
Karena tidak ingin menghadapi orang tuanya akhirnya Leo benar-benar pergi untuk menginap di hotel saja daripada harus pulang ke rumahnya.
Dia tetap tidak bisa tidur kalau sudah mengantuk dan lebih memilih untuk pergi ke balkon dan menikmati malam harinya yang terasa sepi.
Entah mengapa bagaimana bisa Hudson mengatakan bahwa dia adalah pria penuh kasih sama jenis dengan segala bukti yang dimilikinya. Apalagi bukti yang dimilikinya adalah saat foto dirinya berdua di sungai bersama dengan Joe yang memancing pada waktu itu.
Seharusnya Hudson tidak melakukan hal itu karena Leo tidak pernah mengganggu siapapun karena dia tidak ingin diganggu jadi dia juga tidak ingin mengganggu orang lain. Itu prinsip hidupnya.
"Jika biasanya banyak pria seusiaku sudah merasakan jatuh cinta terhadap seorang wanita tapi kenapa aku tidak merasakannya? bukan aku tidak tertarik dengan wanita hanya saja aku tidak mendapatkan sesuatu yang cocok di diri mereka untukku. Entahlah, aku bahkan lebih nyaman pergi jalan bersama mama daripada wanita lain. Andai saja kak Naura masih disini, mungkin aku tidak akan kesepian seperti ini." ucapnya sambil menikmati semangkuk mie instan yang baru saja dipesannya dari bawah.
Malam-malam seperti ini rasanya sangat enak sekali jika menikmati makanan hangat seperti ini dan rasanya sangat luar biasa. Leo jadi teringat saat pertama kali dan berlibur ke Jepang dia merasakan mie buatan gerai pinggir jalan sana jauh lebih enak daripada restoran mewah.
Merasa bosan, akhirnya dia menghubungi kakaknya saja. Leo menghubungi Naura yang berada di Indonesia bersama keluarga suaminya.
Saat ini di Berlin menunjukkan pukul 10.00 malam dan itu artinya di Jakarta berarti pukul jam 03.00 pagi karena perbedaan waktu Indonesia dan Berlin 5 jam.
Awalnya beliau tidak bermaksud menghubungi kakaknya namun karena mengingat bahwa di sana sudah jam 03.00 pagi dia memutuskan panggilan telepon dan begitu saja. Namun, siapa sangka jika ponselnya kembali berdering dan itu panggilan masuk dari kakaknya.
"Halo kak, i misa you." ucap Leo secara langsung karena memang dia benar-benar merindukan kakaknya. Dia tidak mengetahui jika yang menghubungi saat ini adalah Alta karena Naura sedang tidur.
"Halo Leo, ini aku Alta. Maaf sebelumnya, tapi ada apa menghubungi istriku malam-malam seperti ini dan aku rasa di sana juga sudah cukup malam karena di sini sudah hampir pagi."
"Aku tau, aku merindukan kakakku tanpa melihat jam lebih dulu. Maaf menganggu jam istirahat kalian, aku akan tetap ponselnya." ucap Leo yang hendak membuktikan teleponnya namun Alta kembali bicara seolah dia merasa tidak terganggu dengan telepon dari adik iparnya saat ini.
"Aku tidak mau terganggu sama sekali karena aku sudah biasa tidur malam bahkan tidak tidur. Semakin hari Naura semakin sulit tidur apalagi saat ini kandungannya sudah mulai membesar. Dia sering merasa sakit di punggungnya dan di bagian pinggangnya jadi aku harus selalu siap untuk menjaganya." jawab Alta. Dia menceritakan apa yang terjadi pada dirinya ini pada ada iparnya. Dia juga membutuhkan teman cerita, dan menurutnya Leo bukan teman cerita yang buruk untuk diajak tukang pikiran.
Alta cerita pada siapapun selain Leo karena keluarganya sendiri lebih sering memberikan jawaban tidak masuk akal daripada jawaban masuk akal dan bisa dikerjakan olehnya maka dari itu dia tidak pernah ikut bercerita apapun pada keluarganya percuma saja.
