One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Balasan Yang Seimbang



Setelah Alicia puas menghantam dan memaki-maki wanita itu, dia baru bisa merasa tenang karena telah membalaskan apa yang dirasakan putrinya.


Naura yang terluka dan itu semua karena perlakuan buruk dari rekan kerjanya. Alicia berani bertaruh jika putrinya tidak akan pernah menyakiti wanita lain.


Seperti saat ini, Tuan Emir sedang memarahi habis-habisan.


" Apa kamu tau Gaby, sebentar lagi apa yang kita miliki hancur. Kita semua akan hancur dan kamu tidak lagi bisa menikmati semua kemewahan ini. Kamu puas sudah melakukan semua ini? sudah merasa bangga karena telah menghancurkan kehidupan orang lain?" Tanya tuan Emir pada putrinya.


Dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana lagi cara bicara dengan Gabriella. Entah harus cara apa lagi dia mengatakan pada putrinya bahwa apa yang dilakukannya itu salah.


Tuan energi tidak pernah memanjakan Gabriela dengan segala sesuatu yang diminta yang harus didapatkannya. Dia mengajarkan pada anaknya bahwa dia harus bisa mendapatkan apapun yang diinginkan dengan cara kerja keras. Tapi istrinya yang memudahkan setiap jalan dan langkah Putri ya dengan cara instan.


" Sayang, berhenti menyalahkan Gabriela. Putri kita tidak salah."


" Lalu siapa yang harus disalahkan di sini? kau, kau yang bersalah atas semua ini Isabella. Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak pernah memanjakan putrimu ini. Lihat, dia tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dia selalu berlindung di balik dirimu dan kau dengan begitu mudahnya menuruti setiap keinginannya. Sekarang lihat, lihat atas diri kamu selama ini. Lihat ini Isabella." Tuan Emir sudah begitu frustasi menghadapi anak dan istri yang tidak pernah mengerti dengan dirinya sama sekali.


Mereka hanya tinggal menunggu bom waktu meledak saja dan semuanya akan hancur. Semua nama besar yang dibangun selama ini akan hancur begitu saja hanya dengan perbuatan Gabriella yang iri terhadap rekan kerjanya. Padahal tuan Emir sebagai kepala rumah sakit dia juga tahu bagaimana sikap Naura yang tidak pernah mengganggu orang lain.


Tapi mengapa putrinya merasa iri dengan apa yang dimiliki Naura.


" Itu tidak mungkin. Tidak mungkin kita kehilangan segalanya."


" Itu semua mungkin Isabella dan kita hanya tinggal menghitung mundur saja. Semua akan hancur dan kalian berdua harus siap menghadapi kehancuran itu." Ucap tuan Emir lagi.


Sementara Gabriella hanya bisa tertunduk diam dan memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak mengalami hidup susah. Dia tidak ingin kalah dari Naura dan dia tidak akan membiarkan Naura menang darinya lagi.


Entahlah, minta apa yang membuatnya iri terhadap Naura. Tapi bermula dari dirinya yang tidak bisa melakukan banyak hal seperti Naura.


Meninggalkan keluarga Tuan Emir dengan segala pemikiran kacaunya saat ini, di rumahnya Naura masih saja menangis karena merasa wajahnya akan buruk dan meninggalkan bekas akibat cakaran dari Gabriella.


Melihat putrinya yang terus saja mengurung dirinya membuat Alicia merasa ikut bersedih atas kesedihan yang Naura rasakan saat ini.


" Naura sayang..." Panggil Alicia yang baru saja masuk ke dalam kamar Naura.


Dia ingin melihat keadaan putrinya itu apakah sudah baik-baik saja atau masih menangis dan memikirkan semua kejadian yang dialami nya tadi.


" Mama masuk ya." Ucapnya lagi saat tidak mendapatkan jawaban apapun dari putrinya.


Alicia menerobos masuk ke dalam kamar Naura tanpa mendapatkan izin dari sang pemilik tempat.


Ibu mana yang hatinya tidak terluka ketika melihat putri yang di besarkannya terus saja bersedih seperti itu.


" Kenapa menangis sayang? jika lukanya membekas kita akan pergi ke Korea untuk melakukan bedah plastik. Kita akan mengobati lukanya agar tidak meninggalkan bekas." Ujar Alicia yang berusaha untuk menenangkan Naura.


Bahkan putrinya sejak tadi tidak keluar dari kamar dan makan malam yang diantarkan pelayannya tidak dimakan oleh Naura.


" Naura tidak bersedih karena bekas luka yang Gabriella tinggalkan Ma. Naura hanya takut jika Gege melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Naura tidak tau bagaimana jika Gege membalas Gabriella? ponselnya tidak bisa di hubungi lagi."


" Astaga... Mama pikir kamu menangis karena memikirkan luka yang ada di wajah kamu. Tapi malah sebaliknya. Kamu masih memikirkan wanita telah berbuat jahat terhadap kamu? gimana bisa terjadi Naura?" Tanya Alicia yang menatap tidak percaya pada putrinya.


Di saat seperti ini dia masih memikirkan bagaimana nasib Gabriella jika Alta pulang dan memanaskan semua rasa sakitnya.


Naura masih mengingat dengan jelas apa yang dikatakan pria itu padanya sebelum sambungan telepon mereka terputus begitu saja.


Alta mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan wanita yang telah menyakitinya hidup dengan tenang.


" Apa yang telah dia perbuat padamu maka aku akan membalas kedua kali lipat lebih menyakitkan. Jika meninggalkan bekas di wajahmu maka aku akan melakukan hal yang sama. Akan rusak wajahnya seperti dia merusak wajah cantik mu. Luka mu akan terbalaskan dan luka di wajahnya akan jauh lebih mengerikan!"


...****************...