi berlama-lama hidup di dunia ini dan teruntuk kamu, hiduplah bahagia setelah ini singa hebat. Tersenyumlah seperti saat dulu kita berteman, karena semenjak kita menikah, kau kehilangan senyuman indahmu itu. Untuk yang terakhir kalinya, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk segalanya my lion king.
Claudia,