Setidaknya dia bisa menceritakan apa yang terjadi padanya saat ini.
"Tidak, hanya saja aku sedang berada di hotel saat ini karena aku malas pulang ke rumah."
"Kenapa?" tanya Alta karena dia penasaran dengan apa yang dialami oleh kepada saat ini. Pasti ada sesuatu yang telah terjadi di sana jika tidak mana mungkin adiknya karena ini bisa menginap di hotel.
"Aku baru saya terlibat perkelahian dengan teman kampus bulan aku mempunyai hingga mengalami patah tulang di bagian hidungnya. Saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit dan mungkin saja beberapa hari lagi aku akan mendapatkan surat tuntutan dari pengadilan atas penganiayaan terhadap anak pemegang saham terbesar di kampus tempat aku belajar." jelas Leo.
Dia menceritakan apa yang dialaminya saat ini pada kakak iparnya tanpa sadar. Sejujurnya kamu juga ingin memiliki teman dan dia merasa nyaman berteman dengan laki-laki seperti Joe dan kakak iparnya ini. Hanya saja dia malu untuk memulai pertolongan lebih dulu dengan kakak iparnya karena merasa segan dan sungkan.
"Jika membutuhkan bantuan katakan saja padaku karena aku akan membantumu. Rigel seperti dia tinggal di Paris, lalu paman Brandon dan aunty Raina ku tinggal di Belanda dan ada mereka juga ada yang di London. Katakan pada ku jika memang membutuhkan bantuan dan mereka siap membantu kamu." Leo menggelengkan kepalanya karena menurutnya itu tidak perlu.
Dia tidak membutuhkan bantuan banyak orang karena dia sendiri pun bisa melakukan hal ini tidak harus dengan bantuan dari kakak iparnya.
"Untuk saat ini aku bisa melakukannya sendiri tapi jika aku membutuhkannya nanti aku akan menghubungi kakak. Lalu, apa yang kakak ingat saat ini?" tanya Leo pada Alta karena dia tau bahwa saat ini pasti kakak iparnya merasa kesepian.
"Entahlah Leo, aku merasa kasihan dengan istriku saat ini. Naura sangat sulit mendaftar tidur karena ini mulai merasakan sakit di bagian tubuhnya. Aku bahkan sudah berpikir bahwa aku hanya akan memiliki satu anak saja bersama istriku karena aku tidak ingin membuatnya merasakan sakit lagi. Tapi Naura mengatakan padaku bahwa dia tidak ingin memiliki satu anak karena nantinya mereka akan kesepian. Bahkan saat sebelum dia terletak dia masih memikirkanmu dan patuh dan merindukan adik tercintanya karena biasanya kalian akan selalu keluar malam untuk mencari makanan di luar." terdengar helaan nafas berat dari Leo dan itu membuat Alta ikut merasakan apa yang di rasakan anak berusia 18 tahun itu.
"Aku di jebak dan aku di fitnah sebagai penyuka sesama jenis karena aku berteman dengan seorang pria dan aku nyaman berteman dengannya. Namanya Joe, bahkan aku sudah berpikir bahwa aku akan duduk di perusahaan dan dia akan menjadi tangan kananku nanti. Tali untuk melakukan semua itu tidak mudah kak,"
"Kenapa?" tanya Alta yang berusaha untuk mencari tau apa yang di inginkan Leo.
"Jika itu Daddy, aku bisa menghadapinya. Tapi aku harus menghadapi dewan pimpinan direksi dan para pemagang saham. Mereka pasti akan mempertanyakan pendidikan dan pengalaman kerja Joe jika memang dia akan ikut padaku sementara dia hanya tamat SMA saja dan itu pun hasil beasiswa."
"Masukan event karyawan berprestasi dan kau harus membuatnya masuk ke event tersebut agar dia bisa dan panas menjadi pendampingku di perusahaan Leo." jelas Alta yang langsung di angguki oleh Leo karena dia tidak berpikir sampai ke sana untuk pendidikan Joe.