One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Bersama



Pagi-pagi sekali, Alta sudah datang ke rumah Naura untuk menjemput wanita itu.


Entah mengapa jantung Alta terus saja berdebar saat dia hendak menemui Naura. Inikah rasanya jatuh cinta di usianya yang seperti ini?


" Kau sudah sampai di sini Alta? apa Daddy mu sudah pulang?" Tanya Leon ketika dia melihat Alta yang sudah berada di sini.


Jujur, Alta mulai berani berinteraksi dengan dunia luar sejak dia di tinggal menikah oleh Elle.


Dia berjuang pada dirinya sendiri untuk bisa hidup lebih baik dan membuka hatinya. Tidak hanya sampai di situ saja, Alta juga rutin ke psikolog untuk menyembuhkan dirinya agar bisa keluar dari zona nyamannya selama ini dan beruntungnya dia berhasil.


Dengan kekuatan doa dari keluarga dan keinginan yang kuat, Alta bisa keluar dari semua ini.


" Daddy sudah pulang paman. Lagi pula usianya sudah kepala 7. Jadi beliau tidak bisa berlama-lama di tempat seperti ini." Jelas Alta.


Penjelasan dari Alta membuat Leon kaget dengan usia Matheo yang ternyata sudah 70 tahun. Itu artinya dia dan Matheo itu beda 18 tahun.


" Itu tidak terlihat sama sekali karena aku pikir dia berusia 50an seperti ku."


" Tidak paman, Daddy adalah anak tertua di keluarga kami." Jawab Alta.


Mereka bicara hingga Leon mengajak Alta untuk sarapan bersama. Namun tepat saat dia hendak pergi ke meja makan, dia melihat Naura yang baru saja turun dari lantai dua dan itu membuat Alta terpana melihatnya.


" Sayang, lihat, Alta sudah menjemput mu. Kita akan sarapan bersama sebelum pergi bekerja." Ucap Leon yang membuka pembicaraan di antara keduanya.


" Tidak bisakah menjemputnya nanti saja? aku juga bisa mengantarkan kakak ku untuk pergi bekerja." Tiba-tiba saja suara Leo terdengar di sana hingga membuat semua orang menatap heran padanya.


Terutama Alicia langsung menegur putranya yang telah mengatakan hal seperti itu.


" Leo, minta maaf pada Alta karena sudah tidak sopan terhadapnya. Kamu tidak boleh mengatakan seperti itu karena mama tidak pernah mengajarimu untuk bersiap kasar pada orang. Dia itu kamu jadi kamu juga harus menghormatinya sebagaimana kamu menghormati Naura." Tegur Alicia.


Mendapatkan teguran dari mamanya membuat Leo langsung meminta maaf padahal Alta. Dia tidak bermaksud mengatakan hal seperti itu tapi dia tidak terlalu kesal, makanya dia bersikap seperti itu.


" Sudah, jangan ribut lagi. Kita harus pergi untuk sarapan. Ayo." Akhirnya mereka semua sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan pagi bersama keluarga Naura, Alta langsung pergi untuk mengantarkan wanita itu ke rumah sakit.


Awalnya di dalam mobil itu terasa sangat hening sampai tiba-tiba Alta yang memulai pembicaraan lebih dulu di antara mereka.


" Jam berapa kamu pulang?" Tanya Alta yang memulai pembicaraan dengan Naura.


Dia pinjaman untuk membangun chemistry di antara mereka berdua sesuai dengan apa yang Naura inginkan dalam waktu satu bulan.


" Jam 2 sing aku selesai praktek. Jika sibuk, tidak perlu mendapat nilai dan aku bisa meminta jemput oleh sopir di rumah. Kamu--"


" Panggil saja senyaman mu Naura. Jangan beban kan dirimu hanya karena bingung memanggil ku apa." Ujar Alta.


Dia tidak ingin membebani dengan hal seperti ini. Hanya dengan panggilan saja membuatnya bingung dan merasa tidak nyaman.


" Aku bingung harus memanggilnya apa. Jika memanggilnya Om, itu tidak mungkin." Jelas Naura.


Dia tidak tau harus memanggil apa untuk Alta. Bingung, jujur dia bingung untuk memberikan panggilan ke Alta.


" Pernah mendengar panggilan Kakak laki-laki dalam bahasa Mandarin?" Tanya Alta.


Naura sedikit bingung dengan hal itu. Apa Alta ini turunan China?


" Ya, kamu benar Naura. Ibu ku keturunan China asli dan nenek ku juga. Oma Tarisa ku adalah keturunan China asli seperti Mommy Diandra, juga keturunan China asli. Jadi, panggil saja Gege. Aku rasa itu lebih nyaman." Naura menatap pada Alta.


Tatapan matanya seolah mengatakan bahwa dia saat ini masih bingung, tapi Alta yang mengatakan padanya untuk tidak bingung dengan semua ini.


" Jika tidak nyaman dengan panggilan itu juga tidak masalah. Kamu bisa memanggil sesuka hati kamu. Yang terpenting itu masih tahap wajar dan masuk akal."


" Gege..."


" Ya..." Jawab Alta.


Deg!


Jantung Naura seperti berhenti berdetak saat mendengar panggilan yang dilakukan olehnya dijawab Alta dengan begitu lembut.


Suara berat Alta terdengar sangat berbeda. Jika biasanya pria bersuara berat akan terdengar sangat menyeramkan tapi tidak dengan Alta. Suaranya memang berat, tapi ada sisi lembut dibalik semua itu.


Naura menyukai sisi lembut dari Alta yang mungkin saja bisa membuatnya nyaman. Naura harap bahwa mereka bisa semakin dekat dengan menjalani hubungan ini dengan baik.


" Apa seperti itu?" Tanya Naura.


" Ya, seperti itu. Lakukan seperti itu saja oke?" Naura menganggukkan kepalanya dengan lucu hingga membuat senyum Alta terbit.


Sangat tipis, tapi bisa membuat jantung para wanita berdebar hebat. Itu Naura, entah wanita lain di luar sana jika di perlakukan seperti itu oleh Alta.


...****************...