
"Mama..." teriak Leo saat masuk dalam rumahnya hingga membuat Alicia yang berada di ruangan keluarga langsung menatap tajam ke arah putranya.
Dia kesal karena Leo yang baru datang dari luar dan berteriak saat masuk ke rumah.
Bugh..
"Mama," banyaknya dengan nanya ketika dia mendapatkan hantaman dari bantal yang mamanya lemparkan ke arahnya tadi.
"Apa?" tanya Alicia ketika dia melihat putaran yang datang dari luar dalam keadaan kacau seperti itu.
"Besok ada acara di kampus dan Leo tidak ingin datang ke sana."
"Kenapa?" tanya Alicia lagi karena dia belum mengerti ke mana arah pembicaraan putranya saat ini.
"Banyak dari mereka dan teman-teman Leo datang bersama kekasihnya, lalu Leo datang bersama siapa?" katanya pada sang mama hingga membuat Alicia benar-benar merasa frustasi menghadapi Leo.
"Banyak wanita di luar sana dan di kampus kamu juga pasti banyak wanita yang bisa diajak pergi untuk datang ke acara tersebut. Lalu apalagi yang membuat kamu bingung?" tanya Alicia dengan begitu mudahnya.
Dia masih sibuk dengan iPad miliknya tanpa memperdulikan lagi apa yang di katakan putranya.
"Jika dulu masih ada kakak, maka semua bisa di jalani dengan mudah. Namun sekarang kakak suah menikah."
"Maka dari itu cari pacar. Tidak mungkin tidak ada wanita yang menyukai kamu di kampus kamu bukan, selalu masalahnya di mana?" ucap Alicia yang membuat Leo langsung cemberut dan tidur di pangkuan ibunya.
"Hey, ada apa ini?" tanya Alicia ketika melihat Leo yang sedang bermanja-manja dengan yang seperti ini.
"Kenapa sulit sekali mencari kekasih yang seperti kakak. Leo ingin mencari kekasih itu yang bisa bertutur kata lembut seperti kakak lalu tugas seperti mama dan cantik itu yang utama."
plak!
Alicia memukul lengan putranya ini karena mengatakan hal yang tidak-tidak seperti itu.
"Mama, kenapa Mama memukul Leo?" tanya anak laki-laki itu ketika mendapatkan pukulan dari ibunya.
"Biar kamu sadar dengan apa yang kamu katakan. Lagi pula kamu itu sedang mencari kekasih bukan mencari seorang wanita untuk mengikuti aja kecantikan. Kamu ingin mencari wanita yang cantik, pintar, tegas, seperti kakak dan mama kamu, sementara kamu sendiri masih seperti bayi."
"Mana ada bayi mama," ucap Leo yang tidak ingin di katakan bayi oleh mamanya.
"Lalu apa ini juga bukan bayi? usia kamu sudah 18 tahun sementara kamu masih bermanja-manja dengan mama seperti ini dan bahkan kamu masih sering meminta makan dan mama yang harus menyuapinya. Apa itu bukan bayi namanya?" tanya Alicia lagi dan Leo hanya bisa cemberut saja dengan apa yang mamanya katakan.
"Oh iya ma, bagaimana jika mama saja yang Leo ajak pergi ke acara kampus?" tanya anak itu yang semakin membuat Alicia pusing untuk menghadapi putranya.
"Sayang, tolong bawa putramu ini dan mandikan dia."
"Tidak! Leo tidak ingin mandi dengan Daddy." jawabnya langsung karena dia tidak ingin berurusan dengan pria yang menjadi budak cinta dari mamanya.
"Memangnya ada apa sayang? apa yang di lakukan anak kita ini? apa singa kecil kita sudah dewasa sekarang?" tanya Leo yang ikut bergabung bersama istri dan anaknya di ruang keluarga ini.
"Dad, Leo bukan anak kecil lagi yang harus terus di usap kepalanya. Leo bukan singa kecil lagi." rengeknya dengan manja karena memang dia tidak menyukai ketika dia di katakan singa kecil oleh kedua orang tuanya.
"Sudahlah, aku pusing menghadapi anak ini. Aku ingin mandi lebih dulu dan katakan pada mereka untuk menyiapkan makan malam kita." kedua pria itu langsung menganggukkan kepalanya untuk menanggapi apa yang wanita itu katakan.
Alicia adalah pemegang tahta tertinggi di rumah mereka ini. Jadi mereka tidak berani melawannya.
Setelah sang ratu pergi, Leon dan Leo kembali terlibat perbincangan yang cukup hangat karena memang mereka jarang sekali memiliki waktu luang seperti ini.
"Leo," panggil Leon pada putranya yang malah berpindah posisi hingga kini dia meletakan kepalanya di atas pangkuan sang Daddy.
"Hem," jawabnya Leo pada daddy-nya.
"Kenapa terus membuat mama kesal?" tanya Leon karena dia tau bahwa putranya ini pasti sengaja membuat Alicia kesal karena tidak memiliki teman untuk di ganggunya lagi.
"Entahlah, Leo juga tidak tau. Hanya saja memang Leo merasa kesepian semenjak kakak menikah. Apa Leo harus menerima tawaran Daddy ya?"
"Tawaran apa lagi?" tanya Leon yang lupa apakah dia ada memberi penawaran apa pada Leo.
"Leo mau bekerja saja lah. Setidaknya Leo tidak terlalu bosan di rumah jika tidak pergi ke kampus." mendengar apa yang putranya katakan membuat senyum Leon langsung merekah.
Dia benar-benar merasa bangga karena akhirnya Leo mau bekerja juga.
"Bekerja di perusahaan tidak bisa langsung duduk di posisi atas. Jika sanggup bekerja dan ingin belajar, bekerjalah di bagian bawah lebih dulu agar kamu bisa belajar dan siap duduk di perusahaan nanti setelah selesai kuliah. Daddy tidak ingin jika kamu menggantikan Daddy nanti kami di cap sebagai pemimpin yang tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan orang tua kamu saja. Jika perlu cari calon istri yang bisa bekerja untuk mengelola bisnis fashion milik mama kamu karena kami ingin hidup tenang berdua di masa tua bersama anak dan cucu kami. Kami berdua ingin berkeliling dunia untuk menikmati hidup." jelas sang Daddy yang membuat Leo hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.
Dia juga tau bahwa dia harus memulainya dari awal.
"Leo akan bekerja di bagian kebersihan. Jangan pernah merasa kebal dengan Leo di saat Leo bekerja. kita hanya orang asing saat berada di kantor."
"Kamu yakin ingin bekerja di bagian kebersihan?" tanya Leon yang kaget ketika mendengar apa yang putranya katakan bahwa dia ingin bekerja di bagian kebersihan padahal Leon akan memberikan posisi Leo sebagai asisten saja yang sering membantu para karyawan lainnya.
"Kenapa Daddy yang tidak yakin? seharusnya Daddy mensuport Leo untuk bekerja bukan malah tidak percaya seperti itu." ucap Leo pada daddy-nya karena pria itu tidak percaya dengan dirinya.
"Bukan seperti itu, tapi Daddy takut jika kamu bekerja di bagian kebersihan mama kamu akan marah pada Daddy nanti. Jadi apa tidak sebaiknya kamu bekerja sebagai asisten saja? setidaknya itu lebih rapi dari pada menjadi orang bersih-bersih." kata Leon yang berusaha untuk membuat putranya berpikir lagi tentang semua ini.
"Keputusan Leo sudah bulat dan Daddy tidak tidak bisa merubahnya lagi."