
" Mama...!!!" Teriak Leo saat melihat bahwa Daddy-nya yang terlihat merespon dia katakan tadi.
Dia berlari untuk mencari di mana keberadaan Mamanya beritahukan apa yang terjadi saat ini.
" Mama..." Leo kembali berteriak karena dia tidak mendapati mamanya di dalam rumah.
" Mama..." Kembali suara Leo terdengar berteriak memanggil mamanya hingga Alicia yang berada di ruangan kerjanya suaminya langsung keluar begitu saja ketika dia mendengar Leo yang memanggilnya seperti itu.
" Mama..."
" Ada apa Leo? kenapa kamu berlari-lari seperti ini? apa yang terjadi?" Tanya Alicia para putranya yang terlihat begitu ketakutan saat ini.
Terlihat Leo sedang mengatur nafasnya saat ini untuk mengatakan apa yang ingin disampaikannya pada pada sang Mama.
" Ayo, Mama harus ikut Leo. Ayo Ma." Ajak Leo pada Mamanya.
Dia mengajak wanita itu untuk pergi bersamanya karena ada yang ingin di sampaikan olehnya.
" Iya Leo, tapi ke mana sayang? ke mana kamu akan membawa mama?" Tanya Alicia yang merasa penasaran dengan putranya.
Sebenarnya apa yang terjadi hingga membuat Leo begitu antusias ingin membawanya pergi dari sini.
" Mama akan melihatnya nanti. Leo juga bingung harus menceritakannya dari mana. Semoga saja apa yang Leo lihat tadi benar." Ucap putranya tersebut.
Akhirnya Alicia pun mengikuti putranya dan pergi ke kamar mereka. Untuk apa Leo membawanya ke kamar? apa yang ingin putranya tunjukkan padanya?
" Leo? kenapa membawa Mama ke kamar? ada apa sayang?" Alicia dan Leo masih masih berdiri di depan pintu kamar Alicia yang tertutup.
Entah mengapa perasaan Alicia saat ini semakin tidak menantu. Pikirannya tiba-tiba saja tertuju pada suaminya. Alicia takut jika terjadi sesuatu pada suaminya.
" Semoga saja mama tidak terkejut melihatnya nanti." Leo membuka pintu kamar kedua orang tuanya dan mereka pun masuk ke dalam.
Tubuhnya menegang kaku saat melihat apa yang ada di depan matanya. Alicia melihat bahwa pria itu telah sadar.
Suaminya sudah sadar dan bahkan saat ini Leon sudah duduk bersandar di atas tempat tidur mereka. Air matanya jatuh tanpa di sadari olehnya sendir.
" Alicia..." Panggil Leon dengan suara beratnya yang terdengar bergetar.
Pria itu baru saja bangun dari komanya, suaranya terdengar begitu lemah hingga membuat Alicia langsung menghampirinya.
" Leon..." Pria itu merentangkan kedua tangannya agar Alicia datang untuk memeluknya.
Entah mengapa dia merasa bahwa dirinya sangat merindukan wanita ini. Begitu juga dengan Alicia, dia sangat merindukan suaminya ini hingga membuatnya semakin menangis di dalam pelukan Leon.
" Aku merindukan mu Alicia, aku benar-benar merindukan mu." Ucap Leon yang terus saja mengatakan bahwa dia merindukan istrinya.
Begitu banyak kecupan penuh kasih sayang yang Leon berikan hingga membuat kedua anaknya yang berada di depan pintu kamar mereka menatap aneh pada kedua orang tuanya.
" Kak, apa kita sedang menonton film India? kenapa rasanya aku seperti pernah melihat adegan seperti ini ya?" Naura setuju dengan apa yang adiknya katakan.
Kakak beradik itu sedang menikmati serial India yang sering di tonton ibu author dari Binjai ini karena melihat kedua orang tuanya yang sedang berpelukan itu.
" Benar, Mama dan Daddy terlihat seperti pasangan drama India yang sering di tonton ibunya Sheren alias ibu author dari Binjai ini." Ucap Naura.
Begitu juga dengan Leo yang juga setuju dengan kakaknya. Mereka terus saja melihat adegan kedua orang tuanya yang meras bahwa dunia ini hanya milik merek berdua dan Leo juga Naura ini hanya serpihan kerak bumi yang ada di bumi ini.
" Mom, Dad...tidak kah kalian melihat kami?" Tanya Naura yang merasa bahwa kedua orang tuanya tidak juga melepaskan pelukan mereka sejak dua menit yang lalu.
Mendengar suara anak mereka membuat kedua orang tua itu langsung melepaskan pelukannya karena melihat bahwa ada Naura dan juga Leo yang melihat ke arah mereka saat ini.
...****************...