
Alicia tiba-tiba saja merasa kelaparan langsung membangunkan suaminya. Dia tidak ingin pria itu merasa enak-enakan tidur sendiri sementara dia merasa kelaparan.
Bukankah pria itu mengatakan bahwa dia akan ikut merasakan apa yang Alicia rasakan selama masa mengandung seperti ini kan? Maka dari itu dia harus membangunkannya.
" Leon ayo bangun..." Alicia menggoyangkan lengan suaminya agar pria itu mau bangun dan membuka matanya.
Sudah lebih dari 2 menit dia menurunkan pria itu namun hingga saat ini tidak juga membuka matanya.
" Nanti lagi Alicia. Biarkan aku tidur sebentar lagi. Aku aku akan memuaskan mu kembali." Ucap Leon pada Alicia.
Dia berpikir bahwa istrinya itu kembali meminta pertempuran di antara mereka, maka dia mengatakan hal seperti itu pada istrinya.
Plak!
Alicia memukul dengan suaminya hingga membuat pria itu langsung terbangun dan membuka matanya saat itu juga.
" Ada apa Alicia? kenapa?" Tanya Leon yang melihat bahwa wajah istri yang sudah tidak sedap untuk dilihat.
" Kenapa? Kenapa kamu bilang?" Ulangnya lagi.
Leon sendiri dia memang tidak mengetahui apa yang di maksud istrinya.
" Iya kamu kenapa? kenapa marah-marah seperti ini di malam hari?"
" Jelas aku marah! aku membangunkan mu karena aku lapar. Aku meminta untuk kamu bangun agar memaksakan sesuatu bukan dalam mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu." Jawab Alicia dengan kesal.
Dia kesal dengan suaminya yang berkata tidak masuk akal seperti itu. Jauh sekali perbedaan antara makan dan menginginkan hal itu.
" Memangnya aku mengatakan hal apa? Aku tidak mengatakan apapun." Jawab Leon.
Dia tidak sadar dengan apa yang dikatakannya tadi, karena memang dia tidak sadar.
" Hah, sudahlah. Ayo turun ke bawah dan masak. Aku lapar sekali." Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk turun ke dapur.
" Biar aku bantu." Ucap Alicia yang ingin membantu suaminya itu untuk memotong sayurannya mungkin atau sosis yang akan mereka pakai nanti.
" Tidak perlu Alicia. Kau tidak perlu membantuku dan hanya peluk diriku saja dari belakang itu sudah lebih dari cukup untukku." Alicia melotot ke arah suaminya yang terus saja mencari kesempatan dalam kesempitan dengannya.
" Cih, baru saja mendapatkan yang lebih dari itu sudah meminta hal lain lagi. Dasar pria tidak bersyukur." Ucap Alicia.
Dia benar-benar merasa kesel dengan suaminya ini, tapi entah mengapa tetap saja dia melakukannya.
Alicia datang pada pria yang tengah sibuk di depan kompor untuk membuatkannya nasi goreng.
" Sudah, jangan banyak bicara lagi. Aku sudah memeluk mu, jadi kerjakan saja semuanya sampai selesai. Aku lapar." Leon tersenyum sambil terus melakukan tugasnya malam ini.
Posisi mereka yang sangat intim seperti ini membuat Leon benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Dia bisa bertemu dan hidup bersama Alicia seperti ini. Apa yang dirasakannya bersama Alicia tidak pernah di dapatkannya dari Nathalie.
" Aku mencintai mu Alicia."
" Jangan katakan hal itu! Aku tidak ingin menjawabnya." Alicia belum siap untuk menjawab apa yang Leon katakan padanya.
Lebih tepatnya dia belum sadar dengan perasaannya saat ini. Entah apa yang dirasakannya terhadap lewat apa yang pasti dia merasa nyaman saat bersama pria itu.
Alicia juga merasa terlindungi dengan hadirnya pria itu dalam hidupnya.
...****************...
Temen-temen semuanya, tolong bantu rate bintang 5 ya semuanya biar rate-nya kembali naik🙏🏽
Tadi ada orang iseng yang kurang ajar banget ngerate buruk di sana🙏🏽