
Alta terus saja tersenyum saat dia telah berhasil melamar wanita yang dicintainya. Dia merasa bahwa jalannya sangat di permudah oleh Tuhan.
Dia bisa mendapatkan cinta Naura dengan jalannya sendiri dan semua ini berkat keyakinannya terhadap Tuhan keluarganya yang telah membantunya hari ini.
Alta hendak kembali ke kantornya setelah aksi lamarannya pada Naura tadi. Namun, saat dia hendak masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memanggilnya.
" Al..."
Deg!
Jantungnya berdetak kencang saat mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan Al. Sungguh, Alta sangat mengenal siapa yang memanggilnya seperti ini.
Hanya Amanda yang memanggilnya Al dan suara ini juga sangat di kenalinya walau mereka sudah tidak berjumpa sejak 7 tahun yang lalu saat terakhir kali mereka bertemu di Guangzhou China.
" Alta..." Panggilnya lagi.
Susah payah Alta mengatur nafasnya sebelum dia berani membalikkan tubuhnya. Bahkan saat Alta sedang berbalik dia memejamkan matanya karena tidak berani membuka matanya untuk melihat siapa yang ada di depannya saat ini.
Melihat bahwa memang pria itu yang melamar wanita tadi membuat Amanda tersenyum miris. Dia sudah sering melihat perjuangan pria itu yang berjuang demi dirinya tapi tidak pernah sekalipun dia melihat bahwa Alta bisa bersikap seromantis itu terhadapnya dulu dan apa yang di lihatnya tadi bukanlah diri Alta yang berjuang untuknya.
" Al..."
" Berhenti memanggil namaku seperti itu karena aku tidak menyukainya." Ucap Alta dengan suara yang kembali dingin.
Hilang sudah euforia kebahagiaannya ketika melamar Naura tadi saat mengetahui bahwa kini dia kembali di pertemukan dengan masa lalu yang sudah dilupakannya.
Masa lalu yang hanya membuatnya menjadi pria bodoh karena telah berjuang untuk wanita yang sama sekali tidak pernah mau berjuang untuk dirinya.
" Kenapa bicaramu langsung berubah? kamu bisa terlihat sangat romantis ketika bersama wanita tadi lalu kenapa saat ini berbeda?" Tanya Amanda.
" Karena kau bukan Naura!" Sentak Alta.
Tubuhnya bergetar hebat menahan amarah yang sudah dipendamnya selama bertahun-tahun. Amarah yang tidak akan pernah dikeluarkannya pada siapapun kecuali Amanda.
Dia ingin sekali melepaskan beban yang ditanggungnya selama ini agar dia tidak lagi merasa terbebani dengan masa lalunya.
" Kenapa?" Tanya Amanda.
Amanda terdiam. Dia bukan tidak ingat apa yang dikatakan yang 7 tahun yang lalu padahal Alta. Dia sangat mengingatnya karena itu juga sangat menyakiti dirinya. Andai saja waktu bisa diputar kembali maka saat itu Amanda akan mau berjuang bersama Alta untuk kebahagiaan mereka.
" Kau mengatakan hal yang tidak masuk akal menurutku Amanda. Kau mengatakan bahwa kau takut hidup susah jika hidup bersamaku. Sekarang lihat, aku bisa memiliki segalanya yang aku inginkan. Bukan hanya saat ini saja Amanda, bahkan sejak dulu pun aku sudah memiliki segalanya dalam genggaman tanganku. Kau harus ingat bahwa aku adalah salah satu keturunan dari klan Alexander." Jelas Alta.
Dia ingin mengatakan sakit hatinya yang selama ini dipendam terhadap Amanda. Alta tidak lagi ingin membawa luka hatinya di masa depan karena dia ingin hidup bahagia bersama Naura nantinya.
" Maaf..." Ucap Amanda setelah sekian lama.
Dia meminta maaf atas kesalahannya selama ini pada Alta.
" Maaf?" Tanya Alta.
Dia melihat ke arah Amanda dan begitu juga dengan Amanda sendiri. Dia memberanikan diri untuk menatap wajah Alta yang terlihat sangat dingin sekali. Wajah datar yang bahkan tidak pernah dilihatnya selama ini.
" Katakan pada ku kau tunjukan untuk kesalahanmu yang mana kata maaf tadi dan dari mana aku harus memaafkan mu? mana yang harus ku maafkan atas kesalahan dirimu terhadapku Amanda? katakan dari mana aku harus memaafkan mu?!" Teriak Alta tepat di depan wajahnya Amanda saat ini.
Amanda meneteskan air matanya saat mendapatkan bentakan seperti itu dari Alta. Sungguh, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan kasar dari Alta.
Bahkan saat dia menghina pria ini dengan sebuah artian kemiskinan pun Alta tidak semarah ini.
" Ma-maafkan aku atas segala kesalahan ku. Maafkan aku Al." Amanda hendak memegang tangan Alta namun dengan pula pria itu menariknya agar tidak di sentuh oleh Amanda.
" Aku rasa kau sudah tau bahwa aku bukan lagi Alta yang dulu. Alta yang telah begitu bodohnya berjuang selama bertahun-tahun hanya untuk seorang wanita yang tidak mau berjuang bersamanya. Aku sudah melamar wanita yang mungkin kau sudah melihatnya tadi dan aku rasa pembicaraan kita juga sudah selesai sampai di sini. Jadi permisi." Alta meninggalkan Amanda begitu saja tanpa ingin melihat lagu ke arahnya.
Menurut Alta semuanya sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu di bicarakan karena semuanya sudah berakhir 7 tahun yang lalu.
" Maafkan aku Al..." Ucapnya yang merasa sangat bersalah dengan pria itu.
Melihat bagaimana pertengkaran antara Alta dan juga Amanda tadi membuat Naura merasa aneh dengan dirinya saat ini.
Haruskah dia merasa senang mendengar jawaban dari Alta? tapi kenapa rasanya Naura ikut sedih ketika melihat wanita bernama Amanda itu menangis menyesali semua yang telah terjadi di antara mereka.
" Dunia ini sempit sekali bukan? China ke Jerman itu sangat jauh, dan bagaimana bisa kamu di pertemukan dengan situasi yang mencekik ini?" Ujar Naura.
...****************...