
Alicia langsung pergi menemui suaminya yang berada di kamar mereka setelah dia seharian bekerja di luar sana.
Semua yang dijalani yang ini sangat berat tanpa suaminya. Entah sampai kapan Alicia bisa bertahan dengan semua keadaan yang menyakitkan ini. Rasanya diamlah sudah tidak sanggup menahan semua beban berat yang dipikulnya saat ini karena begitu berat dirasakannya.
" Bagaimana hari mu Leon? apa kau masih betah tidurnya dan tidak ingin bangun? tidakkah kamu ingin membuka matamu dan memelukku? aku ingin memeluk mu Leon. Aku ini kembali merasakan bagaimana hangatnya pelukanmu. Tolong, jangan terus tertidur seperti ini karena aku sangat merindukanmu. Aku benar-benar sangat merindukan suamiku." Ucapnya dengan penuh kesakitan.
Alicia kembali menangis di dekat suaminya dan itu membuat kedua anak mereka semakin merasa sakit ketika melihat kedua orang tua yang saling merindukan seperti itu.
Terutama Naura, dia benar-benar tidak tega dengan keadaan kedua orang tuanya. Tapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan saat ini.
" Bagaimana ini Leo ? Mama terus saja menangis setiap hari. Daddy juga belum bangun. Aku tau mama dalam keadaan sulit di perusahaan. Tidak ada yang mau percaya ya karena dia seorang wanita. Masa lalunya kembali diungkit apalagi dengan pendidikannya yang hanya tamatan SMA." Naura bertanya pada adiknya karena mereka juga bingung dengan keadaan yang mereka hadapi saat ini.
Keadaan yang membuat mereka semua berada di dalam film yang sangat besar.
" Kita akan melakukan segala cara agar Daddy bisa bangun. Pernah dengar bahwa tentang orang koma?" Naura menganggukkan kepalanya karena dia memang mengetahui bahagia tentang orang yang koma.
" Kakak pernah membacanya bahwa orang yang dalam keadaan seperti itu juga hidup. Mereka bisa mendengarkan apa yang kita bicarakan hanya saja keadaan mereka yang sangat sulit untuk meresponnya. Kita harus melakukan sesuatu agar Daddy bisa segera bangun."
" Yes, tepat sekali." Jawab Leo.
" Tapi apa? bagaimana caranya?" Tanya Naura.
Leo membawa kakaknya masuk ke dalam kamarnya dan memperlihatkan apa yang dia sembunyikan selama ini dari Naura.
" Apa ini Leo?" Tanya Naura saat melihat kamar adiknya yang dipenuhi dengan komputer-komputer canggih.
Entah sejak kapan alat-alat canggih itu berada di dalam kamar adiknya.
" Ini hadiah dari Daddy dan ini yang selama ini aku sembunyikan kak."
" Maksudnya?" Tanya Naura yang semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya ini.
" Daddy memberikan ku hadiah ini karena aku lah yang merusak semua perusahan bisnis di bidang media yang hancur beberapa waktu lalu." Naura semakin tidak mengerti dengan apa yang adiknya ceritakan saat ini.
Sungguh, ini semua sangat membingungkan sekali baginya.
Ini benar-benar sangat membingungkan hingga membuat Naura merasa pusing.
" Kakak tidak perlu tau bagaimana aku bekerja. Sekarang hubungi paman Roy dan katakan padanya bahwa aku menunggunya di sini." Ucap Leo.
Dia hanya ingin kakaknya itu untuk menghubungi asisten Daddy mereka karena ada yang ingin ditunjukkan olehnya.
" Dengan apa kita menghubunginya Leo? kakak tidak memiliki nomor ponsel Paman Roy."
" Pinjam ponsel Mama dan katakan kakak ingin mengirim foto atau apalah itu." Naura setuju dengan apa yang adiknya katakan dan dia langsung pergi menuju kamar kedua orang tuanya untuk meminjam ponsel sang Mama.
Saat sampai di kamar kedua orang tuanya, Naura masih melihat mamanya yang belum berpindah dari posisinya saat terakhir kali mereka melihatnya tadi.
