
Setelah menyelesaikan segala sesuatunya dengan keluarga besar mereka, akhirnya Leo dan Claudia bisa pergi berangkat ke Iceland.
Tidak terlalu jauh, hanya beberapa jam dari pusat kota Hamburg ke Iceland dan sesampainya di sana, Leo sudah dapat melihat semua keindahan yang ada di depan matanya saat ini. Apalagi ketika Claudia yang terus saja tersenyum melihat, itu jauh lebih indah dari yang lainnya lagi. Setelah puas berjalan-jalan di sekitarnya, malam harinya mereka baru sampai ke penginapan yang memang sudah Leo pesan sejak beberapa waktu lalu.
"Leo, maksudku Sayang, lihat ini indah sekali," tunjuknya pada pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
"Wajah kamu jauh lebih cantik Di," jawab Leo tanpa beban dan itu membuat Claudia merasa bahwa dirinya di buat salah tingkah oleh Leo.
"Ah, Leo aku serius. Ini indah sekali," tunjuknya lagi pada keindahan yang ada di depan mereka.
"Lalu, apa kamu pikir aku bercanda? Aku tidak pernah bercanda jika itu berhubungan dengan kamu. Jika aku mengatakan bahwa senyuman kamu jauh lebih indah maka memang itu kenyataannya." Leo tidak sedikitpun berpaling dari wajah istrinya karena memang menurutnya Claudia jauh lebih cantik dan jauh lebih indah dari pemandangan yang mereka lihat saat ini. Terlebih lagi saat ini keduanya sudah menikmati masa-masa perdana di dalam pernikahan mereka jadi Leo selalu ingin menghabiskan banyak waktu dengan Claudia sendiri sebelum keduanya memasuki ke jenjang yang lebih serius lagi dalam menjalani hubungan ini.
"Di," panggil Leo ketika melihat istrinya yang terus saja fokus pada pemandangan indah malam ini.
"Saya?" jawab Claudia ketika mendapatkan panggilan dari suaminya.
"Kamu sudah mengetahui semua perasaan Jasmine padaku bukan?" tanya Leo lagi karena dia ingin tahu apa yang mereka bicarakan waktu itu. Jujur, jika Leo ingin mengetahuinya maka dengan mudah dia bisa mengetahui semua itu. Hanya saja memang dia tidak ingin melakukannya karena memang dia tidak ingin menganggu privasi para wanita itu. Hanya saja saat ini statusnya dan Claudia sudah sah menjadi sepasang suami istri jadi dia ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan waktu itu.
"Iya, memangnya kenapa Sayang?"
"Bisa katakan padaku apa yang kalian bicarakan waktu itu? jujur, sejak aku mengetahui bahwa kamu pergi dengan Jasmi dan membicarakan semua perasaannya terhadapku aku tidak bisa tidur dengan tenang. Aku terus saja memikirkan semua itu. Aku takut jika perasaan rasa bersalahmu terhadapnya membuat cintamu terhadap rumah dan aku tidak menginginkannya. Tolong Di, jangan pernah mempermainkan hatiku karena rasa bersalahmu itu. Apa pun itu, jangan pernah mengorbankan dirimu begitu perasaanmu untuk orang lain. Ingat Di, terkadang kita perlu butuh bersikap egois untuk hidup kita sendiri dan aku ingin kamu melakukan hal itu," ucap Leo dengan tegas. Dia ingin memberitahu pada Claudia apapun itu rasa bersalahnya tidak pantas di sangkut pautkan dengan perasaan Jasmine.
"Aku tidak membicarakan banyak hal dengannya. Hanya saja aku mengatakan padanya aku tidak bisa mengalah dengan hatiku saat ini karena aku juga mencintai kamu. Jika kamu mengatakan padaku untuk bersikap egois apakah yang kulakukan ini sudah termasuk egois? aku sudah mementingkan diriku sendiri. Tapi, aku juga sudah mengatakan padanya kapanpun dia membutuhkan bantuanku maka aku akan siap membantumu begitu juga dengan kamu. Tapi jika untuk berbagi hati maka aku tidak bisa menerimanya." jelas Claudia karena memang hal itu yang dibicarakannya dengan Jasmine beberapa waktu yang lalu sebelum hari pernikahan keduanya.
"Kamu, apa kamu tahu jika hatiku pernah bimbang dan tertarik padanya. Hanya saja aku menyadari bahwa aku hanya tertarik pada kehidupannya saja. Bukan dengan dirinya sendiri." jawab Leo karena memang seperti itulah kenyataannya.
Dia pernah tertarik dengan kisah hidupnya Jasmine tapi bukan tertarik dengan kepribadiannya atau dengan hatinya. Leo hanya penasaran saja kenapa bisa dia terjun ke dunia hitam seperti itu di saat dia bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik di luar sana.
"Tidak ada lagi karena aku hanya penasaran saja dengan kisah hidupnya. Tidak lebih dari itu. Jadi sudahi semua pembicaraan ini dan mari kita tidur." Leo datang memeluk Claudia karena memang di malam yang dingin seperti ini pelukan adalah hal yang paling menyenangkan.
"Ah, jangan terlalu dekat seperti ini. Aku takut jika seperti ini maka kita akan-"
"Akan apa?" tanya Leo sedangkan Claudia sendiri sudah sangat kaget dengan perbuatan suaminya saat ini. Bagaimana dia tidak kaget jika suaminya sudah mengungkung tubuhnya seperti ini. Bahkan dari tatapannya saja Claudia sudah bisa melihatnya bahwa saat ini Leo sudah di kuasai oleh nafsunya.
Cup...
Claudia memejamkan kedua matanya ketika mendapatkan kecupan manis di keningnya yang di berikan Leo padanya. Sungguh, perbuatan yang sangat manis dan lembut sekali hingga membuat Claudia semakin jatuh hati dengan sosok itu.
"Le-leo, apa yang kamu lakukan?" tanya Claudia yang mulai panik dengan posisi mereka saat ini.
"Apa yang semestinya di lakukan oleh sepasang pengantin baru." jawab Leo yang sudah mulai mengecup batang leher Claudia untuk memberikan rangsangan pada istrinya.
Apa yang Leo lakukan saat ini membuat Claudia merasakan hawa panas yang mulai menjalari seluruh tubuhnya. Sungguh, ini benar-benar sangat luar biasa sekali. Dia merasakan getaran aneh dalam dirinya ketika mendapatkan perlakuan seperti ini dari suaminya.
"Leo, hemph ...." bibirnya sudah di bungkam oleh ciuman Leo hingga membuat Claudia tidak bisa melakukan apapun lagi saat ini. Dia benar-benar sudah pasrah jika malam ini dia harus menyerahkan semua yang di milikinya pada Leo. Berharap semua yang di milikinya bisa membuat suaminya merasa puas dengan semua itu.
Ciuman panas terus saja Leo lakukan hingga saat ini tanpa sadar kedua tangannya sudah merayap masuk ke dalam baju Claudia dan membuka pengait yang berada di balik punggung istrinya.
"Leo ...." panggil Claudia saat ciuman mereka terlepas dan Leo membuka pakaiannya saat ini.
Leo menekan remote kontrol yang ada di dekat mereka hingga membuat tirainya tertutup dan hanya menyisakan atapnya saja yang terbuka.
"I want you Claudia, aku menginginkan kamu." pinta Leo yang sudah di kuasai oleh gairahnya. Jika sudah begini, Claudia hanya bisa pasrah saja di bawah Kungkungan suaminya dan berharap bahwa dia masih bisa berjalan besok pagi.