One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Ngidam



"Sayang, ayo bangun," Leo berusaha untuk membangunkan istrinya yang sedang tidur nyenyak malam ini. Entah mengapa rasanya tiba-tiba saja dia menginginkan makan nasi dengan telur dadar malam ini. Tapi dia tidak bisa membuatnya sendiri.


"Sayang, ayo bangun dulu." dia kembali memanggil istrinya dan marah bahwa wanita itu akan segera bangun. Tapi kenyataannya tidak bangun juga hingga membuatnya kembali berusaha untuk membangunkan Jasmine dan beruntung wanita itu mau bangun juga akhirnya.


"Ada apa?" tanya Jasmine dengan mata yang masih mengantuk. Dia seperti baru saja tertidur tapi sudah di bangunkan lagi oleh suaminya. Entahlah, dia tidak tau apa yang pria itu butuhkan saat ini.


"Aku lapar!" Leo mengatakan hal itu dengan sungguh-sungguh karena memang dia sangat lapar sekali.


"Lalu mau apa?" tanya Jasmine yang tidak mengerti dengan keinginan suaminya. Jika memang pria itu lapar bukankah tinggal makan saja. Di bawah tidak mungkin tidak ada makanan lalu untuk apa membangunkannya lagi.


"Ayo temani aku makan. Aku benar-benar lapar sayang," ucapnya lagian terus mengajak istrinya untuk pergi menemaninya. Entah mengapa rakyat tiba-tiba saja Leo menginginkan telur ceplok dengan nugget di makan pakai nasi hangat dan juga saos. Sepertinya itu sangat enak sekali. Membayangkan hal itu saja sudah membuat menelan ludahnya. Rasa ingin itu semakin menguasainya dan dia tidak bisa lagi menahannya maka dia meminta Jasmine untuk terus menemaninya.


"Sayang, ayo temani aku makan. Ayo sayang," karena sudah terlanjur kesal dengan suaminya akhirnya Jasmine pun bangun untuk menemani pria itu.


Mereka turun ke turun ke bawah, namun saat mereka melewati depan pintu kamar kedua orang tuanya, tiba-tiba saja mereka mendengar suara yang tidak pantas didengar oleh mereka. Walau keduanya sudah dewasa tapi tetap saja suara-suara itu terdengar sangat mengerikan sekali.


"Leon, aahhhh..." baik Leo mau pun Jasmine mereka sama-sama mengerti suara siapa itu. Itu adalah suara mama Alicia yang mendesah dengan begitu hebatnya. Leo sendiri paham betul bagaimana cara daddy-nya bermain dengan mamanya dan dia sudah sering mendengarkannya dulu maka tidak heran lagi jika dia kembali mendengar hal seperti itu. Tapi tetap saja, rasanya sangat aneh sekali.


"Hahaha, itu suara mama. Sudahlah, Ayo pergi." Leo mengajak istrinya meninggalkan kamar kedua orang tuanya. Walau dia kesal mendengarnya, tapi tetap saja dia tidak bisa marah karena menghargai perasaan istrinya.


Mereka pergi berdua ke lantai satu untuk pergi ke dapur. Di dapur, Jasmine hanya menemani suaminya makan karena yang melakukan semua itu adalah Leo sendiri dan setelah melihat Leo selesai masak, Jasmine juga seperti menginginkan makanan sederhana itu.


Dia bertanya pada suaminya apakah Leo yang ngidam? kenapa Jasmine merasa jika suaminya itu semakin hari semakin terlihat aneh dimatanya. Entahlah, rasanya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Leo benar-benar berbeda.


"Apa kamu ngidam?" tanya Jasmine yang merasa penasaran dengan suaminya yang terlihat seperti menginginkan banyak hal seperti itu.


"Maybe," jawabnya jujur karena dia juga tidak mengetahui apa yang dia rasakan saat ini. Dia hanya tau jika dia menginginkan itu. Sudah, tidak ada apa-apa lagi.


"Kamus semakin hari semakin terlihat aneh. Entahlah, aku merasa jika kamu itu lebih cenderung ngidam dan menginginkan banyak hal selama aku hamil ini."


"Tidak masalah. Aku menikmatinya!" jawab Leo seadanya karena memang dia tidak mempermasalahkan hal itu.