" Ma..." Panggil Naura dengan perlahan masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya.
Mendengar suara sang putri yang memasuki kamar mereka membuat Alicia langsung menghapus air matanya karena dia tidak ingin anak-anaknya mengetahui dirinya tengah menangis seperti ini.
" Mama menangis?" Tanya Naura yang melihat begitu banyak kesedihan yang tengah di pendam wanita cantik keluarganya itu.
" Menangis? Mama tidak menangis. Mama hanya merindukan suamimu saja. Dia sudah terlalu lama tertidur dan mama merindukannya. Apa Mama tidak boleh merindukannya?" Ucap Alicia yang berusaha untuk menunjukkan pada anaknya bahwa dia terlihat baik-baik saja walau tidak pada kenyataannya.
Wanita mana yang akan terlihat baik-baik saja saat melihat suaminya tidak berdaya seperti ini?
Pria yang sangat dicintainya yang begitu mencintainya pula ternyata tak berdaya di atas tempat tidur dalam keadaan koma.
" Mama tidak perlu menyembunyikan itu semua dari Naura karena Naura tahu bahwa Mama sangat sedih saat ini melihat keadaan Daddy. Percayalah ma, Daddy akan baik-baik saja." Imbuh Naura.
Dia dengan berusaha untuk menguatkan hati mamanya agar bisa menerima semua cobaan yang Tuhan berikan pada mereka semua saat ini.
Ya, walau darah juga mengetahuinya bahwa ini semua tidak mudah bagi mereka. Tidak ada yang ingin berada di posisi mereka saat ini.
Tuhan memberikan mereka cobaan seperti ini karena Tuhan percaya bahwa mereka semua bisa melewatinya.
" Mama hanya merindukan Daddy kalian kak, kapan Daddy kan bangun? Mama leleh sendirian. Mama lelah kak..." Alicia menangis dan itu membuat Naura langsung memeluk tubuh wanita itu.
Selama ini Naura tidak pernah melihat mama Al kesayangannya selemah ini. Dia tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya bahkan saat di rumah sakit pun mamanya masih terlihat baik-baik saja, tapi kini semuanya berubah.
Kehidupan mereka sangat berubah saat pria yang mereka cintai ku mengalami kecelakaan hingga membuatnya mengalami koma.
" Mama jangan menangis, jika Mama menangis maka Naura yakin jika Daddy jug akan menangis. Daddy akan menangis melihat keadaan mama yang seperti ini." Ucap Naura dengan penuh perasaan.
Tidak hanya Alicia saja yang merasakan kesedihan yang dialaminya saat ini karena Naura dan juga Leo pun ikut merasakan hal yang sama.
" Mama itu mama terhebat. Mama adalah mama yang paling kuat biasa jadi Naura yakin jika mama bisa melewati ini semua."
" Terima kasih atas cintanya kak. Terima kasih karena telah mengerti dengan ekadana mama saat ini. Sekarang mama sudah jauh lebih tenang dan kakak bisa istirahat." Naura menganggukkan kepalanya.
Tapi sebelum itu, dia kembali teringat akan tujuannya datang ke tempat ini karena dia di utus Leo untuk meminjam ponsel milik mama mereka untuk menghubungi Roy.
" Ma, kakak ingin mengirimkan foto kita yang ada di ponsel mama. Apa Naura boleh meminjam ya?" Tanya gadis remaja itu yang berusaha untuk tidak terlihat gugup sama sekali.
Alicia tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena dia tau bahwa Naura memang benar-benar membutuhkannya.
Jika tidak putrinya itu tidak akan mungkin datang padanya hanya untuk sebuah ponsel saja.
" Ambil lah sayang. Ingat, segera selesaikan itu semua dan tidur. Tolong juga lihat adik kamu apakah dia sudah tidur atau belum."
" Yes Mam, love you?"
Cup...
Naura memberikan kecupan di kening Mama Alicia sebelum pergi meninggalkan mereka.
" Mee tou kakak..."
...****************...